<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711</id><updated>2011-12-23T07:13:16.233+07:00</updated><category term='Rumahku surgaku'/><category term='curhat'/><category term='Kehidupankoe'/><category term='kisah-renungan'/><category term='Tentang Islam'/><category term='Ilmu Pengetahuan'/><category term='Untuk Sahabat'/><category term='Reference book'/><category term='Tentang Gunung'/><category term='Catatan perjalanan'/><category term='Hasil Jepretan'/><title type='text'>Jejak langkah ku</title><subtitle type='html'>Sebenarnya blog ini saya buat untuk menulis catatan perjalanan berkaitan dengan hobi mendaki gunung, tapi juga sebagai media mencurahkan isi hati maupun sebagai media syiar islam.
Semoga bermanfaat untuk diriku sendiri maupun orang lain.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>86</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-6960869790248159853</id><published>2011-12-23T07:12:00.000+07:00</published><updated>2011-12-23T07:13:16.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Orang Salafy yang Aneh</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sekedar untuk refreshing dengan kisah cerita ringan yang ditulis oleh  seseorang yang menarik untuk diketahui  di “kompasiana” pada rubrik  cerpen, semoga bermanfa’at&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Orang Salafy yang Aneh !&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://abufahmiabdullah.files.wordpress.com/2011/12/orang-salaf.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-4644" title="orang salaf" src="http://abufahmiabdullah.files.wordpress.com/2011/12/orang-salaf.jpg?w=468" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bang admin mohon maaf, saya tahu rubrik agama sudah diceraikan dari  Kompasiana, sedikit menyinggung tapi ini bukan tulisan tentang agama  koq. Saya membahas masalah humaniora secara personal. (Ngeles dengan  cerdas.. hehehe).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah kemarin saya membahas tentang menyebalkannya kejeniusan  seorang teman, sekarang saya akan membahas keanehan seorang teman dengan  embel-embel As-Salafy di belakangnya. Teman aneh saya ini bernama Amin  Mustangin. Sekarang berjuluk Amin Mustangin As-Salafy. Walau saya post  di Fiksiana, ini nyata saudara-saudara.. Check saja profilnya di google  nama tersebut.:-P&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya berteman dengan dia, si Aneh ini, sejak kami SMP. Dulu dia  gagap, kumal, baju-bajunya tidak pernah kenalan dengan mahluk yang  namanya setrika, Pokoknya sangat tidak gaul deh, suka jadi bahan ledekan  teman-teman karena gagapnya itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarangpun demikian. Hanya saja stylenya sedikit berubah. Memakai jubah gamis panjang, celana panjang “&lt;em&gt;cungklang”&lt;/em&gt; dan berjanggut lebat.&lt;span id="more-4643"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mirip dengan gambaran teroris-teroris di kepala kita?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan salah sangka… Salafy itu sangat patuh kepada Ulul Amri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Apa yang akan kamu lakukan misalkan rumahmu diambil pemerintah untuk suatu proyek?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menjawab, “Bersabar”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aneh kan? orang-orang jaman sekarang kan jawabnya, “Langkahi dulu  mayat saya!”. Ada yang rumahnya dilewati sutet untuk kepentingan bangsa  saja malah pada demo mogok makan dan jahit mulut…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kalau pemerintah menetapkan hari raya tanggal sekian, apa yang kamu lakukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menjawab, “Kami mengikuti pemerintah”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aneh kan? Padahal kebanyakan orang memilih untuk ngeyel, menganalisa  sendiri, atau mengikuti organisasinya. Termasuk saya. hehehe.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak aneh ya? belum selesai.. anehnya adalah, ketika pengumuman  kelulusan SMP, dia tiba-tiba menjadi lulusan terbaik sesekolah, bahkan  sekecamatan, mengalahkan saya yang ganteng ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih belum terlalu aneh? Amin yang gagap dan selalu menjadi bahan  ledekan ini pernah mengajar murid-murid SD, pelajaran bahasa Inggris.  Toeflnya Amin 750, mengalahkan saya yang ganteng ini yang cuma 450.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih belum terlalu aneh? Ketika SMP dia berangkat sekolah dari  rumahnya yang puluhan kilometer jauhnya naik sepeda, biasanya tiba di  sekolah jam 6 pagi. Lagi-lagi mengalahkan saya yang ganteng ini. Saya  sampai di sekolah biasanya bersamaan dengan gerbang akan ditutup..  seringkali gerbang sudah ditutup malah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih belum terlalu aneh? Ketika SMP dia tinggal bersama dengan paman  dan bibinya yang jarang di rumah. Orang tuanya merantau ke Jakarta  bekerja sebagai petani. Sekecil itu urusan mencuci baju dikerjakan  sendiri, pantas bajunya kumal tidak pernah mengenal setrika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan pernah ketika saya main ketempatnya, saya mendapati dia  tubuhnya penuh lumpur, seorang diri sedang menggali tanah untuk membuat  batu bata. Tubuh kecilnya sudah tak terlihat dari atas, cuma  gumpalan-gumpalan tanah secara rutin beterbangan ke atas dari dalam  tanah menandakan aktifitasnya. Anda tahu pekerjaan membuat batu bata itu  seperti apa? pokoknya bukan pekerjaan anak-anak deh..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih belum terlalu aneh juga? Beberapa bulan lalu, hari sabtu dia  main ke rumah saya di Purwokerto. Kami jalan-jalan keliling Purwokerto  mencari onderdil dan aksesoris motor. Pokoknya, berapapun biayanya, asal  untuk motor OK lah… jangan heran, Amin sekarang sudah sukses, bekerja  sebagai teknisi di PT Holcim Indonesia. Dari ribuan pendaftar, yang  diterima hanya 16 orang. Aminlah salah satunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amin bermalam di tempat saya. Sedang mengobrol santai, tiba-tiba dia cerita begini, “Dev, besok pagi kan aku mau lamaran…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gludak! Saya tercengang. “Lah ngapain kamu di sini?” Saya berondong pertanyaan, “ Pakaian sudah siap? seserahan sudah siap? &lt;em&gt;Ugorampe&lt;/em&gt; lainnya sudah siap? Ortu kamu gimana?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jawabnya singkat, “Belum. Gampanglah besok pagi”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Luar biasa!!! Bahkan saya belum tahu siapa calon istrinya! bahkan katanya dia juga belum terlalu kenal siapa calon istrinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Iya saya tahu, sebenarnya dalam Islam pacaran itu tidak ada. Adanya  adalah Ta’ aruf. Pun bukan ta’aruf ala Artis Solmed. Ta’aruf yang benar  ya ala si Amin ini. Tapi kan.. tapi kan.. Banyak tapinya deh untuk bisa  mengaplikasikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sial! lagi-lagi saya yang ganteng ini kalah. Tahu yang lebih  menyebalkan? Ketika kondangan, saya dapati mertuanya adalah seorang  pegawai pertamina yang tinggal di perumahan elit pertamina Cilacap. Tahu  yang paling menyebalkan? Istrinya itu loh….. Subhanallah….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih belum terlalu aneh juga? Ketika sms saya, Amin tidak pernah  menulis “Assalamungalaikum..” tetapi menulis, “Bismillah…” hehehe.. Oke  oke, ini memang tidak terlalu aneh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang aneh, Amin ini anti dengan yang namanya di foto. Dia hobi  fotografi, tetapi hanya memotret bunga dan pemandangan alam saja. Tahu  kan alasannya kenapa? Dalam Islam menggambar/menyimpan gambar mahluk  bernyawa itu tidak boleh. Ini shahih dan tidak ada bantahan. Hanya saja  sekali lagi, Tapi kan.. tapi kan.. Banyak tapinya deh untuk bisa  mengaplikasikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih belum terlalu aneh juga? Amin ini sekarang istiqomah  menghindari yang namanya menyanyi atau mendengakan musik, lagu islami  atau nasyid sekalipun. Siapa sih manusia yang tidak suka dengan musik?  hampir dipastikan tidak ada… Karena mendengarkan musik atau menyanyi itu  enak.. tapi justru karena itu lah… itulah tantangannya.. jangan tanya  soal Ayu Ting Ting kepadanya yah, dia gak bakal tahu. Tahu kan alasannya  kenapa? Saya bukan ahli agama, ke masjid juga jarang, tapi sebenarnya  dalam Islam itu menyanyi/memainkan alat musik/ mendengarkan lagu itu  tidak boleh. Ini shahih saudara-saudara… Tidak ada alasan walau untuk  berdakwah sekalipun. Hanya saja sekali lagi, Tapi kan.. tapi kan..  Banyak tapinya deh untuk bisa mengaplikasikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih belum terlalu aneh juga? Amin ini sangat ketat menjaga hartanya  dari riba. Seringan-ringannya dosa riba adalah bagaikan seorang anak  yang menzinahi ibunya sendiri. Horor kan? Kita sudah terjebak dalam  sistem perekonomian dan perbankan sesat.Tetapi tidak dengan Amin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih belum terlalu aneh juga? Kita bayangkan hidupnya Amin akan  hampa, sepi dan membosankan tanpa musik, lukisan/foto narsis-narsisan,  serta televisi yang merupakan perpaduan keduanya, susah tanpa perbankan,  tertekan karena harus menahan keinginan ini dan itu. Nyatanya TIDAK!  Amin terlihat sangat bahagia dan hidupnya damai, tenang, sederhana,  lega, dan sepertinya jarang galau, tidak seperti saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa? masih belum terlalu aneh?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya nyerah deh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oke, paling aneh adalah jika saya lebih dahulu masuk surga daripada si Amin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hahahahah… Ngimpi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari perbanyak istighfar dan memohon ampun, semoga setidaknya, kita satu antrian di belakang Amin gitu…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Astaghfirullahhala’dzim…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Astaghfirullahhala’dzim…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Astaghfirullahhala’dzim…&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya sungguh-sungguh ini.. Bukan guyon..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;—————-&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Eh, tunggu sebentar saudara-saudara,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bisa jadi bukan Amin yang aneh.. Saya lah yang aneh.. kita lah yang aneh…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sumber : http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2011/11/13/orang-salafy-yang-aneh/#&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-6960869790248159853?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/6960869790248159853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/12/orang-salafy-yang-aneh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/6960869790248159853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/6960869790248159853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/12/orang-salafy-yang-aneh.html' title='Orang Salafy yang Aneh'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-3786139690473834795</id><published>2011-09-09T17:01:00.001+07:00</published><updated>2011-09-09T17:04:11.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Hukum Menonton Televisi</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com - &lt;/strong&gt;Televisi sama halnya seperti radio,  surat kabar, dan majalah. Semua itu hanyalah alat atau media yang  digunakan untuk berbagai maksud dan tujuan sehingga kita tidak dapat  mengatakannya baik atau buruk, halal atau haram. Segalanya tergantung  pada tujuan dan materi acaranya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seperti halnya pedang, di tangan  mujahid ia adalah alat untuk berjihad; dan bila di tangan perampok, maka  pedang itu merupakan alat untuk melakukan tindak kejahatan. Oleh  karenanya sesuatu dinilai dari sudut penggunaannya, dan sarana atau  media dinilai sesuai tujuan dan maksudnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Televisi dapat saja  menjadi media pembangunan dan pengembangan pikiran, ruh, jiwa, akhlak,  dan kemasyarakatan. Demikian pula halnya radio, surat kabar, dan  sebagainya. Tetapi di sisi lain, televisi dapat juga menjadi alat  penghancur dan perusak. Semua itu kembali kepada materi acara dan  pengaruh yang ditimbulkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dapat saya katakan bahwa media-media  ini mengandung kemungkinan baik, buruk, halal, dan haram. Seperti saya  katakan sejak semula bahwa seorang Muslim hendaknya dapat mengendalikan  diri terhadap media-media seperti ini, sehingga dia menghidupkan radio  atau televisi jika acaranya berisi kebaikan, dan mematikannya bila  berisi keburukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lewat media ini seseorang dapat menyaksikan dan  mendengarkan berita-berita dan acara-acara keagamaan, pendidikan,  pengajaran, atau acara lainnya yang dapat diterima (tidak mengandung  unsur keburukan/keharaman). Sehingga dalam hal ini anak-anak dapat  menyaksikan gerakan-gerakan lincah dari suguhan hiburan yang  menyenangkan hatinya atau dapat memperoleh manfaat dari tayangan acara  pendidikan yang mereka saksikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun begitu, ada acara-acara  tertentu yang tidak boleh ditonton, seperti tayangan film-film Barat  yang pada umumnya merusak akhlak. Karena di dalamnya mengandung  unsur-unsur budaya dan kebiasaan yang bertentangan dengan akidah Islam  yang lurus. Misalnya, film-film itu mengajarkan bahwa setiap gadis harus  mempunyai teman kencan dan suka berasyik masyuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemudian hal itu  dibumbui dengan bermacam-macam kebohongan, dan mengajarkan bagaimana  cara seorang gadis berdusta terhadap keluarganya, bagaimana upayanya  agar dapat bebas keluar rumah, termasuk memberi contoh bagaimana membuat  rayuan dengan kata-kata yang manis. Selain itu, jenis film-film ini  juga hanya berisikan kisah-kisah bohong, dongeng-dongeng khayal, dan  semacamnya. Singkatnya, film seperti ini hanya menjadi sarana untuk  mengajarkan moral yang rendah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Secara objektif saya katakan bahwa  sebagian besar film tidak luput dari sisi negatif seperti ini, tidak  sunyi dari adegan-adegan yang merangsang nafsu seks, minum khamar, dan  tari telanjang. Mereka bahkan berkata, “Tari dan dansa sudah menjadi   kebudayaan dalam dunia kita, dan ini merupakan ciri peradaban yang  tinggi. Wanita yang tidak belajar berdansa adalah wanita yang tidak  modern. Apakah haram jika seorang pemuda duduk berdua dengan seorang  gadis sekedar  untuk bercakap-cakap serta saling bertukar janji?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inilah  yang menyebabkan orang yang konsisten pada agamanya dan menaruh  perhatian terhadap akhlak anak-anaknya melarang memasukkan media-media  seperti televisi dan sebagainya ke rumahnya. Sebab mereka berprinsip,  keburukan yang ditimbulkannya jauh lebih banyak daripada kebaikannya,  dosanya lebih besar daripada manfaatnya, dan sudah tentu yang demikian  adalah haram. Lebih-lebih media tersebut memiliki pengaruh yang sangat  besar terhadap jiwa dan pikiran, yang cepat sekali menjalarnya, belum  lagi waktu yang tersita olehnya dan menjadikan kewajiban terabaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak  diragukan lagi bahwa hal inilah yang harus disikapi dengan hati-hati,  ketika keburukan dan kerusakan sudah demikian dominan. Namun cobaan ini  telah begitu merata, dan tidak terhitung jumlah manusia yang tidak lagi  dapat menghindarkan diri darinya, karena memang segi-segi positif dan  manfaatnya juga ada. Karena itu, yang paling mudah dan paling layak  dilakukan dalam menghadapi kenyataan ini adalah sebagaimana yang telah  saya katakan sebelumnya, yaitu berusaha memanfaatkan yang baik dan  menjauhi yang buruk di antara film bentuk tayangan sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal  ini dapat dihindari oleh seseorang dengan jalan mematikan radio atau  televisinya, menutup surat kabar dan majalah yang memuat gambar-gambar  telanjang yang terlarang, dan menghindari membaca media yang memuat  berita-berita  dan tulisan yang buruk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manusia adalah mufti bagi  dirinya sendiri, dan dia dapat menutup pintu kerusakan dari dirinya.  Apabila ia tidak dapat mengendalikan dirinya atau keluarganya, maka  langkah yang lebih utama adalah jangan memasukkan media-media tersebut  ke dalam rumahnya sebagai upaya preventif (saddudz dzari’ah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inilah pendapat saya mengenai hal ini, dan Allahlah Yang Maha Memberi Petunjuk dan Memberi Taufiq ke jalan yang lurus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kini  tinggal bagaimana tanggung jawab negara secara umum dan tanggung jawab  produser serta seluruh pihak  yang  berkaitan dengan media-media  informasi tersebut. Karena bagaimanapun, Allah akan meminta  pertanggungjawaban kepada mereka terhadap semua itu. Maka  hendaklah  mereka mempersiapkan diri sejak sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(cr01/RoL)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/08/14303/hukum-menonton-televisi/"&gt;&lt;em&gt;Sumber: Fatwa-Fatwa Kontemporer, Dr. Yusuf Qaradhawi&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-3786139690473834795?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/3786139690473834795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/09/hukum-menonton-televisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/3786139690473834795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/3786139690473834795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/09/hukum-menonton-televisi.html' title='Hukum Menonton Televisi'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-7585726746377360135</id><published>2011-09-07T15:16:00.002+07:00</published><updated>2011-09-07T16:51:49.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku surgaku'/><title type='text'>Al-Khitbah Atau Meminang</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;font-size:100%;" &gt;A. MAKNA DAN HUKUM MEMINANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khitbah dengan dikasrah 'kho"nya berarti pendahuluan "ikatan&lt;br /&gt;pernikahan" yang maknanya permintaan seorang laki-laki pada wanita untuk dinikahi. Dan hal ini pada umumnya ada pada laki-laki. Maka yang memulai disebut "khoothoban” (yang meminang) sedang yang lain disebut "makhthuuban” (yang dipinang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminang itu sunnah sebelum akad nikah, karena Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam meminang untuk dirinya dan untuk yang lain. Dan tujuan meminang yaitu : mengetahui pendapat yang dipinang, apakah ada setuju atau tidak. Demikian juga untuk mengetahui pendapat walinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminang itu akan mengungkap keadaan, sikap wanita itu dan keluarganya. Dimana kecocokan dua unsur ini dituntut sebelum akad nikah, dan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam telah melarang menikahi seorang wanita kecuali dengan izin wanita tersebut, sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata: telah bersabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak dinikahi seorang janda kecuali sampai dia minta dan tidak dinikahi seorang gadis sampai dia mengijinkan (sesuai kemauannya),&lt;br /&gt;Mereka bertanya "Ya Rasulullah, bagaimana ijinnya ? Beliau menjawab 'Jika dia diam'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bila janda dikuatkan dengan musyawarahnya dan wali butuh pada kesepakatan yang terang-terangan untuk menikah. Adapun gadis, wali harus minta ijinnya, artinya dia dimintai ijin/pertimbangan untuk menikah dan tidak dibebani dengan jawaban yang terang-terangan untuk menunjukkan keridhaannya, tetapi cukup dengan diamnya, sungguh dia malu untuk menjawab dengan terang-terangan. Dan makna ini juga terdapat dalam hadits 'Aisyah radhiallahu 'anha bahwa beliau berkata&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah, sesungguhnya gadis itu akan malu", maka beliau bersabda:&lt;br /&gt;Ridhanya ialah diamnya'&lt;br /&gt;(HR Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi hendaknya diyakinkan bahwa diamnya adalah diam ridha, bukan&lt;br /&gt;diam menolak, dan itu harus diketahui oleh walinya dengan melihat kenyataan&lt;br /&gt;dan tanda-tandanya. Dan perkara ini tidak samar lagi bagi wali pada umumnya.&lt;br /&gt;Adapun kesepakatan wali dari pihak wanita itu merupakan perkara yang harus dan merupakan syarat dalam nikah menurut jumhur ulama karena jelasnya hadits dari Nabi sala'lahu 'a/aihi wa sallam yang bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada nikah kecuali dengan wali.”&lt;br /&gt;(HR Ahmad dan Ashhabus Sunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jumhur mengambil dalil atas syarat ridhanya wali dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya”&lt;br /&gt;(QS Al-Baqarah : 232)&lt;br /&gt;Artinya : Jangan kau cegah wanita yang tercerai untuk kembali ke pangkuan suaminya, karena dia lebih berhak untuk ruju' jika memungkinkan secara syariat. Telah berkata Imam Syafii "Ini ayat yang paling jelas tentang permasalahan wali dan kalau tidak maka pelarangan wali tidak bermakna".&lt;br /&gt;(Lihat Subulussalaam Syarah Bulughul Maram, Ash-Shan'any, juz 3 hal 130).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. MEMANDANG PINANGAN (NADZOR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya di dalam hukum syariat melihat wanita asing bagi lelaki dan sebaliknya adalah haram. Yang diwajibkan adalah menundukan pandangan dari yang haram bagi laki-laki maupun wanita, firman Allah Ta'ala (yang artinya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat; Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.&lt;br /&gt;Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putera saudara laki¬-laki mereka, atau putera saudara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki ; atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita, Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung"&lt;br /&gt;(Q.S An¬Nuur : 30-31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang meminang, memandang gadis yang dipinangnya atau sebaliknya maka itu boleh, bahkan itu dianjurkan. Akan tetapi dengan syarat berniat untuk mengkhitbah. Hadits-hadits tentang ini banyak sekali.&lt;br /&gt;Adapun dalam hadits Shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam telah berkata pada seseorang yang akan menikahi wanita :&lt;br /&gt;'Apakah engkau telah melihatnya ? dia berkata : "Belum". Beliau bersabda :'Maka&lt;br /&gt;pergilah, lalu lihatlah padanya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, Hakim dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu : Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;“Jika salah seorang diantara kalian meminang seorang perempuan dan jika mampu melihat seorang perempuan dari apa-apa yang mendorong kamu untuk menikahinya maka kerjakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang meminang boleh memandang pinangannya pada telapak tangan dan wajah saja menurut jumhur ulama. Karena wajah cukup untuk bukti kecantikannya dan dua tangan cukup untuk bukti keindahan/kehalusan kulit badannya. Adapun yang lebih jauh dari itu kalau dimungkinkan, maka hendaknya orang yang meminang mengutus ibunya atau saudara perempuannya untuk menyingkapnya, seperti bau mulutnya, bau ketiaknya dan badannya, serta keindahan rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih baik orang yang meminang melihat pada yang dipinang sebelum dia meminang, sehingga jika dia tidak suka padanya, maka dia bisa berpaling dari perempuan itu tanpa menyakitinya. Dan tidak disyaratkan adanya keridhaan atau sepengetahuan si wanita itu, bahkan si lelaki itu boleh melihat tanpa diketahui wanita pinangannya atau ketika dia lalai (diintip) dan itu lebih utama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Thabrani dari Abi Humaid As-Sa'idi Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila seorang diantara kamu meminang wanita, maka tidak mengapa kamu melihatnya jika kamu melihatnya untuk dipinang, meskipun wanita itu tidak tahu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang menjadi kebiasaan kaum muslimin dalam 'pinangan' yaitu berdua-berduaan, pergi dan bergadang berdua, maka itu adalah racun karena mengikuti kebiasaan orang-orang barat yang jelek, yang menyerbu negeri-negeri muslimin. Alasan mereka yaitu masing¬-masing dari dua orang yang bertunangan akan bisa saling mempelajari karakter yang lainnya dengan jalan tersebut dan untuk lebih mengenal agar nanti menjadi pasangan yang ideal dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sesuatu yang tidak benar berdasarkan kenyataan sebab masing-masing berpura-pura dihadapan pasangannya dengan apa-¬apa yang tidak ada padanya, yakni berupa akhlaq yang baik. Dan menampakkan bagi pasangan apa-apa yang berbeda dari kenyataanya dan tidak menampakkan aslinya kecuali setelah nikah dimana telah hilang sikap kepura-puraan itu dan terbongkar hakekat dari masing-masing keduanya. Maka mereka akan ditimpa kekecewaan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tahu berdasarkan pengalaman kami di mahkamah syar’iyyah bahwa menempuh jalan yang disyari'atkan dan menjaga hukum-hukum syari'at dari keduanya di semua tahapan-¬tahapan dalam menuju pernikahan, dimulai dari khitbah sampai dengan malam pengantin merupakan sebab yang menjamin kebahagiaan rumah tangga bagi keduanya dengan taufiq dan keridhoan Allah Subhanahu wa ta'ala. Adapun orang yang melakukan&lt;br /&gt;tahapan-tahapan itu dengan kebiasaan orang-orang kafir yang jelek maka mereka akan mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. SIFAT-SIFAT YANG DITUNTUT DALAM MEMINANG DAN MENERIMA PINANGAN&lt;br /&gt;Ketika pemuda dan pemudi menginjak remaja maka mulailah dalam pikirannya terbetik kriteria-kriteria dan sifat-sifat siapa calon pendampingnya untuk menjadi isterinya pada suatu hari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pandangan orang terhadap sifat-sifat itu berbeda-beda, sesuai denga taraf pendidikannya yang dia tumbuh padanya. Maka sebagian mereka ada yang membuat kriteria, yang meliputi beberapa syarat seperti bentuk badan tingginya, warna kulitnya, warna mata. Dan diantara mereka ada yan mensyaratkan dari sisi hartanya, kekayaannya, nasab dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua syarat-syarat ini dalam kenyataannya dituntut dan disukai, juga tidak dilarang untuk mencari orang yang demikian itu. Akan yang lebih baik dari itu semuanya adalah agamanya. Dalilnya yang diriwayatkan imam Bukhori dan Muslim dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dinikahi wanita karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya, maka utamakanlah yang punya agama sehingga kamu akan beruntung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna "yang memiliki agama" yaitu : wanita yang beragama, shalihah dan berakhlak baik. Maka hendaknya tujuan meminang adalah memilih wanita yang punya agama. Adapun bila terkumpul semua sifat-sifat yang lain dari harta, keturunan dan kecantikan disertai punya agama, maka itu adalah kebaikan di atas kebaikan. Akan tetapi tidak ada kebaikan pada seseorang yang memiliki harta atau keturunan, atau kecantikan&lt;br /&gt;tanpa punya agama. Wanita yang punya kecantikan tanpa agama adalah wanita yang menipu orang lain dan diri sendiri, dan wanita yang punya harta tanpa agama adalah wanita yang menindas, lacur atau rakus. Adapun wanita yang punya , keturunan, pangkat tanpa agama, dia wanita yang sombong. Adapun wanita yang punya agama ialah&lt;br /&gt;wanita yang selalu taat, akhlaknya baik, tawadhu' sekalipun dia punya kecantikan, kekayaan, pangkat yang tinggi atau keturunan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan serta sifat-sifat ini tidak hanya khusus pada wanita saja, bahkan juga untuk laki-laki. Maka bagi wanita yang dipinang, agar jangan tertipu dengan kekayaan, ketampanannya, keturunan atau pangkatnya. Bahkan wanita wajib unluk meneliti terlebih dahulu agamanya, jika lelaki itu termasuk beragama, shaleh, maka sungguh terkumpul padanya syarat-syarat terpenting, sehingga jadilah sifat-sifat menempati peringkat kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya seorang lelaki yang beragama akan menjaga warita dan memeliharanya, dan akan mempergauli isterinya dengan cara yang baik, akan bersabar atas kekurangan-kekurangan isteri, dan ini yang terpenting. Maka bila Iaki-laki itu mencintainya, dia akan memuliakan isterinya, dan jika dia membencinya, dia tidak akan mendhaliminya meskipun si isteri suka hidup brrsamanya, dan bila lebih mengutamakan bercerai, maka dia tidak menahannya untuk menyakitinya, tetapi dia pisah dengan perpisahan yang sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kehidupan 'suami - isteri' penuh dengan kesulitan dan tanggung jawab yang berat serta berhadapan dengan keadaan yang selalu berubah. Jika rumah tangganya ditegakan karena harta, kemudian hilang hartanya, maka apa yang terjadi ? dan jika ditegakkan di atas kecantikan atau kedudukan, kemudian berubah, maka apa yang terjadi ? Tidak diragukan lagi akan terjadi perpecahan dalam rumah tangga dan akan muncul perselisihan, karena pernikahannya tidak ditegakkan di atas dasar yang kokoh, tetapi atas syahwat Individu tanpa pangkal dan landasan yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun apabila pernikahan dibangun atas dasar menjaga agama, dimana agama itu merupakan aqidah yang tetap dan kokoh di hati muslim yang beragama, dia bangun diatasnya perbuatan dan perkataannya, dan dari dasar Itu dia bermuamalah dengan yang lainnya. Maka kita tahu, bahwa seorang muslim yang beragama, baik laki-laki maupun perempuan, dia akan bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala dalam keadaan lapang, dan bersabar dalam keadaan sempit. Dia akan bergaul atau mensikapi kenyataan dengan iman dan sabar, dan dia akan saling tolong-menolong dengan isterinya ( teman hidupnya) dengan penuh amanah dan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. CINTA, RINDU DAN CEMBURU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syari. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya ¬pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yang rendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal in adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta (AI-Hubb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai, dan itu termasuk amalan hati, bukan amalan anggota badan/dhahir. Pernikahan itu tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika ada cinta dan kasih sayang diantara suami-isteri. Dan kuncinya kecintaan adalah pandangan. Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, menganjurkan pada orang yang meminang untuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta, seperti telah kami jelaskan dalam bab Kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasa'i dari Mughirah bin Su'bah Radhiyallahu ‘anhu berkata ;"Aku telah meminang seorang wanita", lalu Rasulullah&lt;br /&gt;shalallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepadaku :'Apakah kamu telah melihatnya ?" Aku berkata :"Belum", maka beliau bersabda : 'Maka lihatlah dia, karena sesungguhnya hal itu pada akhimya akan lebih menambah kecocokan dan kasih sayang antara kalian berdua'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kami tahu bahwa kebanyakan dari orang-orang, lebih-lebih pemuda dan pemudi, mereka takut membicarakan masalah "cinta", bahkan umumnya mereka mengira pembahasan cinta adalah perkara-perkara yang haram, karena itu mereka merasa menghadapi cinta itu dengan keyakinan dosa dan mereka mengira diri mereka bermaksiat, bahkan salah seorang diantara mereka memandang, bila hatinya condong pada seseorang berarti dia telah berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, bahwa di sini banyak sekali kerancuan-kerancuan dalam pemahaman mereka tentang "cinta" dan apa-apa yang tumbuh dari cinta itu, dari hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dimana mereka beranggapan bahwa cinta itu suatu maksiat, karena sesungguhnya dia memahami cinta itu dari apa-apa yang dia lihat dari lelaki-lelaki rusak dan perempuan-perempuan rusak yang diantara mereka menegakkan hubungan yang tidak disyariatkan. Mereka saling duduk, bermalam, saling bercanda, saling menari, dan minum-minum, bahkan sampai mereka berzina di bawah semboyan cinta. Mereka mengira bahwa 'cinta' tidak ada lain kecuali yang demikian itu. Padahal sebenarnya tidak begitu, tetapi justru sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat dari syahwat¬-syahwat yang telah Allah hiaskan pada manusia dalam masalah cinta, Artinya Allah menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati laki-laki itu cenderung pada wanita, sebagaimana firman Allah Ta'ala (yang artinya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak,... “,&lt;br /&gt;(Q.S Ali¬-Imran : 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan tidak ada rasa cinta lelaki pada wanita atau sebaliknya, maka tidak ada pernikahan, tidak ada keturunan dan tidak ada keluarga. Namun, Allah Ta'ala tidaklah menjadikan lelaki cinta pada wanita atau sebaliknya supaya menumbuhkan diantara keduanya hubungan yang diharamkan, tetapi untuk menegakkan hukum-hukum yang disyari'atkan dalam bersuami isteri, sebagaimana tercantum dalam hadits Ibnu Majah, dari Abdullah bin Abbas radiyallahu anhuma berkata : telah bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak terlihat dua orang yang saling mencintai, seperti pemikahan .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan agar orang-orang Islam menjauhi jalan-jalan yang rusak atau keji, maka Allah telah menyuruh yang pertama kali agar menundukan pandangan, karena pandangan' itu kuncinya hati, dan Allah telah haramkan semua sebab-sebab yang mengantarkan pada Fitnah, dan kekejian, seperti berduaan dengan orang yang bukan mahramya, bersenggolan, bersalaman, berciuman antara lelaki dan wanita, karena perkara ini dapat menyebabkan condongnya hati. Maka bila hati telah condong, dia akan sulit sekali menahan jiwa setelah itu, kecuali yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah lah yang menghiasi bagi manusia untuk cinta pada syahwat ini, maka manusia mencintainya dengan cinta yang besar, dan sungguh telah tersebut dalam hadits bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diberi rasa cinta padaku dari dunia kalian ; wanita dan wangi¬-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat”&lt;br /&gt;( HR Ahmad, Nasa'i, Hakim dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Allah tidak akan menyiksa manusia dalam kecenderungan hatinya. Akan tetapi manusia akan disiksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan. Contohnya : apabila lelaki dan wanita saling pandang memandang atau berduaan atau duduk cerita panjang lebar, lalu cenderunglah hati keduanya dan satu sama lainnya saling mencinta, maka kecondongan ini tidak akan menyebabkan keduanya disiksanya, karena hal itu berkaitan dengan hati, sedang manusia tidak bisa untuk menguasai hatinya. Akan tetapi, keduanya diazab karena yang dia lakukan. Dan karena keduanya melakukan sebab yang menyampaikan pada 'cinta', seperti telah kami sebutkan. Dan keduanya akan dimintai tanggungjawab dan akan disiksa juga dari setiap keharaman yang dia perbuat setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cinta yang murni yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan oleh sebagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahwa orang yang mencintai seseorang lalu menjaga kehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala, sebagaimana akan dijelaskan dalam ucapan kami dalam bab 'Rindu'. Dan dalam keadaan yang mutlak, sesungguhnya yang paling selamat yaitu menjauhi semua sebab-sebab yang menjerumuskan hati dalam persekutuan cinta, dan mengantarkan pada bahaya-bahaya yang banyak, namun sangat sedikit mereka yang selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rindu (Al-'Isyq)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu itu ialah cinta yang berlebihan, dan ada rindu yang disertai dengan menjaga diri dan ada juga yang diikuti dengan kerendahan. Maka rindu tersebut bukanlah hal yang tercela dan keji secara mutlak. Tetapi bisa jadi orang yang rindu itu, rindunya disertai dengan menjaga diri dan kesucian, dan kadang-kadang ada rindu itu disertai kerendahan dan kehinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah disebutkan, dalam ucapan kami tentang cinta maka rindu juga seperti itu, termasuk amalan hati, yang orang tidak mampu menguasainya. Tapi manusia akan dihisab atas sebab-sebab yang diharamkan dan atas hasil-hasilnya yang haram. Adapun rindu yang disertai dengan menjaga diri padanya dan menyembunyikannya dari orang-orang, maka padanya pahala, bahkan Ath-Thohawi menukil dalam kitab Haasyi'ah Marakil Falah dari Imam Suyuthi yang mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan dari orang-orang meskipun kerinduan itu timbul dari perkara yang haram sebagaimana pembahasan dalam masalah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ucapan Suyuthi adalah orang-orang yang memendam kerinduan baik laki-laki maupun perempuan, dengan tetap menjaga kehormatan dan menyembunyikan kerinduannya sebab dia tidak mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya dan bersabar atasnya sampai mati karena kerinduan tersebut maka dia mendapatkan pahala syahid di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak aneh jika fahami kesabaran orang ini dalam kerinduan bukan dalam kefajiran yang mengikuti syahwat dan dia bukan orang yang rendah yang melecehkan kehormatan manusia bahkan dia adalah seorang yang sabar, menjaga diri meskipun dalam hatinya ada kekuatan dan ada keterkaitan dengan yang dirindui, dia tahan kekerasan jiwanya, dia ikat anggota badannya sebab ini di bawah kekuasaannya. Adapun hatinya dia tidak bisa menguasai maka dia bersabar atasnya dengan sikap afaf (menjaga diri) dan menyembunyikan kerinduannya sehingga dengan itu dia mendapa pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cemburu (Al-Ghairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemburu ialah kebencian seseorang untuk disamai dengan orang lain dalam hak-haknya, dan itu merupakan salah satu akibat dari buah cinta. Maka tidak ada cemburu kecuali bagi orang yang mencintai. Dan cemburu itu ternasuk sifat yang baik dan bagian yang mulia, baik pada laki-laki atau wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang wanita cemburu maka dia akan sangat marah ketik~asuaminya berniat kawin dan ini fitrah padanya. Sebab perempuan tidak akan menerima madunya karena kecemburuannya pada suami, dia senang bila diutamakan, sebab dia mencintai suaminya. Jika dia tidak mencintai suaminya, dia tidak akan peduli (lihat pada bab 1). Kita tekankan lagi disini bahwa seorang wanita akan menolak madunya, tetapi tidak boleh menolak hukum syar'i tentang bolehnya poligami. Penolakan wanita terhadap madunya karena gejolak kecemburuan, adapun penolakan dan pengingkaran terhadap hukum syar'i tidak akan terjadi kecuali karena kelalaian dan kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun wanita yang shalihah, dia akan menerima hukum-hukum syariat dengan tanpa ragu¬-ragu, dan dia yakin bahwa padanya ada semua kebaikan dan hikmah. Dia tetap memiliki kecemburuan terhadap suaminya serta ketidaksenangan terhadap madunya.&lt;br /&gt;Kami katakan kepada wanita-wanita muslimah khususnya, bahwa ada bidadari yang jelita matanya yang Allah Ta'ala jadikan mereka untuk orang mukmin di sorga. Maka wanita muslimat tidak boleh mengingkari adanya 'bidadari' ini untuk orang mukmin atau mengingkari hai-hal tersebut, karena dorongan cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami katakan padanya :&lt;br /&gt;1. Dia tidak tahu apakah dia akan berada bersama suaminya di surga kelak atau tidak.&lt;br /&gt;2. Bahwa cemburu tidak ada di surga, seperti yang ada di dunia.&lt;br /&gt;3. Bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala telah mengkhususkan juga bagi wanita dengan kenikmatan-kenikmatan yang mereka ridlai, meski klta tidak mengetahui secara rinci.&lt;br /&gt;4. Surqa merupakan tempat yang kenikmatannya belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik dalam hati manusia, seperti firman Allah Ta'ala :&lt;br /&gt;“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaltu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata scbagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”&lt;br /&gt;(Q.S As-Sajdah : 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tak seorang pun mengetahui apa yang tcrsembunyi bagi mereka dari bidadari-bidadari penyejuk mata sebagai balasan pada apa-apa yang mereka lakukan. Dan di sorga diperoleh kenikmatan-kenikmatan bagi mukmin dan mukminat dari apa-apa yang mereka inginkan, dan juga didapatkan hidangan-hidangan, dan akan menjadi saling ridho di antara keduanya sepenuhnya. Maka wajib bagi keduanya (suami-isteri) di dunia ini untuk beramal sholeh agar memperoleh kebahagiaan di sorga dengan penuh kenikmatan dan rahmat Allah Ta'ala yang sangat mulia lagi pemberi rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kecemburuan seorang laki-laki pada keluarganya dan kehormatannya, maka hal tersebut 'dituntut dan wajib' baginya karena termasuk kewajiban seorang laki-laki untuk cemburu pada kehormatannya dan kemuliaannya. Dan dengan adanya kecemburuan ini, akan menolak adanya kemungkaran di keluarganya. Adapun contoh kecemburuan dia pada isteri dan anak-anaknya, yaitu dengan cara tidak rela kalau meraka telanjang dan membuka tabir di depan laki-laki yang bukan mahramnya, bercanda bersama mereka, hingga seolah-olah laki-laki itu saudaranya atau anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya bahwa kecemburuan seperti ini, di jaman kita sekarang dianggap ekstrim-fanatik, dan lain-lain. Akan tetapi akan hilang keheranan itu ketika kita sebutkan bahwa manusia di jaman kita sekarang ini telah hidup dengan adat barat yang jelek. Dan maklum bahwa masyarakat barat umumnya tidak mengenal makna aib, kehormatan dan tidak kenal kemuliaan, karena serba boleh (permisivisme), mengumbar hawa nafsu kebebasan saja. Maka orang¬orang yang mengagumi pada akhlaq-akhlaq barat ini tidak mau memperhatikan pada akhlaq Islam yang dibangun atas dasar penjagaan kehormatan, kemuliaan clan keutamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam telah mensifati seorang laki-laki yang tidak cemburu pada keluarganya dengan sifat-¬sifat yang jelek, yaitu Dayyuuts: Sungguh ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabraani dari Amar bin Yasir ; serta dari Al-Hakim, Ahmad dan Baihaqi dan Abdullah bin Amr , dari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bahwa ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga yaitu peminum khomr, pendurhaka orang tua dan dayyuts. Kemudian Nabi menjelaskan tentang dayyuts, yaitu orang yang membiarkan keluarganya dalam kekejian atau kerusakan, dan keharaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip darikitab Ushulul Mu’asyarotil Zaujiyah, Edisi Indonesia “Tata Pergaulan Suami Istri Jilid I” Penerbit Maktabah Al-Jihad, Jogjakarta)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-7585726746377360135?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/7585726746377360135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/09/al-khitbah-atau-meminang_07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/7585726746377360135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/7585726746377360135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/09/al-khitbah-atau-meminang_07.html' title='Al-Khitbah Atau Meminang'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-8019815595125740540</id><published>2011-09-06T16:11:00.004+07:00</published><updated>2011-09-07T18:28:15.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reference book'/><title type='text'>Untukmu Yang Berjiwa Hanif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-iH2OMPdOloA/TmdVGe38hzI/AAAAAAAAAaA/0BkgGyrVkXg/s1600/untukmu-yang-berjiwa-hanif.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iH2OMPdOloA/TmdVGe38hzI/AAAAAAAAAaA/0BkgGyrVkXg/s320/untukmu-yang-berjiwa-hanif.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649577827414869810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Kr__vFYwBXY/TmXmRGZ4vKI/AAAAAAAAAZ0/Pu-thUTHyfY/s1600/untukmu-yang-berjiwa-hanif.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika jejak-jejak kasih sayang Allah swt sudah mulai tampak di halaman kalbu, awan mahabbah dan kabut cinta Allah swt sedang datang berarak di langit hati, pertanda rahmat hidayah akan turun menyirami taman jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak berselang lama, akan tumbuh bersemi fitrah yang suci, hadir perasaan tunduk dan patuh pada kebenaran, timbul motivasi dan semangat untuk berbuat kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat itulah kehidupan akan dirasa berarti dan kebahagiaan bisa direngkuh kembali. Allah swt berfirman, ” &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Dan Orang-orang yang berjuang dalam jalan Kami, akan Kami beri mereka hidayah menuju jalan-jalan kebaikan kami&lt;/i&gt;.” [QS. Al-Ankabut: 69]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekiranya ia dibiarkan begitu saja, tidak diolah dengan benar bahkan sering ditelantarkan dan dilalaikan, pasti ia berlalu dan meninggalkannya dalam kesendirian menyebabkan ia harus menunggu dan menunggu pada sebuah penantian yang tidak berkesudahan, Allah swt berfirman, “ &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Ketika mereka menyelewengkan dari jalan kebenaran, kami selewengkan hati mereka.&lt;/i&gt; “ [QS. Ash-shaf: 5]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada pilihan lain bagi seorang hamba bagi seorang hamba &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;kecuali melanjutkan pencarian dan memperkokoh keyakinan. Karena bangun dari kelalaian merupakan langkah awal dari sebuah perjalanan menuju &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Shirathul Mustaqim&lt;/i&gt;. Jalan yang telah ditempuh oleh para nabi dan rosul, orang-orang shiddiq, syuhada dan orang-orang yang shalih. Itu pula yang telah dilalui oleh Rosulullah dan para sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beragama ala Rosulullah saw dan menapaki jejak Salafush Shalih itulah sebuah keharusan, itulah hidayah yang hakiki. Allah swt berfirman, “ Sekiranya mereka beriman seperti mereka beriman, niscaya mereka memperoleh hidayah. “[QS. Al-Baqarah: 137]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semoga Allah swt mengambil ubun-ubun kita kepada kebenaran. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tulisan ini diambil dari sebuah buku yang bertajuk “Untukmu yang berjiwa Hanif” ditulis oleh Abu Fatih (Armen Halim bin Jasman Naro) atau ust Armen halim Naro.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beliau adalah salah satu ustadz yang bermanhaj salaf, dan saya pun sangat senang mendengar kajian-kajiannya&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;walau beliau sudah meninggal pada 26 november 2007 yang telah lalu. Smoga Allah swt senantiasa memberikah pahala yang akan terus mengalir seiring ilmu-ilmu islam yang haq yang telah beliau dakwahkan semasa hidupnya. Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-8019815595125740540?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/8019815595125740540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/09/untukmu-yang-berjiwa-hanif_06.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/8019815595125740540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/8019815595125740540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/09/untukmu-yang-berjiwa-hanif_06.html' title='Untukmu Yang Berjiwa Hanif'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-iH2OMPdOloA/TmdVGe38hzI/AAAAAAAAAaA/0BkgGyrVkXg/s72-c/untukmu-yang-berjiwa-hanif.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-1269032763476387911</id><published>2011-08-01T06:50:00.000+07:00</published><updated>2011-08-01T06:52:05.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Doa Berbuka Puasa yang Shahih</title><content type='html'>Masyhur, tak selamanya jadi jaminan. Begitulah yang terjadi pada “doa berbuka puasa”. Doa yang selama ini terkenal di masyarakat, belum tentu shahih derajatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkabulnya doa dan ditetapkannya pahala di sisi Allah ‘Azza wa Jalla dari setiap doa yang kita panjatkan tentunya adalah harapan kita semua. Kali ini, mari kita mengkaji secara ringkas, doa berbuka puasa yang terkenal di tengah masyarakat, kemudian membandingkannya dengan yang shahih. Setelah mengetahui ilmunya nanti, mudah-mudahan kita akan mengamalkannya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Berbuka Puasa yang Terkenal di Tengah Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafazh pertama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ini merupakan bagian dari hadits dengan redaksi lengkap sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu-ed’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud, dan dinilai dhaif oleh Syekh al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab Tahdzirul Khalan min Riwayatil Hadits hawla Ramadhan menuturkan, “(Hadits ini) diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya (2/316, no. 358). Abu Daud berkata, ‘Musaddad telah menyebutkan kepada kami, Hasyim telah menyebutkan kepada kami dari Hushain, dari Mu’adz bin Zuhrah, bahwasanya dia menyampaikan, ‘Sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan, ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.’”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mua’dz ini tidaklah dianggap sebagai perawi yang tsiqah, kecuali oleh Ibnu Hibban yang telah menyebutkan tentangnya di dalam Ats-Tsiqat dan dalam At-Tabi’in min Ar-Rawah, sebagaimana al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Tahdzib at-Tahdzib (8/224).[2]&lt;br /&gt;Dan seperti kita tahu bersama bahwa Ibnu Hibban dikenal oleh para ulama sebagai orang yang mutasahil, yaitu bermudah-mudahan dalam menshohihkan hadits-ed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan lainnya menyebutkan bahwa Mu’adz adalah seorang tabi’in. Sehingga hadits ini mursal (di atas tabi’in terputus). Hadits mursal merupakan hadits dho’if karena sebab sanad yang terputus. Syaikh Al Albani pun berpendapat bahwasanya hadits ini dho’if.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath Thobroni dari Anas bin Malik. Namun sanadnya terdapat perowi dho’if yaitu Daud bin Az Zibriqon, di adalah seorang perowi matruk (yang dituduh berdusta). Berarti dari riwayat ini juga dho’if. Syaikh Al Albani pun mengatakan riwayat ini dho’if.[4]&lt;br /&gt;Di antara ulama yang mendho’ifkan hadits semacam ini adalah Ibnu Qoyyim Al Jauziyah.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafazh kedua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu” (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulla ‘Ali Al Qori mengatakan, “Tambahan ‘wa bika aamantu‘ adalah tambahan yang tidak diketahui sanadnya, walaupun makna do’a tersebut shahih.”[6]&lt;br /&gt;Artinya do’a dengan lafazh kedua ini pun adalah do’a yang dho’if sehingga amalan tidak bisa dibangun dengan do’a tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuka Puasalah dengan Doa-doa Berikut Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a pertama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sebuah hadits shahih tentang doa berbuka puasa, yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”&lt;br /&gt;[Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki](Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678) [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periwayat hadits adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Pada awal hadits terdapat redaksi, “Abdullah bin Umar berkata, ‘Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan ….‘”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan إذا أفطر adalah setelah makan atau minum yang menandakan bahwa orang yang berpuasa tersebut telah “membatalkan” puasanya (berbuka puasa, pen) pada waktunya (waktu berbuka, pen). Oleh karena itu doa ini tidak dibaca sebelum makan atau minum saat berbuka. Sebelum makan tetap membaca basmalah, ucapan “bismillah” sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ucapan وثبت الأجر maksudnya “telah hilanglah kelelahan dan telah diperolehlah pahala”, ini merupakan bentuk motivasi untuk beribadah. Maka, kelelahan menjadi hilang dan pergi, dan pahala berjumlah banyak telah ditetapkan bagi orang yang telah berpuasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a kedua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun doa yang lain yang merupakan atsar dari perkataan Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash radhiyallahu ‘anhuma adalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahumma inni as-aluka bi rohmatikal latii wasi’at kulla syain an taghfirolii-ed”&lt;br /&gt;[Ya Allah, aku memohon rahmatmu yang meliputi segala sesuatu, yang dengannya engkau mengampuni aku](HR. Ibnu Majah: 1/557, no. 1753; dinilai hasan oleh al-Hafizh dalam takhrij beliau untuk kitab al-Adzkar; lihat Syarah al-Adzkar: 4/342) [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—&lt;br /&gt;[1] Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud, Kitab ash-Shaum, Bab al-Qaul ‘inda al-Ifthar, hadits no. 2358.&lt;br /&gt;[2] Tahdzirul Khalan min Riwayatil Hadits hawla Ramadhan, hlm. 74-75.&lt;br /&gt;[3] Lihat Irwaul Gholil, 4/38-ed.&lt;br /&gt;[4] Lihat Irwaul Gholil, 4/37-38-ed.&lt;br /&gt;[5] Lihat Zaadul Ma’ad, 2/45-ed.&lt;br /&gt;[6] Mirqotul Mafatih, 6/304-ed.&lt;br /&gt;[7] Syarah Hisnul Muslim, bab Dua’ ‘inda Ifthari ash-Shaim, hadits no. 176.&lt;br /&gt;[8] Syarah Hisnul Muslim, bab Dua’ ‘inda Ifthari ash-Shaim, hadits no. 177.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Irwaul Gholil fii Takhrij Ahadits Manaris Sabil, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Al Maktab Al Islami, cetakan kedua, 1405 H&lt;br /&gt;Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih, Mala ‘Ali Al Qori, Asy Syamilah.&lt;br /&gt;Syarah Hisnul Muslim, Majdi bin ‘Abdul Wahhab al-Ahmad, Disempurnakan dan Dita’liq oleh Penulis Hisnul Muslim (Syekh Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani).&lt;br /&gt;Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud, Syekh Muhammad Nashirudin al-Albani, Maktabah al-Ma’arif, diunduh dari www.waqfeya.com (URL: http://s203841464.onlinehome.us/waqfeya/books/22/32/sdsunnd.rar)&lt;br /&gt;Tahdzirul Khalan min Riwayatil Hadits hawla Ramadhan, Syekh Abdullah Muhammad al-Hamidi, Dar Ibnu Hazm, diunduh dari www.waqfeya.com (URL: http://ia311036.us.archive.org/0/items/waq57114/57114.pdf)&lt;br /&gt;Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, Tahqiq: Syaikh ‘Abdul Qodir ‘Arfan, Darul Fikr, cetakan pertama, 1424 H (jilid kedua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ummu Asiyah Athirah&lt;br /&gt;Muroja’ah: Abu Rumaysho Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Artikel Muslimah.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-1269032763476387911?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/1269032763476387911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/08/doa-berbuka-puasa-yang-shahih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/1269032763476387911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/1269032763476387911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/08/doa-berbuka-puasa-yang-shahih.html' title='Doa Berbuka Puasa yang Shahih'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-1052662508966216359</id><published>2011-07-19T06:48:00.003+07:00</published><updated>2011-07-19T06:58:58.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Gunung'/><title type='text'>Kebaikan dan keburukan dari hobi mendaki gunung</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari kurang lebih 8 tahun bergelut dengan hobi mendaki gunung dapat aku simpulkan tentang kebaikan dan keburukan dalam aktivitas mendaki gunung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebaikan mendaki gunung :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:-.25in; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri" lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menikmati keindahan alam ciptaan Allah.swt / Taffakur alam (merenungi tentang penciptaan alam) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-.25in; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri" lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Melatih kemandirian dan keberanian dalam menghadapi hidup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-.25in; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri" lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Melatih kesabaran untuk menggapai keberhasilan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-.25in; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri" lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Membentuk pribadi yang humanis (saling peduli terhadap alam maupun sesama manusia)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-.25in; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri" lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Membentuk manusia yang sehat dan kuat (dengan berolahraga)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-.25in; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri" lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;6.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Merefresh kembali pikiran yang suntuk atau melepas kebosanan dalam aktivitas keseharian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri" lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;7.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mengendalikan ego atau keinginan di dalam hati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keburukan mendaki gunung :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seringnya melalaikan ibadah sholat yang telah diwajibkan sebagai seorang muslim saat melakukan pendakian &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;(sebagian besar seperti itu) menurutku ini adalah kesalahan yang sangat FATAL.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jika di pandang dalam kacamata islam ada dua hal yang dilanggar yaitu ikhtilath (bercampurnya antara laki2 dan perempuan tanpa didampingi mahramnya) dan yang kedua adalah saling berjabat tangan terhadap wanita yang b&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;kan muhrimnya. Yang ku tahu ini merupakan kebiasaan2 yang dilakukan para pendaki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ego yang tinggi akan bembahayakan diri sendiri maupun orang lain&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Adanya rasa kebanggaan atau kesombongan tersendiri yang tertanam di hati para pendaki walaupun kadang kita tidak menyadarinya atau menganggap ini adalah sesuatu yang biasa2 saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada aktivitas2 yang lain yang lebih bermanfaat dari mendaki gunung dalam mengisi waktu yang kosong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-1052662508966216359?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/1052662508966216359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/07/kebaikan-dan-keburukan-dari-hobi_19.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/1052662508966216359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/1052662508966216359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/07/kebaikan-dan-keburukan-dari-hobi_19.html' title='Kebaikan dan keburukan dari hobi mendaki gunung'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-4639260102549169571</id><published>2011-05-30T17:42:00.002+07:00</published><updated>2011-05-30T18:03:16.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SURGA</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan  ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan  diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah  beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan  barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya  petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan  benar kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi  bahwasanya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan  Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan  sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam  keadaan muslim.[Ali ‘Imran: 102]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu  dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa)  dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki  dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan Nama-Nya  kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan.  Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” [An-Nisaa': 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan  ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki  amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah  dan Rasul-Nya, maka sungguh ia menang dengan kemenangan yang besar.”  [Al-Ahzaab: 70-71]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur-an) dan  sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa  sallam (As-Sunnah). Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang  diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama)  adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan  tempatnya di Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma ba’du:&lt;br /&gt;Kepada saudara-saudaraku seiman dan se’aqidah...&lt;br /&gt;Mensyukuri nikmat-nikmat Allah adalah wajib hukumnya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,  dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”  [Al-Baqarah: 153]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan  dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia sangat zhalim dan sangat  mengingkari (nikmat Allah).” [Ibrahim : 34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan bahwa manusia sangat zhalim dan  sangat kufur karena mereka tidak mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang  diberikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara nikmat yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat Islam,  iman, rizki, harta, umur, waktu luang, dan kesehatan untuk beribadah  kepada Allah dengan benar dan untuk menuntut ilmu syar’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia diberikan dua kenikmatan, namun banyak di antara mereka yang  tertipu. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak di antara manusia yang tidak mengguna-kan waktu sehat dan waktu  luangnya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak gunakan untuk belajar tentang  Islam, tidak ia gunakan untuk menimba ilmu syar’i. Padahal dengan  menghadiri majelis taklim yang mengajarkan Al-Quran dan As-Sunnah  menurut pemahaman para Shahabat, akan bertambah ilmu, keimanan, dan  ketakwaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Juga dapat menambah amal  kebaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga melalui majelis taklim yang kita kaji dari kitab-kitab para ulama  Salaf, Allah memberikan hidayah kepada kita di atas Islam, ditetapkan  hati dalam beriman, istiqamah di atas Sunnah, serta diberikan hidayah  taufik oleh Allah untuk dapat melaksanakan syari’at Islam secara kaffah  (menyeluruh) dan kontinyu hingga kita diwafatkan oleh Allah Subhanahu wa  Ta’ala dalam keadaan mentauhidkan Allah dan melaksanakan Sunnah. Semoga  Allah senantiasa memudahkan kita untuk selalu menuntut ilmu syar’i,  diberikan kenikmatan atasnya, dan diberikan pemahaman yang benar tentang  Islam dan Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslim tidak akan bisa melaksanakan agamanya dengan benar,  kecuali dengan belajar Islam yang benar berdasarkan Al-Qur-an dan  As-Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih. Agama Islam adalah agama  ilmu dan amal karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam diutus dengan  membawa ilmu dan amal shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang  hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah  sebagai saksi.” [Al-Fat-h: 28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan al-hudaa (petunjuk) dalam ayat ini adalah ilmu yang  bermanfaat. Dan yang dimaksud dengan diinul haqq (agama yang benar)  adalah amal shalih. Allah Ta’ala mengutus Nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wa sallam untuk menjelaskan kebenaran dari kebatilan,  menjelaskan Nama-Nama Allah, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya,  hukum-hukum dan berita yang datang dari-Nya, serta memerintahkan untuk  melakukan segala apa yang bermanfaat bagi hati, ruh, dan jasad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyuruh ummat-nya agar  mengikhlaskan ibadah semata-mata karena Allah Ta’ala, mencintai-Nya,  berakhlak yang mulia, beradab dengan adab yang baik dan melakukan amal  shalih. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang ummatnya dari  perbuatan syirik, amal dan akhlak yang buruk, yang berbahaya bagi hati,  badan, dan kehidupan dunia dan akhiratnya. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk mendapat hidayah dan mensyukuri nikmat Allah adalah dengan  menuntut ilmu syar’i. Menuntut ilmu adalah jalan yang lurus untuk dapat  membedakan antara yang haq dan yang bathil, Tauhid dan syirik, Sunnah  dan bid’ah, yang ma’ruf dan yang munkar, dan antara yang bermanfaat dan  yang membahayakan. Menuntut ilmu akan menambah hidayah serta membawa  kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslim tidaklah cukup hanya dengan menyatakan keislamannya tanpa  berusaha untuk memahami Islam dan mengamalkannya. Pernyataannya harus  dibuktikan dengan melaksanakan konsekuensi dari Islam. Karena itulah  menuntut ilmu merupakan jalan menuju kebahagiaan yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Menuntut Ilmu Syar’i Wajib Bagi Setiap Muslim Dan Muslimah&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.”[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Qurthubi rahimahullaah menjelaskan bahwa hukum menuntut ilmu terbagi dua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, hukumnya wajib; seperti menuntut ilmu tentang shalat,  zakat,  dan puasa. Inilah yang dimaksudkan dalam riwayat yang menyatakan bahwa  menuntut ilmu itu (hukumnya) wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, hukumnya fardhu kifayah; seperti menuntut ilmu tentang pembagian  berbagai hak, tentang pelaksanaan hukum hadd (qishas, cambuk, potong  tangan dan lainnya), cara mendamaikan orang yang bersengketa, dan  semisalnya. Sebab, tidak mungkin semua orang dapat mempelajarinya dan  apabila diwajibkan bagi setiap orang tidak akan mungkin semua orang bisa  melakukannya, atau bahkan mungkin dapat menghambat jalan hidup mereka.  Karenanya, hanya beberapa orang tertentu sajalah yang diberikan  kemudahan oleh Allah dengan rahmat dan hikmah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, menuntut ilmu adalah suatu kemuliaan yang sangat besar dan  menempati kedudukan tinggi yang tidak sebanding dengan amal apa pun.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Menuntut Ilmu Syar’i Memudahkan Jalan Menuju Surga&lt;br /&gt;Setiap Muslim dan Muslimah ingin masuk Surga. Maka, jalan untuk masuk  Surga adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Sebab Rasulullah shallallaahu  ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin,  maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.  Barangsiapa memudahkan (urusan) atas orang yang kesulitan (dalam masalah  hutang), maka Allah memudahkan atasnya di dunia dan akhirat.  Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah menutupi (aib)nya  di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba  tersebut senantiasa menolong saudaranya. Barangsiapa yang meniti suatu  jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju  Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid)  untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan  ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat  mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat  yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak  dapat dikejar dengan nasabnya.” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits ini terdapat janji Allah ‘Azza wa Jalla bahwa bagi  orang-orang yang berjalan dalam rangka menuntut ilmu syar’i, maka Allah  akan memudahkan jalan baginya menuju Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berjalan menuntut ilmu” mempunyai dua makna:&lt;br /&gt;Pertama : Menempuh jalan dengan artian yang sebenarnya, yaitu berjalan kaki menuju majelis-majelis para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Menempuh jalan (cara) yang mengantarkan seseorang untuk  mendapatkan ilmu seperti menghafal, belajar (sungguh-sungguh), membaca,  menela’ah kitab-kitab (para ulama), menulis, dan berusaha untuk memahami  (apa-apa yang dipelajari). Dan cara-cara lain yang dapat mengantarkan  seseorang untuk mendapatkan ilmu syar’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah akan memudahkan jalannya menuju Surga” mempunyai dua makna.  Pertama, Allah akan memudah-kan memasuki Surga bagi orang yang menuntut  ilmu yang tujuannya untuk mencari wajah Allah, untuk mendapatkan ilmu,  mengambil manfaat dari ilmu syar’i dan mengamalkan konsekuensinya.  Kedua, Allah akan memudahkan baginya jalan ke Surga pada hari Kiamat  ketika melewati “shirath” dan dimudahkan dari berbagai ketakutan yang  ada sebelum dan sesudahnya. Wallaahu a’lam.•&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam sebuah hadits panjang yang berkaitan tentang ilmu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya  menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang  yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan  sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun  oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada  di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti  keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu  pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar  tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa  yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang  paling banyak.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat para Shahabat radhiyallaahu anhum ajma’in, mereka  bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu syar’i. Bahkan para Shahabat  wanita juga bersemangat menuntut ilmu. Mereka berkumpul di suatu tempat,  lalu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mendatangi mereka untuk  menjelaskan tentang Al-Qur-an, menelaskan pula tentang Sunnah-Sunnah  Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala juga memerintahkan  kepada wanita untuk belajar Al-Qur-an dan As-Sunnah di rumah mereka.&lt;br /&gt;Sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan  (bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dan  laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya.  Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai  Ahlul Bait, dan membersihkan kamu dengan sebersih-bersihnya. Dan  ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan  al-Hikmah (Sunnah Nabimu). Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Menge-tahui.”  [Al-Ahzaab: 33-34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki dan wanita diwajibkan menuntut ilmu, yaitu ilmu yang bersumber  dari Al-Qur-an dan As-Sunnah karena dengan ilmu yang dipelajari, ia  akan dapat mengerjakan amal-amal shalih, yang dengan itu akan  mengantarkan mereka ke Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban menuntut ilmu ini mencakup seluruh individu Muslim dan  Muslimah, baik dia sebagai orang tua, anak, karyawan, dosen, Doktor,  Profesor, dan yang lainnya. Yaitu mereka wajib mengetahui ilmu yang  berkaitan dengan muamalah mereka dengan Rabb-nya, baik tentang Tauhid,  rukun Islam, rukun Iman, akhlak, adab, dan mu’amalah dengan makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Majelis-Majelis Ilmu adalah Taman-Taman Surga&lt;br /&gt;Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah  berdzikir.” Para Shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang  dimaksud taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah  dzikir (majelis ilmu).” [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Atha' bin Abi Rabah (wafat th. 114 H) rahimahullaah berkata,  “Majelis-majelis dzikir yang dimaksud adalah majelis-majelis halal dan  haram, bagaimana harus membeli, menjual, berpuasa, mengerjakan shalat,  menikah, cerai, melakukan haji, dan yang sepertinya.” [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa majelis dzikir yang dimaksud adalah majelis ilmu,  majelis yang di dalamnya diajarkan tentang tauhid, ‘aqidah yang benar  menurut pemahaman Salafush Shalih, ibadah yang sesuai Sunnah Nabi  shallallaahu ‘alaihi wa sallam, muamalah, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang ada di hadapan pembaca merupakan buku “Panduan Menuntut Ilmu”.  Di antara yang penulis jelaskan di dalamnya adalah keutamaan menuntut  ilmu, kiat-kiat dalam meraih ilmu syar’i, penghalang-penghalang dalam  memperoleh ilmu, adab-adab dalam menuntut ilmu, hal-hal yang harus  dijauhkan oleh para penuntut ilmu, perjalanan ulama dalam menuntut ilmu,  dan yang lainnya. Penulis jelaskan masalah menuntut ilmu karena masalah  ini sangatlah penting. Sebab, seseorang dapat memperoleh petunjuk,  dapat memahami dan mengamalkan Islam dengan benar apabila ia belajar  dari guru, kitab, dan cara yang benar. Sebaliknya, jika seseorang tidak  mau belajar, atau ia belajar dari guru yang tidak mengikuti Sunnah, atau  melalui cara belajar dan kitab yang dibacakan tidak benar, maka ia akan  menyimpang dari jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama terdahulu telah menulis kitab-kitab panduan dalam menuntut  ilmu, seperti Imam Ibnu ‘Abdil Barr dengan kitabnya Jaami’ Bayaanil  ‘Ilmi wa Fadhlihi, Imam Ibnu Jama’ah dengan kitabnya Tadzkiratus Samii’,  begitu pula al-Khatib al-Baghdadi yang telah menulis banyak sekali  kitab tentang berbagai macam disiplin ilmu, bahkan pada setiap disiplin  ilmu hadits beliau tulis dalam kitab tersendiri. Juga ulama selainnya  seperti Imam Ibnul Jauzi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (dalam Majmuu’  Fataawaa-nya dan kitab-kitab lainnya), Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah  (dalam kitabnya Miftaah Daaris Sa’aadah dan kitab-kitab lainnya), dan  masih banyak lagi para ulama lainnya hingga zaman sekarang ini, seperti  Syaikh bin Baaz, Syaikh al-Albani, dan Syaikh al-‘Utsaimin  rahimahumullaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini, penulis berusaha menyusunnya dari berbagai kitab para  ulama terdahulu hingga sekarang dengan harapan buku ini menjadi panduan  agar memudahkan kaum Muslimin untuk menuntut ilmu, memberikan semangat  dalam menuntut ilmu, beradab dan berakhlak serta berperangai mulia yang  seharusnya dimiliki oleh setiap penuntut ilmu. Mudah-mudahan buku ini  bermanfaat bagi penulis dan para pembaca sekalian, serta bagi kaum  Muslimin. Mudah-mudahan amal ini diterima oleh Allah Subhaanahu wa  Ta'ala dan menjadi timbangan amal kebaikan penulis pada hari Kiamat. Dan  mudah-mudahan dengan kita menuntut ilmu syar’i dan mengamalkannya,  Allah ‘Azza wa Jalla akan memudahkan jalan kita untuk me-masuki  Surga-Nya. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpah-kan kepada Rasulullah  shallallaahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para Shahabat beliau, serta  orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan kebaikan hingga hari  Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Muqaddimah buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan  Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka  At-Taqwa, PO BOX 264 – Bogor 16001 Jawa Barat – Indonesia, Cetakan  Pertama Rabi’uts Tsani 1428H/April 2007M]&lt;br /&gt;___________&lt;br /&gt;Foote Notes&lt;br /&gt;[1]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6412), at-Tirmidzi  (no. 2304), Ibnu Majah (no. 4170), Ahmad (I/258,344), ad-Darimi  (II/297), al-Hakim (IV/306), dan selainnya dari Shahabat Ibnu ‘Abbas  radhiyallaahu ‘anhuma.&lt;br /&gt;[2].  Lihat kitab Taisiir Karimir Rahmaan fii Tafsiir Kalaamil Mannaan  (hal. 295-296) karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di (wafat th.  1376 H) rahimahullaah, cet. Muassasah ar-Risalah, th. 1417 H.&lt;br /&gt;[3]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 224), dari  Shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih al-Jaami’ish  Shaghiir (no. 3913). Diriwayatkan pula oleh Imam-imam ahli hadits yang  lainnya dari beberapa Shahabat seperti ‘Ali, Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Umar,  Ibnu Mas’ud, Abu Sa’id al-Khudri, dan al-Husain bin ‘Ali radhiyallaahu  ‘anhum&lt;br /&gt;[4]. Lihat Tafsiir al-Qurthubi (VIII/187), dengan diringkas. Tentang  pembagian hukum menuntut ilmu dapat juga dilihat dalam Jaami’ Bayaanil  ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/56-62) oleh Ibnu ‘Abdil Barr.&lt;br /&gt;[5]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252,  325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no.  225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid), dari Shahabat Abu Hurairah  radhiyallaahu ‘anhu. Lafazh ini milik Muslim.&lt;br /&gt;• Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam (II/297) dan Qawaa’id wa Fawaa-id minal Arba’iin an-Nawawiyyah (hal. 316-317).&lt;br /&gt;[6]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no.  3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban  (no. 80 al-Mawaarid), lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda’  radhiyallaahu ‘anhu.&lt;br /&gt;[7]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 3510), Ahmad  (III/150) dan lainnya, dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu.  At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.” Lihat takhrij lengkapnya dalam  Silsilah ash-Shahiihah (no. 2562).&lt;br /&gt;[8]. Disebutkan oleh al-Khatib al-Baghdadi dalam al-Faqiih wal  Mutafaqqih (no. 40). Lihat kitab al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal.  132).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-4639260102549169571?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/4639260102549169571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/05/menuntut-ilmu-jalan-menuju-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/4639260102549169571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/4639260102549169571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/05/menuntut-ilmu-jalan-menuju-surga.html' title='MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SURGA'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-2164693500777560200</id><published>2011-05-26T07:20:00.002+07:00</published><updated>2011-05-26T17:35:10.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Berbakti Kepada Orang Tua</title><content type='html'>Jalan yang haq dalam menggapai ridha Allâh Ta'ala melalui orang tua adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;birrul walidain&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. &lt;em&gt;Birrul walidain&lt;/em&gt; merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. &lt;p&gt; Di dalam al Qur`an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid,  Allâh Ta'ala memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya, seperti  tersurat dalam surat al Isra` ayat 23-24 :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;img src="http://www.majalah-assunnah.com/images/naskah/Qs17-23-24.jpg" style="vertical-align: top; margin-top: 10px; margin-bottom: 10px;" border="0" width="203" height="226" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dan Rabb-mu telah memerintahkan,&lt;br /&gt;supaya kalian jangan beribadah melainkan hanya kepadaNya,&lt;br /&gt;dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya&lt;br /&gt;telah berusia lanjut di sisimu (dalam pemeliharaanmu, Red),&lt;br /&gt;maka janganlah katakan kepada keduanya "ah"&lt;br /&gt;dan janganlah kamu membentak keduanya.&lt;br /&gt;Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.&lt;br /&gt;Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih-sayang.&lt;br /&gt;Dan katakanlah: "Wahai Rabb-ku, sayangilah keduanya,&lt;br /&gt;sebagaimana keduanya menyayangiku sewaktu kecil".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(QS al Isra`/17 : 23-24)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Perintah birrul walidain juga tercantum dalam surat an-Nisaa` ayat 36 :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.majalah-assunnah.com/images/naskah/Qs4-36.jpg" style="vertical-align: top; margin-top: 10px; margin-bottom: 10px;" border="0" width="203" height="222" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu,&lt;br /&gt;dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak,&lt;br /&gt;kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin,&lt;br /&gt;kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat,&lt;br /&gt;ibnu sabil dan hamba sahaya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(QS an-Nisaa` : 36)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam surat al Ankabut ayat 8, tercantum larangan mematuhi orang tua yang kafir, kalau mereka mengajak kepada kekafiran :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.majalah-assunnah.com/images/naskah/Qs29-8.jpg" style="vertical-align: top;" border="0" width="204" height="128" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dan Kami wajibkan kepada manusia  (berbuat) kebajikan kepada dua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu  untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu  tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepadaKu-lah  kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(QS al-'Akabut : 8)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BERBUAT BAIK DAN DURHAKA KEPADA KEDUA ORANGTUA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud ihsan dalam pembahasan ini  adalah berbakti kepada kedua orang tua, yaitu menyampaikan setiap  kebaikan kepada keduanya semampu kita, dan bila memungkinkan mencegah  gangguan kepada keduanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Ibnu 'Athiyah, kita juga wajib mentaati keduanya dalam hal-hal yang &lt;em&gt;mubah &lt;/em&gt;(yang diperbolehkan syariat), dan harus mengikuti apa-apa yang dilarang (selama tidak melanggar batasan-batasan Allâh Ta'ala ).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan &lt;em&gt;'uququl walidain&lt;/em&gt;  (durhaka kepada orang tua) adalah, gangguan yang ditimbulkan seorang  anak terhadap keduanya, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Contoh  gangguan berupa perkataan, yaitu mengucapkan "ah" atau "cis", berkata  dengan kalimat yang keras atau menyakitkan hati, menggertak, mencaci  maki dan lain-lain. Sedangkan yang berupa perbuatan adalah, berlaku  kasar, seperti memukul dengan tangan atau kaki bila orang tua  menginginkan sesuatu atau menyuruh untuk memenuhi keinginannya,  membenci, tidak memperdulikan, tidak bersilaturahmi, atau tidak memberi  nafkah kepada kedua orang tuanya yang miskin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DAN PAHALANYA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Merupakan amal yang paling utama, sesuai sabda Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.majalah-assunnah.com/images/naskah/hadist-xii-09-5.jpg" style="vertical-align: top;" border="0" width="180" height="193" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata :  "Aku bertanya kepada Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam, 'Amal-amal  apakah yang paling utama?".&lt;br /&gt;Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam menjawab,"Shalat pada waktunya." (Dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktu).&lt;br /&gt;Aku bertanya lagi : "Kemudian setelah itu apa?"&lt;br /&gt;Nabi menjawab,"Berbakti kepada kedua orang tua."&lt;br /&gt;Aku bertanya lagi,"Kemudian apa?"&lt;br /&gt;Nabi menjawab,"Jihad di jalan Allah."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(HR Bukhari, I/134; Muslim, no. 85; Nasa-i, 1/351, 409, 410, 439)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Ridha Allah bergantung kepada ridha orang tua, sesuai sabda Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.majalah-assunnah.com/images/naskah/hadist-xii-09-6.jpg" style="vertical-align: top;" border="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dari Abdillah bin Amr bin Ash radhiallâhu'anhu,&lt;br /&gt;bahwasanya Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda :&lt;br /&gt;"Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua, dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(HR Bukhari dalam Adabul Mufrad, no. 2 ; Ibnu Hibban, 2026-Mawarid; Tirmidzi, 1900; Hakim, 4/151-152)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Berbakti kepada orang tua dapat  menghilangkan kesulitan yang sedang dialami, yaitu dengan cara  bertawasul dengan amal shalih tersebut. Dalilnya adalah, hadits riwayat  Ibnu 'Umar z mengenai kisah tiga orang yang terjebak dalam gua, dan  salah seorang bertawasul dengan bakti kepada ibu bapaknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Haditsnya sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Pada suatu hari tiga orang berjalan,  lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung.  Ketika mereka berada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan  menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain :  "Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan".&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Kemudian mereka memohon kepada Allah  dan bertawasul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah  menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu di antara mereka berkata :  "Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut  usia, sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yang masih kecil. Aku  menggembala kambing. Ketika pulang ke rumah, aku selalu memerah susu dan  memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku  harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah,  sehingga pulang sudah larut malam, dan aku dapati orang tuaku sudah  tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagimana sebelumnya. Susu  tersebut tetap aku pegang, lalu aku mendatangi keduanya, namun keduanya  masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta  susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada  siapapun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang  tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika  orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kepada anak-anakku. Ya Allah,  seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena Engkau ya  Allah, bukakanlah pintu gua ini".&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Maka batu yang menutupi pintu gua itupun bergeser sedikit, namun mereka belum bisa keluar …… &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(HR Bukhari dalam Fathul Bari, 4/449, no. 2272; Muslim, 2473, 100 dari sahabat Ibnu Umar radhiallâhu'anhu).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur kita, sesuai sabda Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.majalah-assunnah.com/images/naskah/hadist-xii-09-7.jpg" style="vertical-align: top;" border="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Barangsiapa yang ingin diluaskan rizki dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(HR Bukhari, no. 5985, 5986; Muslim, 2557; Abu Dawud, 1693, dari sahabat Anas bin Malik radhiallâhu'anhu)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam silaturahmi, yang harus  didahulukan adalah silaturahmi kepada orang tua sebelum kepada yang  lain. Banyak di antara saudara-saudara kita yang sering ziarah  (berkunjung) kepada teman-temannya, tetapi kepada orang tuanya sendiri  jarang, bahkan tidak pernah. Padahal ketika masih kecil, dia selalu  bersama orang tuanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesulit apapun harus tetap diusahakan  untuk bersilaturahmi kepada kedua orang tua, karena dekat kepada  keduanya, insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umurnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Akan dimasukkan surga (jannah) oleh Allâh Ta'ala .&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dosa-dosa yang Allâh Ta'ala segerakan  adzabnya di dunia, di antaranya adalah berbuat zhalim dan durhaka kepada  orang tua. Dengan demikian, jika seorang anak berbuat baik kepada kedua  orang tuanya, Allah akan menghindarkannya dari berbagai malapetaka,  dengan izin Allâh Ta'ala .&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BENTUK DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Menimbulkan gangguan terhadap orang  tua, baik berupa perkataan ataupun perbuatan yang membuat orang tua  sedih atau sakit hati.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Berkata "ah" dan tidak memenuhi panggilan orang tua.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Membentak atau menghardik orang tua.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Bakhil atau kikir, tidak mengurusi  orang tuanya, bahkan lebih mementingkan yang lain daripada mengurusi  orang tuanya, padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya  memberi nafkahpun, dilakukan dengan penuh perhitungan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Bermuka masam dan cemberut di hadapan orang tua, merendahkan orang tua, megatakan bodoh, "kolot" dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Menyuruh orang tua, misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pekerjaan tersebut sangat tidak pantas  bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua dan lemah. Tetapi, jika  si ibu melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri, maka  tidaklah mengapa, dan karena itu seorang anak harus berterima kasih.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak, atau mencemarkan nama baik orang tua.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah, misalnya alat musik, mengisap rokok, dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9. Lebih mentaati istri daripada kedua  orang tua. Bahkan ada sebagian orang dengan teganya mengusir ibunya demi  menuruti kemauan istrinya. Na'udzubillah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10. Malu mengakui orang tuanya. Sebagian  orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggalnya  ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikapsemacam  itu adalah sikapyang sangat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang  keji dan nista.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BENTUK-BENTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di dalam hadits Nabi Shallallâhu 'Alaihi  Wasallam disebutkan, bahwa memberi kegembiraan kepada seorang mukmin  termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada  kedua orang tua kita.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya dibedakan adab berbicara  antara kepada kedua orang tua dengan kepada anak, teman atau dengan yang  lain. Berbicara kepada kedua orang tua hendaknya dengan perkataan yang  mulia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Tawadhu` (rendah diri)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak boleh kibr (sombong) apabila sudah  meraih sukses atau memenuhi jabatan di dunia, karena sewaktu lahir,  kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan, kita diberi  makan, minum, pakaian oleh orang tua.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;4. Memberi infaq (shadaqah) kepada kedua orang tua&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada hakikatnya semua harta kita adalah  milik orang tua. Oleh karena itu, berikanlah harta itu kepada kedua  orang tua ketika mereka meminta ataupun tidak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;5. Mendoakan kedua orang tua&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.majalah-assunnah.com/images/naskah/Qs17-24.jpg" style="vertical-align: top;" border="0" width="182" height="26" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;……Wahai, Rabb-ku. Kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(QS Al Isra' 24)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seandainya orang tua masih berbuat  syirik serta bid'ah, kita tetap harus berlaku lemah lembut kepada  keduanya, dengan harapan, agar keduanya kembali kepada Tauhid dan  Sunnah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimanapun, syirik dan bid'ah adalah  sebesar-besar kemungkaran, maka kita harus mencegahnya semampu kita  dengan dasar ilmu, lemah-lembut dan kesabaran. Sambil terus berdoa siang  dan malam, agar orang tua kita diberi petunjuk ke jalan yang benar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apabila kedua orang tua telah meninggal,  maka yang pertama kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allâh Ta'ala  dengan taubat nasuha (benar), bila kita pernah berbuat durhaka kepada  keduanya di waktu mereka masih hidup. Yang kedua, yaitu menshalatkannya.  Ketiga, selalu memintakan ampunan untuk keduanya. Keempat, membayarkan  hutang-hutangnya. Kelima, melaksanakan wasiat sesuai dengan syariat.  Keenam, menyambung tali silaturahmi kepada orang yang keduanya juga  pernah menyambungnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semoga dengan memahami dan mengamalkan  nilai-nilai Islam tersebut, kita dimudahkan oleh Allâh Ta'ala dalam  mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semoga salam dan shalawat Allah curahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhir dakwah kami,alhamdulillahi Rabbil 'alamin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diangkat dari: &lt;strong&gt;Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah&lt;/strong&gt;, Yazid Abdul Qadir Jawas, Cet. Pertama, Syawal 1423H/Desember 2002, Pustaka at Taqwa, Bogor, Jawa Barat)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;(Majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun IX/1427H/2006M)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-2164693500777560200?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/2164693500777560200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/05/menggapai-ridha-allah-taala-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/2164693500777560200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/2164693500777560200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/05/menggapai-ridha-allah-taala-dengan.html' title='Berbakti Kepada Orang Tua'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-645516077019784788</id><published>2011-05-09T06:39:00.000+07:00</published><updated>2011-05-09T06:42:00.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku surgaku'/><title type='text'>Sakinah, Mawaddah dan Rahmah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Pernikahan artinya menjalin kecintaan dan kerjasama, mendahulukan kepentingan orang lain dan pengorbanan, ketentraman dan mawaddah, hubungan rohani yang mulia dan keterikatan jasad yang disyari'atkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan artinya rumah yang tiangnya adalah Adam dan Hawwa, dan dari keduanya terbentuk keluarga-keluarga dan keturunan-keturunan, lalu rumah-rumah, lalu komunitas, lalu muncul berbagai bangsa dan negara. Dalam hal ini, Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;"Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah." (al-Furqan:54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mushaharah yaitu hubungan kekeluargaan yang disebabkan oleh ikatan perkawinan, seperti menantu, mertua, ipar, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah benteng yang dapat menekan kejalangan nafsu seksual seseorang, mendorong keinginan syahwatnya, menjaga kemaluan dan kehormatannya serta menghalanginya dari keterjerumusan ke dalam lubang-lubang maksiat dan sarang-sarang perbuatan keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat bagaimana al-Qur'an membangkitkan pada diri masing-masing pasangan suami-istri suatu perasaan bahwa masing-masing mereka saling membutuhkan satu sama lain dan saling menyempurnakan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya wanita adalah ran ting dari laki-laki dan laki-laki adalah akar bagi wanita. Karena itu, akar selalu membutuhkan ranting dan ran ting selalu membutuhkan akar." Mengenai hal ini, Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;"Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya." (al-A'raf:189).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan diri yang satu adalah Adam dan yang dimaksud istrinya adalah Hawwa. Karena itu, pernikahan menurut Islam bukan hanya sekedar menjaga keutuhan jenis manusia saja, tetapi lebih dari itu adalah menjalankan perintah Allah subhanahu wata’ala sebagaimana dalam firman-Nya, artinya,&lt;br /&gt;"Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi."(an-Nisa`:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah naungan ajaran Islam, kedua pasangan suami istri menjalani hidup mereka dalam kesenyawaan dan kesatuan dalam segala hal; kesatuan perasaan, kesatuan hati dan dorongan, kesatuan cita-cita dan tujuan akhir hidup dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keagungan al-Qur'an dan kesempurnaannya, kita melihat semua makna tersebut, baik yang sempat terhitung atau pun tidak, tercermin pada satu ayat al-Qur'an, yaitu:&lt;br /&gt;"Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (al-Baqarah:187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makna Sakinah, Mawaddah dan Rahmah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an telah menggambarkan hubungan insting dan perasaan di antara kedua pasangan suami-istri sebagai salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah dan nikmat yang tidak terhingga dari-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (ar-Rum:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan dan rasa tentram suami kepada istri dan kelengketan istri dengan suaminya merupakan hal yang bersifat fitrah dan sesuai dengan instingnya. Ayat ini merupakan pondasi kehidupan yang diliputi suasana perasaan yang demikian sejuk. Isteri ibarat tempat suami bernaung, setelah perjuangannya seharian demi mendapatkan sesuap nasi, dan mencari penghiburnya setelah dihinggapi rasa letih dan penat. Dan, pada putaran akhirnya, semua keletihannya itu ditumpahkan ke tempat bernaung ini. Ya, kepada sang istri yang harus menerimanya dengan penuh rasa suka, wajah yang ceria dan senyum. Ketika itulah, sang suami mendapatkan darinya telinga yang mendengar dengan baik, hati yang welas asih dan tutur kata yang lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil wanita shalihah ditegaskan melalui tujuan ia diciptakan, yaitu menjadi ketentraman bagi laki-laki dengan semua makna yang tercakup dalam kata "Ketentraman (sakinah) itu. Dan, agar suatu ketentraman dikatakan layak, maka ia (wanita) harus memiliki beberapa kriteria, di antara yang terpenting; Pemiliknya merasa suka bila melihat padanya; Mampu menjaga keluarga dan hartanya; Tidak membiarkan orang yang menentang nya tinggal bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan surat ar-Rûm, ayat 21 di atas, ada beberapa renungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan Pertama. Abu al-Hasan al-Mawardy berkata mengenai makna, "Dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (ar-Rum:21). Di dalam ayat ini terdapat empat pendapat:&lt;br /&gt;Pertama, bahwa arti Mawaddah (rasa kasih) adalah al-Mahabbah (kecintaan) sedangkan arti Rahmah (rasa sayang) adalah asy-Syafaqah (rasa kasihan).&lt;br /&gt;Ke-dua, bahwa arti Mawaddah adalah al-Jimâ' (hubungan badan) dan Rahmah adalah al-Walad (anak).&lt;br /&gt;Ke-tiga, bahwa arti Mawaddah adalah mencintai orang besar (yang lebih tua) dan Rahmah adalah welas asih terhadap anak kecil (yang lebih muda).&lt;br /&gt;Ke-empat, bahwa arti keduanya adalah saling berkasih sayang di antara pasangan suami-isteri. (al-Mawardy: an-Nukat Wa al-'Uyûn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Katsir berkata, "Di antara tanda kebesaran-Nya yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan kekuasaan-Nya, Dia menciptakan wanita yang menjadi pasangan kamu berasal dari jenis kamu sendiri sehingga kamu cenderung dan tenteram kepadanya. Andaikata Dia menjadikan semua Bani Adam (manusia) itu laki-laki dan menjadikan wanita dari jenis lain selain mereka, seperti bila berasal dari bangsa jin atau hewan, maka tentu tidak akan terjadi kesatuan hati di antara mereka dan pasangan (istri) mereka, bahkan sebaliknya membuat lari, bila pasangan tersebut berasal dari lain jenis. Kemudian, di antara kesempurnaan rahmat-Nya kepada Bani Adam, Dia menjadikan pasangan mereka dari jenis mereka sendiri dan menjadikan di antara sesama mereka rasa kasih (mawaddah), yakni cinta dan rasa sayang (rahmah), rasa kasihan. Sebab, bisa jadi seorang laki-laki mengikat wanita karena rasa cinta atau kasih terhadapnya hingga mendapat kan keturunan darinya atau ia (si wanita) butuh kepadanya dalam hal nafkah atau agar terjadi kedekatan hati di antara keduanya, dan lain sebagainya" (Tafsir Ibn Katsir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan ke Dua. Mari kita renungi sejenak firman-Nya, "dari jenismu sendiri." Istri adalah manusia yang mulia di mana terjadi persamaan jenis antara dirinya dan suami, sedangkan laki-laki memiliki tingkatan Qiwâmah (kepempimpinan) atas wanita (baca: al-Baqarah:228).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan suami bukan artinya bertindak otoriter dengan membungkam pendapat orang lain (istri,red). Kepemimpinannya itu ibarat rambu lalu lintas yang mengatur perjalanan tetapi tidak untuk memberhentikannya. Karena itu, kepemimpinan laki-laki tidak berarti menghilangkan peran wanita dalam berpendapat dan bantuannya di dalam membina keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan ke Tiga. Rasa aman, ketenteraman dan kemantapan dapat membawa keselamatan bagi anak-anak dari setiap hal yang mengancam eksistensi mereka dan membuat mereka menyimpang serta jauh dari jalan yang lurus, sebab mereka tumbuh di dalam suatu 'lembaga' yang bersih, tidak terdapat kecurangan maupun campur tangan, di dalamnya telah jelas hak-hak dan arah kehidupan, masing-masing individu melakukan kewajiban nya sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,&lt;br /&gt;"Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas yang dipimpinnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan sudah ditentukan dan masing-masing individu sudah rela terhadap yang lainnya dengan tidak melakukan hal yang melampaui batas. Inilah makna firman-Nya dalam surat an-Nisâ`, ayat 34.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan ke Empat. Masing-masing pasangan suami-isteri harus saling menghormati pendapat yang lainnya. Harus ada diskusi yang didasari oleh rasa kasih sayang tetapi sebaiknya tidak terlalu panjang dan sampai pada taraf berdebat. Sebaiknya pula salah satu mengalah terhadap pendapat yang lain apalagi bila tampak kekuatan salah satu pendapat, sebab diskusi obyektif yang diasah dengan tetesan embun rasa kasih dan cinta akan mengalahkan semua bencana demi menjaga kehidupan rumah tangga yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan ke Lima. Rasa kasih dan sayang yang tertanam sebagai fitrah Allah subhanahu wata’ala di antara pasangan suami-isteri akan bertambah seiring dengan bertambahnya kebaikan pada keduanya. Sebaliknya, akan berkurang seiring menurunnya kebaikan pada keduanya sebab secara alamiah, jiwa mencintai orang yang memperlaku kanya dengan lembut dan selalu berbuat kebaikan untuknya. Nah, apalagi bila orang itu adalah suami atau isteri yang di antara keduanya terdapat rasa kasih dari Allah subhanahu wata’ala, tentu rasa kasih itu akan semakin bertambah dan menguat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Dunia itu adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangannya adalah wanita shalihah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan ke Enam. Kesan terbaik yang didapat dari rumah tangga Nabawi adalah terjaganya hak dalam hubungan suami-isteri baik semasa hidup maupun setelah mati. Hal ini dapat terlihat dari ucapan istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tercinta, 'Aisyah radhiyallahu ‘anha yang begitu cemburu terhadap Khadijah radhiyallahu ‘anha, istri pertama beliau padahal ia sudah wafat dan belum pernah dilihatnya. Hal itu semata karena beliau sering mengingat kebaikan dan jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah subhanahu wata’ala menjadikan rumah tangga kaum Muslimin rumah tangga yang selalu diliputi sakinah, mawaddah dan rahmah. Dan hal ini bisa terealisasi, manakala kaum Muslimin kembali kepada ajaran Rasul mereka dan mencontoh kehidupan rumah tangga beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Tsulâtsiyyah al-Hayâh az-Zawjiyyah: as-Sakan, al-Mawaddah, ar-Rahmah karya Dr.Zaid bin Muhammad ar-Rummany. (Abu Hafshah) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-645516077019784788?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/645516077019784788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/05/sakinah-mawaddah-dan-rahmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/645516077019784788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/645516077019784788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/05/sakinah-mawaddah-dan-rahmah.html' title='Sakinah, Mawaddah dan Rahmah'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-1094978976550696016</id><published>2011-05-02T06:44:00.003+07:00</published><updated>2011-05-09T06:44:27.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku surgaku'/><title type='text'>Memilih Istri yang Tepat</title><content type='html'>&lt;xml&gt;&lt;w:worddocument&gt;&lt;w:trackmoves&gt;&lt;w:trackformatting&gt;&lt;w:punctuationkerning&gt;&lt;w:validateagainstschemas&gt;&lt;w:donotpromoteqf&gt;&lt;w:compatibility&gt;&lt;w:breakwrappedtables&gt;&lt;w:snaptogridincell&gt;&lt;w:wraptextwithpunct&gt;&lt;w:useasianbreakrules&gt;&lt;w:dontgrowautofit&gt;&lt;w:splitpgbreakandparamark&gt;&lt;w:dontvertaligncellwithsp&gt;&lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;&lt;w:dontvertalignintxbx&gt;&lt;w:word11kerningpairs&gt;&lt;w:browserlevel&gt;&lt;/w:browserlevel&gt; &lt;m:mathpr&gt;&lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;&lt;m:brkbin val="before"&gt;&lt;m:brkbinsub val=""&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;m:wrapindent val="1440"&gt;&lt;m:intlim val="subSup"&gt;&lt;m:narylim val="undOvr"&gt;&lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:verdana;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;(An-Nur: 32).&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Hendaknya seseorang memilih isteri shalihah dengan syarat-syarat sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;"Wanita itu dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu akan berdebu (miskin, merana)".&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 9/132.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;"Dunia semuanya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah''.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Hadits riwayat Muslim (1468), cet. Abdul Baqi; dan riwayat An-Nasa'i dari Ibnu Amr, Shahihul Jami', hadits no.3407&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;"Hendaklah salah seorang dari kamu memiliki hati yang bersyukur, lisan yang selalu dzikir dan isteri beriman yang menolongnya dalam persoalan akhirat".&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Hadits riwayat Ahmad (5/282), At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Tsauban, Shahihul Jami', hadits no. 5231&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Dalam riwayat lain disebutkan :&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;"Dan isteri shalihah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik (harta) yang disimpan manusia".&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Hadits riwayat Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab dari Abu Umamah. Lihat Shahihul Jami', hadits no. 4285&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;"Kawinilah perempuan yang penuh cinta dan yang subur peranakannya. Sesungguhnya aku membanggakan dengan banyaknya jumlah kalian di antara para nabi pada hari Kiamat."&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Hadits riwayat Imam Ahmad (3/245), dari Anas. Dikatakan dalam Irwa 'ul Ghalil, "Hadits ini shahih", 6/195&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;"(Nikahilah) gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih banyak keturunannya, lebih manis tutur katanya dan lebih menerima dengan sedikit (qana'ah)".&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Hadits riwayat lbnu Majah, No. 1861 dan alam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits No. 623&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Dalam riwayat lain disebutkan : "Lebih sedikit tipu dayanya".&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebagaimana wanita shalihah adalah salah satu dari empat sebab kebahagiaan maka sebaliknya wanita yang tidak shalihah adalah salah satu dari empat penyebab sengsara. Seperti tersebut dalam hadits shahih:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;"Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalihah, engkau memandangnya lalu engkau kagum dengannya, dan engkau pergi daripadanya tetapi engkau merasa aman dengan dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia mengungkapkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi daripadanya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu"&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Hadits riwayat Ibnu Hibban dan lainnya, dalam As-Silsilah Ash- Shahihah, hadits no. 282&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebaliknya, perlu memperhatikan dengan seksama keadaan orang yang meminang wanita muslimah tersebut, baru mengabulkannya setelah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;"Jika datang kepadamu seseorang yang engkau rela terhadap akhlak dan agamanya maka nikahkanlah, jika tidak kamu lakukan niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar".&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Hadits riwayat Ibnu Majah 1967, dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits no. 1022&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Hal-hal di atas perlu dilakukan dengan misalnya bertanya, melakukan penelitian, mencari informasi dan sumber-sumber berita terpercaya agar tidak merusak dan menghancurkan rumah tangga yang bersangkutan."&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Laki-laki shalih dengan wanita shalihah akan mampu membangun rumah tangga yang baik, sebab negeri yang baik akan keluar tanamannya dengan izin Tuhannya, sedang negeri yang buruk tidak akan keluar tanaman daripadanya kecuali dengan susah payah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:brkbinsub&gt;&lt;/m:brkbin&gt;&lt;/m:mathfont&gt;&lt;/m:mathpr&gt;&lt;/w:word11kerningpairs&gt;&lt;/w:dontvertalignintxbx&gt;&lt;/w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;&lt;/w:dontvertaligncellwithsp&gt;&lt;/w:splitpgbreakandparamark&gt;&lt;/w:dontgrowautofit&gt;&lt;/w:useasianbreakrules&gt;&lt;/w:wraptextwithpunct&gt;&lt;/w:snaptogridincell&gt;&lt;/w:breakwrappedtables&gt;&lt;/w:compatibility&gt;&lt;/w:donotpromoteqf&gt;&lt;/w:validateagainstschemas&gt;&lt;/w:punctuationkerning&gt;&lt;/w:trackformatting&gt;&lt;/w:trackmoves&gt;&lt;/w:worddocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-1094978976550696016?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/1094978976550696016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/05/memilih-istri-yang-tepat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/1094978976550696016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/1094978976550696016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/05/memilih-istri-yang-tepat.html' title='Memilih Istri yang Tepat'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-3977796163054322663</id><published>2011-01-15T21:37:00.000+07:00</published><updated>2011-01-15T21:39:38.697+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Pengetahuan'/><title type='text'>Sansevieria, Tanaman Hias Penyerap Ratusan Jenis Racun di Udara</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;     Sebuah fakta menarik, bahwa Lembaga Penerbangan Antariksa AS  (NASA)  menanam ribuan sansevieria di dekat instalasi nuklirnya. Lokasi   penanaman ini hanya berjarak sekitar 10-25 meter dari instalasi nuklir   tersebut. Apabila suatu saat terjadi kebocoran, maka ribuan sansevieria   tersebut akan meredamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://www.peacefulresources.org/wp-content/uploads/2010/09/Sansevieria.jpg" alt="http://www.peacefulresources.org/wp-content/uploads/2010/09/Sansevieria.jpg" width="450" height="338" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Ya, ternyata tanaman hias Sansevieria atau dikenal juga dengan sebutan   Lidah Mertua adalah tanaman antipolutan dan juga penangkal radiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Sanseveira mampu menyerap 107   jenis racun. Termasuk racun-racun yang terkandung dalam polusi udara   (karbonmonoksida), racun rokok (nikotin), bahkan radiasi nuklir. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset  lainnya dapat disimpulkan bahwa untuk ruangan seluas 100m3 cukup   ditempatkan Sansevieria Lorentii dewasa berdaun 5 helai agar ruangan  itu  bebas polutan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri spesifik yang jarang ditemukan pada tanaman lain, diantaranya mampu   hidup pada rentang suhu dan cahaya yang luas, sangat resisten terhadap   gas udara yang berbahaya (polutan), bahkan mampu menyerapnya sehingga   di daerah berlalu lintas padat.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di dalam ruangan yang penuh dengan asap  nikotin dimanfaatkan  sebagai antipolutan (air freshener). Sementara di  Afrika getah  Sansevieria dimanfaatkan sebagai anti racun ular dan  serangga.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tanaman hias sansevieria sangat mudah dirawat dan tidak   membutuhkan banyak lahan. Sansiveria (lidah mertua) memang sering kita   temui di pekarangan rumah di kampung-kampung, baik itu ditanam di  sekitar pagar maupun di dalam pot, tetapi mungkin kita belum banyak   mengetahui akan salah satu fungsinya yang anti polutan dan radiasi, jadi   bagi yang belum buruan kita tanam di rumah kita.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-3977796163054322663?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/3977796163054322663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/01/sansevieria-tanaman-hias-penyerap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/3977796163054322663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/3977796163054322663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/01/sansevieria-tanaman-hias-penyerap.html' title='Sansevieria, Tanaman Hias Penyerap Ratusan Jenis Racun di Udara'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-159275086399006797</id><published>2011-01-13T07:05:00.001+07:00</published><updated>2011-01-13T07:16:39.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Duhai Hati… Tetaplah Istiqamah…</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Seorang anak kecil datang  menghampiri ibunya. Ia merengek minta dibelikan sepatu baru. Di sekolah  ia diejek karena sepatunya sudah usang dan banyak tambalan. Dengan  berbagai alasan ia utarakan agar ibunya mau membelikan sepatu baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan mata berkaca-kaca, sederet kalimat ini keluar dari mulut  ibunya, “Nak, kamu kan sudah besar. Kamu harus mengalah dengan  adik-adikmu. Mereka butuh uang untuk sekolah mereka nanti. Uangnya ibu  tabung untuk mereka. Kalau ibu pakai uang itu untuk membelikan kamu  sepatu baru, lalu adik-adikmu sekolah pakai uang siapa? Apa kamu mau  adik-adikmu tidak bersekolah?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak kecil tadi tiba-tiba terdiam. Ia terlihat seperti anak remaja  yang sudah bisa berpikir cukup berat dan bijak. Digoyang-goyangkan  kepalanya sambil mengusap air mata yang tadi keluar deras dari kelopak  matanya. Lalu ia berkata, “Bu, kalau nanti adik-adik sudah bisa sekolah.  Terus kalau ada sisa uang, belikan sepatu ya..”Anak itu mengatakan  kalimat itu dengan terbata-bata, seperti ia tidak rela dengan hal itu  tapi ia dipaksa oleh kondisi untuk mengikhlaskan apa yang menjadi  kehidupannya. Mendengar itu sang ibu memeluk anaknya dengan erat. Ia  tidak menyangka anaknya dapat memahami apa yang terjadi hari ini dengan  keluarga mereka. Ia heran anaknya sudah mampu berkata bijak seperti tadi  ia dengar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Letih yang engkau rasakan selama ini mungkin tak sebanding dengan  letihnya hati mereka dalam menapaki kehidupan ini. Di dalam keletihan  itu, mereka memahami bahwa letihnya mereka akan membuat mereka menjadi  orang-orang seperti yang dicitakan. Lalu bagaimana denganmu wahai  hatiku.. Baru sebentar saja engkau merasa letih tapi kau sudah merintih  bagai seribu tahun kau mengalaminya.. Malulah pada mereka yang merasa  letih tetapi mereka memaknai letihnya sebagai sesuatu yang dapat  mengantarkannya pada sebuah kebahagiaan.. Bukankah orang yang berjuang  dan berkorban itu letih? Bukankah akhir dari perjalanan orang yang  berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan  ikhlas dan penuh kesungguhan??&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lelah memang terus menerus hal-hal kurang mengenakkan itu menerpa  hidupmu. Tetapi jika kau renungi kembali kisah di atas, perjuangan  mereka tidak mengenal lelah. Setiap lelah menghinggapi mereka, mereka  beristirahat dan kemudian bangkit berjuang kembali. Mereka paham kalau  diamnya mereka tak dapat membuahkan hasil apapun bagi kehidupannya.  Mereka yakin perjuangan dan pengorbanannya selama ini, berlelah-lelahan,  akan berbuah sebuah kebahagiaan yang tak dapat tergantikan nikmatnya.  Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja kau diberi  cobaan dan ujian tapi kau sudah merasa lelah dan menyerah.. Malulah kau  pada mereka yang tak punya apa-apa tapi mereka tetap istiqamah berjuang  dan berkorban hingga cita-cita mereka tercapai.. Bukankah orang yang  berjuang dan berkorban itu lelah? Bukankah akhir dari kelelahan orang  yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan  ikhlas dan penuh kesungguhan??&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sakit yang terus menyapamu selama ini adalah ujian dan cobaan dari  Allah seberapa kokohnya engkau menjalani apa-apa yang engkau yakini  atas-Nya. Dia ingin tahu seberapa seriuskah engkau dalam menapaki jalan  kehidupan yang sudah Dia gariskan. Sakit yang Dia berikan adalah sebuah  perhatian khusus-Nya kepadamu. Dia masih sayang kepadamu dengan  memberikan ujian dan cobaan. Andai saja kau tak merasa diuji dan diberi  cobaan, maka kau akan merasa aman-aman saja, padahal kau sedang berada  di tepian jurang yang menganga lebar dan siap menerkammu kapan saja kau  lengah..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Capeknya dirimu menghadapi segala permasalahan yang engkau temui di  sekitarmu, itulah yang terus mengajarkanmu untuk dapat memahami  sekelilingmu dengan lebih baik lagi. Di kananmu ada orang-orang yang  engkau sayangi dan kasihi. Di depanmu ada orang-orang yang engkau  hormati. Di kirimu ada orang-orang yang engkau senantiasa bercengkerama  dengannya. Di belakangmu ada orang-orang yang selalu mendukungmu dalam  tiap doanya meski kau tak pernah tahu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang ustadz pernah menyampaikan, jika tak senang dengan sepatumu  yang lusuh, ingatlah mereka yang tak berkaki namun tak mengeluh. Semoga  kita selalu dapat mengingatnya duhai hati.. Seberapa letih, lelah, dan  sakitnya engkau.. Masih ada orang-orang yang merasakan itu lebih dari  kita tetapi mereka tetap tak mengeluh.. Ada saja cara mereka untuk  menyemangati diri.. Ada saja sugesti untuk membuat diri mereka  semangat.. Ada saja pemikiran positif yang mereka punya hingga mereka  tetap bersemangat.. Ada saja cita-cita yang ingin mereka gapai hingga  semangat itu tetap terpatri di dada mereka..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tetaplah istiqamah..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Walau itu berat bagimu..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Percayalah kau mampu menjalaninya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Asalkan kau selalu menyertai Allah dalam segala hal..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terpautnya kau duhai hatiku pada Sang Khalik..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akan membuatmu semakin cantik dan tangguh..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena kau adalah mutiara di lautan..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang akan terus terjaga sampai masa memisahkan..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Duhai hati.. Tetaplah istiqamah..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/duhai-hati-tetaplah-istiqamah/"&gt;http://www.dakwatuna.com/2011/duhai-hati-tetaplah-istiqamah/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-159275086399006797?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/159275086399006797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/01/duhai-hati-tetaplah-istiqamah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/159275086399006797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/159275086399006797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/01/duhai-hati-tetaplah-istiqamah.html' title='Duhai Hati… Tetaplah Istiqamah…'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-7288359425178712077</id><published>2011-01-09T13:43:00.001+07:00</published><updated>2011-01-09T13:45:51.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Membina Rumah Tangga Idaman</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;Untuk mengawali tulisan ini, penulis  ingin mengemukakan pengakuan seorang istri yang menulis sebuah Buku  ‘Ala al-Jisr (di atas jembatan). Buku ini ditulis sebagai bukti  kecintaannya kepada suaminya, Amin Khuli . inilah sebagian cuplikan itu…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;” &lt;em&gt;Tampak pada diri kita, bagi kita dan bersama kita, tanda-tanda  Allah yang maha besar. Dia yang telah menciptakan kita dari jiwa yang  satu. Kita dulu adalah satu yang tak terbilang, kesatuan yang tak bisa  dibagi-bagi. Kisah perjalanan adalah legenda zaman, belum pernah dunia  mendengarnya dan tidak mungkin terulang lagi sampai sang waktu akan  berakhir punah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dr. Aisyah abd. al-Rahman/Bint al-Syati’&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sepanjang sejarah manusia, laki-laki dan perempuan saling membutuhkan  satu sama lainnya, bahkan bagi nabi Adam, surga pun terasa kurang  lengkap tanpa seorang pendamping (Hawa). Perempuan adalah permata yang  memancarkan aura kekuatan yang akan membuat laki-laki menjadi super,  dari malas menjadi semangat, dari lemah menjadi kuat, dan dari harapan  menjadi kenyataan. Perempuan juga membuat hati yang kasar menjadi  lembut, tangis menjadi tawa, dan sebaliknya bisa membuat laki-laki   menjadi sosok yang kejam dan menakutkan. Fakta sejarah membuktikan  bahwa dalam setiap kesuksesan orang besar, di belakangnya seringkali ada  sosok perempuan yang selalu mensupportnya.  Dan juga sebaliknya,  sejarah pertumpahan darah sering kali terjadi demi memperebutkan  seorang  perempuan. Qabil adalah actor pertama dalam sejarah pembunuhan  manusia yang dilakukan pada saudaranya sendiri Habil, demi sosok  perempuan yang bernama Iqlima.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demikianlah sunnatullah bahwa yang namanya laki-laki membutuhkan  perempuan, dan sebaliknya perempuan juga membutuhkan sosok laki-laki,  yang akan melindunginya, menjadi imam dalam menempuh perjalanan  hidupnya, dan menjadi  pembela dalam setiap desah nafasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di sinilah dibutuhkan tali sebagai penghubung yang akan mengikat  antar keduanya,  membangun bersama rumah surgawi, dan  mencetak   generasi-generasi Islami. Itulah pernikahan. Untuk mewujudkan semua itu,  kita harus merumuskan siapakah sosok ideal yang akan menjadi pendamping  hidup kita, sehingga kita dan pasangan kita akan merasa menjadi manusia  yang paling bahagia. Dan mungkin kelak akan menjadi kenangan indah yang  takkan pernah terlupakan sepanjang masa seperti kokohnya Tajmahal yang  menjadi lambang kecintaan suami pada istri tercintanya, mumtaz.  Inilah  contoh-contoh  untuk membangun ” Baiti Jannati” rumahku adalah surgaku…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alangkah indahnya punya sosok istri seperti Siti Khadijah, istri yang  membuat nabi selalu ingat sepanjang masa, istri yang selalu ada dalam  bahagia maupun duka, menghiburnya saat beliau bersedih, dan menjadi  tempat curahan keluh-kesahnya.  Sosok istri yang posisinya tak  tergantikan sehingga nabi sulit melupakannya, bahkan sampai tiga atau  empat tahun setelah kewafatannya baru nabi mencari penggantinya. nabi  pernah berkata pada Siti Aisyah “Allah tidak mengganti Khadijah dengan  yang lebih baik, dia percaya padaku saat semua orang tidak  mempercayaiku, dia membenarkan aku saat semua manusia mendustakanku,  berbagi harta denganku saat semua orang mengharamkan padaku. Dan Allah  memberikan keturunan darinya dimana Allah mengharamkan dari yang  lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alangkah bahagianya seorang istri yang mempunyai sosok suami seperti  Rasulullah, suami yang memanggil Siti Aisyah dengan sebutan “Ya  Humaira’”, suami yang bila istrinya keluar rumah digandeng dan dihantar  sampai ke atas kendaraan, sosok suami yang membuat Siti Aisyah menangis  terharu saat melihat suaminya tertidur di depan pintu, saat itu nabi  kemalaman datang berkunjung ke rumah Siti Aisyah. Paginya Siti Aisyah  minta maaf, tapi apa jawaban nabi, tidak Aisyah, aku yang salah, aku  terlalu malam datang ke sini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alangkah beruntungnya suami yang mempunyai istri seperti Siti Hajar  yang rela di tinggal suami di sebuah lembah yang tak berpenghuni dalam  keadaan menyusui karena demi sebuah perintah.  Atau seperti istrinya  Umar bin Abdul Aziz yang rela meninggalkan harta perhiasannya dan  memilih ikut bersama suaminya. Dan masih banyak contoh-contoh sosok  suami-istri yang membangun rumah tangganya bak taman surgawi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun alangkah malangnya suami-Istri yang tidak bisa saling  membahagiakan, tidak bisa saling mengalah, dan tidak bisa saling  mengerti. Alangkah malangnya suami jika punya istri yang berkarir hingga  pulang larut malam, tidak ada yang menyambut suami ketika datang dari  kantor , tidak ada senyum manis sang istri di depan pintu, dan istri  sudah tidak sempat lagi membuatkan masakan untuk suaminya. Semuanya pada  sibuk, rumah hanya sebagai tempat istirahat dengan segala kelelahan  yang dibawa dari tempat kerja masing-masing, rumah hanya menjadi tempat  pelampiasan kemarahan, pertengkaran sering mewarnai keseharian, dan  ketika di tegur, Istri selalu berdalih emansipasi wanita yang kadang  dengan alasan seperti ini istri sering melupakan kewajibannya. Anak-anak  kurang mendapatkan kasih sayang, dan suami sudah tidak lagi merindukan  senyum sang istri. Apakah keluarga seperti ini yang dirindukan? “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Baiti Jannati” rumahku adalah surgaku bukan untuk diimpikan tapi  harus diusahakan. Kebahagiaan tidak datang begitu saja, harus ada upaya  dari keduanya. Suami-istri harus bisa merawat,  saling melengkapi satu  sama lain, dan saling memahami hak dan kewajiban masing-masing sehingga  rumah tangga itu bisa tetap utuh. Dengan saling memahami dan berusaha  untuk saling memberikan yang terbaik, Insya Allah rumah surgawi akan  menjadi kenyataan bukan hanya impian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(hdn)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/membina-rumah-tangga-idaman/"&gt;http://www.dakwatuna.com/2010/membina-rumah-tangga-idaman/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-7288359425178712077?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/7288359425178712077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/01/membina-rumah-tangga-idaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/7288359425178712077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/7288359425178712077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2011/01/membina-rumah-tangga-idaman.html' title='Membina Rumah Tangga Idaman'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-8594266965567286305</id><published>2010-12-17T07:11:00.003+07:00</published><updated>2010-12-17T07:20:00.707+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Kenapa Harus Wanita Shalihah?</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;Bismillah..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan  sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan  dilakukan oleh perempuan lain saat ini..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut  kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan  renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah  totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama  mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka.. Untuk itu, aku  menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau  takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan  semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari  mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih  utuh dari wanita di manapun..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sering juga kudengar.. Mengapa harus mereka?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang  menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan,  yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana  mereka bisa romantis? bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga  cinta, apalagi jatuh cinta?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku menjawab..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tahukah kamu.. bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka  kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah  mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban,  keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua  perhatian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita  lainnya.. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya.. Mereka mencintaimu  karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya  padamu juga karena-Nya… Itulah yang membedakan mereka..&lt;br /&gt;Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu,  mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan  keluargamu.. Cinta mereka murni.. bening.. suci.. hanya karena-Nya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda… Mereka menjadi anggun,  seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya  bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi  lelaki paling bahagia..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sering juga banyak yang bertanya.. mengapa harus mereka?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an  dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian  ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu  tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi  lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka  sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri  mereka? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku menjawab..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al Qur’an maka  memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia.. Jiwa yang tak pernah  terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam  cintanya pada Allah.. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang  jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang  paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia  bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian  rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk  diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang  terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu,  terbiasa dengan rumah-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri…  Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam  sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa  kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani  mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri  mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki  semua kecantikan itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa  kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan.. Mereka tangguh  menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang menyerah jika harus  terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang-orang yang tahu  dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap  untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan,  untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi  menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan sering sekali, orang tak puas.. dan terus bertanya.. mengapa harus mereka?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada akhirnya, akupun menjawab…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka,  takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang shalih seperti  mereka..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang pandangannya terjaga.. yang lisannya bijaksana.. yang siap  berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam  bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama  mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga  meluruskan khilaf mereka…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang  akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari surga yang turun  ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk memberikan kepadamu yang  tak berarti di mata-Nya… Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat  yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar  agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni surga… Menahan  mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang  waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah..  sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan  perjuangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang  sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan  lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya  tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan  dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di bumi-Nya.. Allah  mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah  melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan  meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah  habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah  mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seberat itukah?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ya… Takkan mudah.. sebab surga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada perjuangan…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-8594266965567286305?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/8594266965567286305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/12/kenapa-harus-wanita-shalihah_17.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/8594266965567286305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/8594266965567286305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/12/kenapa-harus-wanita-shalihah_17.html' title='Kenapa Harus Wanita Shalihah?'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-8994788835317654616</id><published>2010-12-04T13:52:00.000+07:00</published><updated>2010-12-04T14:03:41.907+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Ujian Penjara Dunia</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Dunia ini adalah penjara bagi orang mukmin dan sebagai surga bagi orang kafir.”&lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dunia adalah penjara.. benarkah? Mari kita cermati. Gunakan cara  pandang berbeda. Koleksi kreasi bangun percaya diri. Seperti kisah di  bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Laki-laki itu seorang ulama di zamannya. Pengarang kitab yang amat  terkenal, Fathul Bari, Syarah Shahih Bukhari. Siapa dia? Imam Ibnu Hajar  al-Asqalani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu hari sebagai qadhi, ia berkendara dengan keledai yang bagus.  Pakaiannya bagus. Performanya meyakinkan. Saat melintas di sebuah pasar,  tiba-tiba seorang Yahudi pedagang minyak menghadang. Memegang tali  kekang keledai sang Imam, seraya berkata, “Ya Syaikhul Islam, Anda  menyatakan bahwa Nabimu bersabda, ‘Dunia itu penjara bagi orang-orang  beriman, dan surganya orang kafir.’ Dengan penampilan Anda yang seperti  ini, Anda dipenjara seperti apa? Dan dengan keadaan saya yang begini  ini, saya berada surga seperti apa?”&lt;br /&gt;Ibnu Hajar menjawab, dengan kondisi seperti ini, saya dibanding dengan  kenikmatan yang Allah janjikan di akhirat, seolah dalam penjara. Engkau  dengan kondisimu seperti itu, dibandingkan dengan siksa dan hukuman yang  Allah ancamkan di akhirat nanti sekarang berada di dalam surga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Luar biasa! Mendengar jawaban tersebut , Yahudi spontan menyatakan  masuk Islam. Sehebat apapun orang mukmin di dunia, ia masih berada dalam  ‘penjara keterbatasan’. Segembel apapun orang kafir, mereka masih di  surga, sebab masih ada neraka menyala menanti mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berpikirlah merdeka. Jadikan pesona dunia sebagai inspirasi surga,  seperti Imam Ibnu Hajar. Merdeka, jangan penjarakan dirimu dalam jeruji  maksiat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wahai pengembara di penjara dunia, jadilah orang asing, pelancong. Nikmati wisata dunia sekedarnya. Kita pasti kembali. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Jadilah engkau di dunia ini bagaikan orang asing atau orang yang  dalam perjalanan.” Ibnu Umar berkata, “Jika engkau berada di waktu  sore, maka jangalah mengharapkan akan hidup di waktu pagi. Dan jika kamu  pada waktu pagi, maka janganlah menantikan waktu sore. Pergunakalah  masa sehat itu untuk bekal masa sakit, dan masa hidup untuk bekal  kematian.” (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Waktu di dunia ini adalah sama dengan waktu di sekolah. Ia sama  dengan kampus kehidupan, ‘University of life’. Afghanistan, Irak,  Palestina, Chechnya adalah universitas jihad. Para alumninya kini  berbahagia di surga, insyallah. Pasar adalah kampus kejujuran. Kantor  sebagai kampus pelayanan. Jalanan kampus pengendalian diri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemukiman kumuh kampus kepedulian. Di mana masing-masing tempat  memiliki ujian-ujian, maka pekalah dengan waktu yang disediakan.  Manfaatkan untuk investasi abadi, amal shalih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kalian, siapa di  antara kalian yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha  Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan ujian itu bukan mustahil. Ia bisa ditempuh, asal sungguh-sungguh.  Bila ujian itu mustahil tentu tidak berguna, tidak bisa untuk  membedakan antara prestasi dan frustasi. Padahal Allah berfirman, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. al-Baqarah: 286)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut Sayyid Quthub, ujian adalah tanggung jawab pribadi yang mesti  diemban. Ujian adalah pembangkit himmah atau hasrat dan semangat untuk  membentuk manusia menjadi pribadi utuh dan positif. Manusia adalah  manusia, bukan malaikat, bukan pula hewan atau setan. Manusia adalah  makhluk mulia, karena Allah memuliakan dan menyempurnakan ciptaanNya. Ia  lebih mulia daripada malaikat, sebab diberi akal untuk bersyukur dengan  menggunakan pendengaran, penglihatan, dan hatinya. Namun ia bisa jatuh  terhina seperti hewan ternak bahkan lebih sesat lagi, bisa menjadi setan  durjana terlaknat karena akal pikirannya tak bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi orang mukmin, telah dijadikan mudah penjara dunia ini untuk  dilewatinya. Mereka yakin, mereka mengembalikan ujian-ujian yang  dihadapi kepada yang memberikannya. Dan kelak hanya kepadaNyalah mereka  dikembalikan. Mereka yakin akan kembali kepada Allah  .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kalian, maka berjalanlah  di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya  kepadaNyalah kalian (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. al-Mulk: 15)   wallahu a’lam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber: The Way to Win (Solikhin Abu Izzuddin)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-8994788835317654616?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/8994788835317654616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/12/ujian-penjara-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/8994788835317654616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/8994788835317654616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/12/ujian-penjara-dunia.html' title='Ujian Penjara Dunia'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-1612510469202945481</id><published>2010-11-18T18:08:00.001+07:00</published><updated>2010-11-18T18:10:30.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Rahasia di Balik Musibah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com –&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Tidaklah Allah swt. menciptakan  peristiwa, atau kejadian sesuatu yang sia-sia. Manusia dianjurkan untuk  merenung dan mengambil pelajaran dari berbagai macam peristiwa yang  terjadi. Islam sangat mendorong umatnya untuk menggunakan potensi yang  Allah swt. berikan kepadanya; penglihatan, pendengaran, hati, panca  indra yang lain agar difungsikan untuk merenung hikmah dibalik  peristiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ ثُمَّ انْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ (11)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;11. Katakanlah: “Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;QS. Al-An’am:11&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayat yang senada seperti di atas sangatlah banyak dalam Al-Qur’an.  Dengan redaksi yang beragam, tapi kesimpulannya adalah satu, menggunakan  pemberian Allah untuk merenung dan mengambil pelajaran yang sangat  berharga dari berbagai peristiwa bencana yang terjadi silih berganti  ini. Ada beberapa rahasia dibalik musibah dan bencana yang selama ini  terjadi bahwa:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pertama, Allah Penentu Kehidupan, Dzat yang Maha Perkasa.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bahwa dibalik kehidupan ini ada yang punya, ada yang mengatur. Dialah  Allah Rabbul Izzah, Tuhan yang memiliki kemuliaan dan keperkasaan. Di  Genggaman-Nya lah semua kehidupan ini dikendalikan. Allah hanya butuh  berkata &lt;em&gt;“Kun Fayakun, terjadi! maka terjadilah”&lt;/em&gt;. Allah memiliki  nama-nama, di antaranya; Al-Khaliq –Pencipta-, Al-Muhaimin –Yang  Mengatur-, Al-Muhyi –Yang Menghidupkan-, Al-Mumit –Yang Mematikan-,  Adh-Dhaar –Yang Memberi Madharat-, An-Nafi’ –Yang memberi Manfaat-, dst.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manusia tidak bisa mengatur-atur. Manusia tidak mungkin bilang “hai  merapi, berhenti meletus… dst”, sebagaimana yang kita dengar dari pusat  ahli vulkanologi dan mitigasi bencana. Allah swt. punya kehendak-Nya  sendiri, bahkan Kehendak itu sudah ditulis semenjak &lt;em&gt;zaman azali&lt;/em&gt;. Allah swt. berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي  الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ  نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“T&lt;/em&gt;&lt;em&gt;iada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak  pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul  Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu  adalah mudah bagi Allah.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt; Al-Hadid/57:22&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perhatikan potongan akhir ayat akhir di atas &lt;em&gt;“Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;حدثنا عاصم ، قال : سمعت الحسن ،  يقول في مرضه الذي مات فيه : « إن الله عز وجل قدر أجلا ، وقدر مصيبة ،  وقدر معافاة ، وقدر طاعة ، وقدر معصية ، فمن كذب بالقدر فقد كذب بالقرآن ،  ومن كذب بالقرآن ، فقد كذب بالحق »&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al-Hasan ketika menjelang mautnya berkata:&lt;em&gt; “Sesungguhnya Allah  Azza wa Jalla mentaqdirkan ajal, dan mentaqdirkan musibah, mentaqdirkan  kesehatan, mentaqdirkan ketaatan, mentaqdirkan kemaksiatan. Maka  barangsiapa yang mengingkari taqdir, ia berarti mengingkari Al-Qur’an.  Barangsiapa mengingkari Al-Qur’an, sungguh ia berarti mengingkari  kebenaran.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua, Musibah Akibat Perbuatan Manusia &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Musibah yang menimpa umat manusia adalah karena perbuatan mereka  sendiri yang melanggar peraturan Allah, merusak ekosistem kehidupan,  banyak melakukan kemaksiatan dan dosa, tidak menjalankan perintah dan  syariat-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ  فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ (30) وَمَا أَنْتُمْ  بِمُعْجِزِينَ فِي الأرْضِ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ  وَلا نَصِيرٍ (31)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;an apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah  disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian  besar (dari kesalahan-kesalahanmu).&lt;/em&gt;&lt;em&gt; Dan kamu tidak dapat  melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak  memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah. ” &lt;/em&gt;Syuro/42:30-31&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bukan karena ada unsur mistik, karena ini, karena itu, seperti karena  bulan tertentu, karena hari tertentu dll. yang justeru merusak aqidah  umat. Bencana karena ulah manusia, dan itu atas kuasa Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, Pahala Tergantung Besarnya Musibah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، عَنْ  رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ، أَنَّهُ قَالَ : إِنَّ أَعْظَمَ  الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاءِ ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا  ابْتَلاهُمْ ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ  السَّخَطُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Anas bin Malik ra. Rasulullah saw. bersabda: &lt;em&gt;“Sesungguhnya  besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika  Allah mencintai suatu kaum, Allah mengujinya. Maka barangsiapa ridha  dengan ujian Allah, baginya ridha –dari Allah-, sebaliknya, siapa yang  murka, maka baginya murka –dari Allah-.”&lt;/em&gt; HR. At-Tirmidzi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena itu, tidak perlu putus asa, jangan sampai menggadaikan aqidah dengan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Keempat, Musibah Dalam Rangka Tamhis (Seleksi)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kehidupan ini bukan statis, tapi berputar. Ada yang baik ada yang  buruk, ada yang berhasil ada yang juga gagal. Itu semua adalah dalam  rangka untuk menseleksi secara alamiah kualitas manusia, dan sebagai  batu ujian; apakah ia lulus dengan predikat baik, lulus dengan catatan,  atau malah gagal dalam menjalani usjian tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;وَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْمُنَافِقِينَ (11)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;an Sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman: dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;” &lt;/em&gt;Al-Ankabut/29:11&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika menjelaskan ayat ini, Mujahid berkomentar: &lt;em&gt;“Manusia itu  ada yang iman hanya di lisannya saja, maka ketika dia mendapatkan ujian,  berupa kehilangan harta atau jiwa, sebagian manusia dilanda fitnah  –goncang yang hebat-“ &lt;/em&gt;(Tafsir Al-Baghawi, Juz 6, Bab 11, Hal. 235)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kelima, Istirja’ atau Mengembalikan Semua kepada Allah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertam kali menghadapi musibah, hendaknya iman yang berbicara, bukan  hawa nafsu yang protes. Karena seseorang ditentukan oleh sikap pertama  kalinya terhadap kejadian. Rasulullah saw. mengingatkan &lt;em&gt;“Sesungguhnya sabar itu ketika merespon kejadian pertam kali.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Selanjutnya berdoa kepada Allah swt. agar diberikan pahala atas musibah itu dan memperoleh ganti yang jauh lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  إذا أصاب أحدكم مصيبة فليقل إنا لله وإنا إليه راجعون اللهم عندك احتسب  مصيبتي فأجرني عليها وأبدلني بها خيرا منها&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rasulullah saw. bersabda:&lt;em&gt; “Jika salah satu di antara kalian  mendapatkan musibah, maka ucapkanlah; “Sesungguhnya kami milik Allah dan  kami kembali kepada-Nya, “Allahumma ‘indaka ahtasibu mushibatii, fa  ajirnii ‘alaihaa waabdilnii bihaa khairan minhaa. Ya Allah kepada-Mu  saya ikhlaskan musibah yang menimpaku, maka berilah pahala kepadaku atas  musibah ini, dan berilah saya ganti yang jauh lebih baik darinya.” &lt;/em&gt;Imam Muslim&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Keenam, Musibah Menghapus Kesalahan dan Mengangkat Derajat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inilah indahnya kehidupan bagi orang yang beriman. Ujian, bencana dan  bala akan menggugurkan dosa-dosa dan sekaligus mengangkat derajatnya.  Tidak sia-sia, tegantung ia meresponnya. Dari Aisyah ra. ia mendengar  Rasulullah saw. bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;عن عائشة قالت سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;« مَا مِنْ مُؤْمِنٍ تَشُوكُهُ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إِلاَّ حَطَّ اللَّهُ عَنْهُ خَطِيئَةً وَرَفَعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةً »&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; رواه مسلم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Tiada seorang mukmin yang tertusuk suatu duri atau bahkan yang  jauh lebih sakit, kecuali Allah pasti akan menghapus kesalahan dan  mengangkat derajat.” &lt;/em&gt;Imam Muslim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;«  عجبًا لأمرِ الْمُؤْمِن ، إِنَّ أمرهُ كُلَّهُ خيرٌ ، ولَيْسَ ذلِكَ لأحَد  إلاَّ للمُؤْمنِ ، إن أصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَر ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ،  وإنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ ، فكَانَ خَيرًا لَهُ »&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rasulullah saw.&lt;em&gt; bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang  mukmin, semua urusannya baik baginya. Jika ia mendapatkan kebaikan, ia  bersyukur. Jika sedangkan memperoleh keburukan, ia bersabar,  kedua-duanya baik baginya, itu tidak dimiliki kecuali oleh orang  mukmin.” &lt;/em&gt;Sahih Ibnu Hibban&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Ketujuh, Musibah sebagai Peringatan &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kejadian bencana bisa dimaknai 3 hal; Pertama sebagai siksa, jika itu  menimpa orang-orang yang tidak beriman. Kedua sebagai peringatan, jika  menimpa orang-orang yang beriman tapi melakukan banyak dosa. Dan ketiga,  sebagai sarana mengangkat derajat, yaitu bagi orang yang beriman,  hamba-hamba Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah swt. berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ  اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَى قُلُوبِكُمْ مَنْ  إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ  الْآَيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ (46)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ö&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;قُلْ  أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً  هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الظَّالِمُونَ (47) وَمَا نُرْسِلُ  الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ فَمَنْ آَمَنَ  وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (48)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Ç&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Í&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Ñ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;È&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (49)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;46. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut  pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah Tuhan selain  Allah yang Kuasa mengembalikannya kepadamu?” perhatikanlah bagaimana  Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian  mereka tetap berpaling (juga).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;47. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah  kepadamu dengan sekonyong-konyong, atau terang-terangan, Maka Adakah  yang dibinasakan (Allah) selain dari orang yang zalim?”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;48. dan tidaklah Kami mengutus Para Rasul itu melainkan untuk  memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang  beriman dan Mengadakan perbaikan, Maka tak ada kekhawatiran terhadap  mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;49. dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik&lt;/em&gt;&lt;em&gt;.” &lt;/em&gt;QS. Al-An’am: 46-49&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Ketujuh, Musibah Menyempurnakan Iman&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:لَيْسَ بِمُؤْمِنٍ مُسْتَكْمِلِ الإِيمَانِ  مَنْ لَمْ يَعُدَّ الْبَلاءَ نِعْمَةً، وَالرَّخاءَ مُصِيبَةً، قَالُوا:  كَيْفَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ:لأَنَّ الْبَلاءَ لا يَتْبَعُهُ إِلا  الرَّخَاءُ، وَكَذَلِكَ الرَّخَاءُ لا تَتْبَعُهُ إِلا الْمُصِيبَة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وليس  بمؤمن مستكمل الإيمان من لم يسكن في صلاته” قالوا: ولم يا رسول الله؟ قال:  “لأن المصلي يناجي ربه فإذا كان في غير صلاة إنما يناجي ابن آدم”.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;رواه الطبراني&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rasulullah saw. bersabda:&lt;em&gt; “Tiada dianggap mukmin yang sempurna  imannya orang yang tidak menganggap suatu bala’ sebagai sebuah  kenikmatan, dan suatu kemudahan sebagai musibah. Para sahabat bertanya:  Bagaimana itu ya Rasulullah? Rasul menjawab; “Karena tiak menyertai  balak itu kecuali adanya kemudahan. Demikian juga dengan kemudian itu  akan disertai dengan musibah.” &lt;/em&gt;Ath-Tabrani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah swt. berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6) فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (7) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (8)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;5.Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” &lt;/em&gt;QS. Al-Insyirah:5-8.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dibalik bencana ada hikmah, ada pelajaran, ada kebaikan. Mari kita  renungkan, kita temukan rahasia di balik bencana yang selama ini  terjadi. Allahu a’lam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-1612510469202945481?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/1612510469202945481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/11/rahasia-di-balik-musibah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/1612510469202945481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/1612510469202945481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/11/rahasia-di-balik-musibah.html' title='Rahasia di Balik Musibah'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-2823479751988153261</id><published>2010-11-16T16:38:00.000+07:00</published><updated>2010-11-16T16:39:10.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Akhirat 1 Menit 49 Detik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Berbagai bencana alam, kembali menimpa bangsa Indonesia. Mulai dari 'tsunami' kecil di Wasior, Papua, yang menewaskan lebih dari 150 orang, disusul banjir di Jakarta yang mampu menghentikan denyut jantung aktivitas perekonomian Ibu Kota, lalu gempa dan tsunami di pantai Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatra Barat, yang merenggut lebih dari 115 nyawa, hingga awan panas Gunung Merapi yang mencapai suhu 8000C di Yogyakarta, seakan ikut andil untuk 'menyapa' manusia. Fenomena alam ini tak ubahnya secuil bukti kemahakuasaan Allah untuk menggambarkan betapa kecilnya kuasa manusia di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lebih dari empat miliar tahun planet bumi diciptakan beserta sumber dayanya, tak lain adalah untuk memfasilitasi hidup manusia. Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk nomaden yang berasal dari alam azali, berpindah ke alam rahim, lalu lahir ke alam dunia. Selanjutnya, diantarkan ke alam barzakh dengan tempat pemberhentian di alam akhirat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sesungguhnya, batas waktu (time limit) khalifah di bumi ini sangat singkat. Ia laksana seorang pengembara yang mampir untuk sekadar minum. Begitulah Rasullullah SAW menggambarkan kehidupan manusia di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setiap bayi yang lahir di alam fana ini tidak punya pilihan untuk hidup, kecuali dengan dua buah kitab, yakni kitab catatan perbuatan baik (sijjin) dan perbuatan buruk (illiyin). Itulah yang akan menyertainya sampai akhirat nanti. Ditambah lagi, dengan amanah Allah yang khusus diberikan kepada manusia, yakni shalat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Suatu ketika sahabat melihat Ali bin Abi Thalib RA ketika berwudhu. Kulitnya tampak berwarna kuning, dan badannya gemetar ketika shalat. Sahabat lain yang menyaksikannya kemudian bertanya kepada menantu Rasullullah itu. "Wahai Ali, mengapa engkau kelihatan seperti tidak sehat ketika berwudhu dan shalat?" Ali menjawab; "Bagaimana aku tidak gemetar, jika gunung, pohon, dan makhluk lainnya saja, tidak sanggup memegang amanah Allah ini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hidup di dunia sangatlah singkat, tak sebanding dengan kehidupan di akhirat. "Para malaikat dan Jibril naik menghadap Allah, dalam sehari setara dengan 50 ribu tahun." (QS Al-Maarij [70]: 4).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Berarti, waktu sehari di akhirat sama dengan 50 ribu tahun di dunia. Bila dikonversikan dengan umur manusia berdasarkan usia Rasullullah SAW (63 tahun), maka kehidupan manusia setara dengan 1 menit 49 detik di akhirat. Suatu waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, berhitunglah! Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-2823479751988153261?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/2823479751988153261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/11/akhirat-1-menit-49-detik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/2823479751988153261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/2823479751988153261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/11/akhirat-1-menit-49-detik.html' title='Akhirat 1 Menit 49 Detik'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-6370756340737055036</id><published>2010-11-15T20:32:00.000+07:00</published><updated>2010-11-15T20:33:07.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Ingatlah Saat Kematian Mu!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di dunia ini, menurut al-Ghazali, tak ada yang pasti, kecuali kematian.  Hanya kematian yang pasti, lainnya tak ada yang pasti. Namun, manusia  tak pernah siap menghadapi maut dan cenderung lari darinya.  "Sesungguhnya, kematian yang kamu lari daripadanya, sesungguhnya  kematian itu akan menemui kamu." (QS Al-Jumu'ah [62]: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi  al-Ghazali, kematian tidak bermakna tiadanya hidup (nafi al-hayah),  tetapi perubahan keadaan (taghayyur hal). Dengan kematian, hidup bukan  tidak ada, melainkan bertransformasi dalam bentuknya yang lebih  sempurna. Diakui, banyak orang semasa hidup mereka tertidur (tak  memiliki kesadaran), tetapi justru setelah kematian, meraka bangun  (hidup). "Al-Nas niyam, fa idza matu intabihu," demikian kata Imam Ali.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dalam Alquran, ada beberapa istilah yang dipergunakan Allah SWT  untuk mengartikan kematian. Pertama, kata al-maut  (kematian) itu  sendiri. Kata ini dalam bentuk kata benda diulang sebanyak 35 kali.  Al-maut menunjuk pada terlepasnya (berpisah) ruh dari jasad manusia.  Kepergian ruh membuat badan tak berdaya dan kemudian hancur-lebur  menjadi tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, "Darinya (tanah) itulah Kami  menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu, dan dari  sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain." (QS Thaha  [20]: 55).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kata al-wafah (wafat). Kata ini dalam bentuk  fi`il diulang sebanyak 19 kali. Al-Wafah memiliki beberapa makna, antara  lain sempurna atau membayar secara tunai. Jadi, orang mati dinamakan  wafat karena ia sesungguhnya sudah sempurna dalam menjalani hidup di  dunia ini. Oleh sebab itu, kita tak perlu berkata, sekiranya tak ada  bencana alam si fulan tidak akan mati.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ketiga, kata al-ajal.  Kata ini dalam Alquran diulang sebanyak 21 kali. Kata ajal sering  disamakan secara salah kaprah dengan umur. Sesungguhnya, ajal berbeda  dengan umur. Umur adalah usia yang kita lalui, sedangkan ajal adalah  batas akhir dari usia (perjalanan hidup manusia) di dunia. Usia  bertambah setiap hari; ajal tidak. (QS Al-A'raf [7]: 34).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Keempat,  kata al-ruju' (raji'). Kata ini dalam bentuk subjek diulang sebanyak  empat kali, dan mengandung makna kembali atau pulang. Kematian berarti  perjalanan pulang atau kembali kepada asal, yaitu Allah SWT. Karena itu,  kalau ada berita kematian, kita baiknya membaca istirja', Inna Lillah  wa Inna Ilaihi Raji'un  (QS Al-Baqarah [2]: 156).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sesungguhnya,  kematian itu sama dengan mudik, yaitu perjalanan pulang ke kampung kita  yang sebenarnya, yaitu negeri akhirat. Mudik itu menyenangkan. Dengan  satu syarat, yakni membawa bekal yang cukup, berupa iman dan amal saleh.  "Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya (dalam perkenan dan  rida-Nya), hendaklah ia mengerjakan amal saleh." (QS Al-Kahfi [18]:  110). Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-6370756340737055036?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/6370756340737055036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/11/ingatlah-saat-kematian-mu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/6370756340737055036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/6370756340737055036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/11/ingatlah-saat-kematian-mu.html' title='Ingatlah Saat Kematian Mu!'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-4756157670060794747</id><published>2010-11-15T20:30:00.001+07:00</published><updated>2010-11-15T20:30:59.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Air Mata yang Menuntun ke Surga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dua ilmuwan pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata.  Kedua peneliti tersebut berasal dari Jerman dan Amerika Serikat. Hasil  penelitian kedua peneliti itu menyimpulkan bahwa air mata yang keluar  karena tepercik bawang atau cabe berbeda dengan air mata yang mengalir  karena kecewa dan sedih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Air mata yang keluar karena tepercik  bawang atau cabe ternyata tidak mengandung zat yang berbahaya.  Sedangkan, air mata yang mengalir karena rasa kecewa atau sedih  disimpulkan mengandung toksin, atau racun. Kedua peneliti itu pun  merekomendasikan agar orang-orang yang mengalami rasa kecewa dan sedih  lebih baik menumpahkan air matanya. Sebab, jika air mata kesedihan atau  kekecewaan itu tidak dikeluarkan, akan berdampak buruk bagi kesehatan  lambung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada  saat yang tepat, menangislah sepuas-puasnya dan nikmatilah karena tidak  selamanya orang bisa menangis. Orang-orang yang suka menangis sering  kali dilabeli sebagai orang cengeng. Cengeng terhadap Sang Khalik adalah  positif dan cengeng terhadap makhluk adalah negatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang-orang  yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan  merindukan Tuhannya, air mata itu akan melicinkannya menembus surga. Air  mata yang tumpah karena menangisi dosa masa masa lalu akan memadamkan  api neraka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hal ini sesuai dengan hadis Nabi, "Ada mata yang  diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam  perjuangan fisabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada  Allah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak  pernah menangis, dikhawatirkan hatinya gersang. Salah satu kebiasaan  para sufi ialah menangis. Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi cacat  karena air mata yang selalu berderai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tuhan memuji orang  menangis. "Dan, mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka  bertambah khusyuk." (QS Al-Isra' [17]:109). Nabi Muhammad SAW juga  pernah berpesan, "Jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan  tangisilah dosa-dosamu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ciri-ciri orang yang beruntung ialah  ketika mereka hadir di bumi langsung menangis, sementara orang-orang di  sekitarnya tertawa dengan penuh kegembiraan. Jika meninggal dunia ia  tersenyum, sementara orang-orang di sekitarnya menangis karena sedih  ditinggalkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tampaknya, kita perlu membayangkan ketika nanti  meninggal dunia, apakah akan lebih banyak orang mengiringi kepergian  kita dengan tangis kesedihan atau dengan tawa kegembiraan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jika  air mata kerinduan terhadap Tuhan tidak pernah lagi terurai, apalagi  jika air mata selalu kering di atas tumpukan dosa dan maksiat, kita  perlu segera melakukan introspeksi. Apakah mata kita sudah mulai  bersahabat dengan surga atau neraka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-4756157670060794747?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/4756157670060794747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/11/air-mata-yang-menuntun-ke-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/4756157670060794747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/4756157670060794747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/11/air-mata-yang-menuntun-ke-surga.html' title='Air Mata yang Menuntun ke Surga'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-2762210609228299097</id><published>2010-10-22T17:34:00.002+07:00</published><updated>2010-10-22T18:00:22.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Jadikanlah Al-Qur’an Sebagai Sahabat</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah  satu karunia Allah Ta’ala terbesar yang dilimpahkan kepada kita adalah  Kalam-Nya yang mulia Al-Qur’an. Terkandung di dalamnya petunjuk menuju  jalan yang lurus dan benar. Dengannya Allah memandu hamba-hamba-Nya  kepada jalan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Seorang  nashrani pun ketika mendengarkan lantunan ayat-ayat Al Qur’an dengan  hati yang jernih maka hidayah Allah pun masuk kedalam relung hatinya  tanpa bisa dibendung. &lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak hanya berhenti disitu, ia pun mencucurkan air mata demi mendengarkan kalam Ilahi yang mulia ini. Raja Najasyi adalah contoh&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang  indah untuk membenarkan klaim tersebut. Ketika beliau mendengarkan Al  Qur’an yang dibacakan oleh Ja’far bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu. &lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak  hanya manusia, jin pun terkesima tatkala mendengarkan ayat-ayat Al  Qur’an yang dilantunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka  terdiam mendengarkan dengan penuh perhatian. Begitu Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai membacakannya, spontan mereka  langsung beriman dan menyeru kaumnya untuk beriman. Allah Ta’ala  berfirman; &lt;span&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Dan  (ingatlah) ketika Kami hadap-kan serombongan jin kepadamu yang  mendengarkan Al-Qur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya)  lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika  pembacaan selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi  peri-ngatan. Mereka berkata: “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah  mendengarkan kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan sesudah Musa, membenarkan  kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada  jalan yang lurus.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al Ahqaaf:30). &lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al-Qur’an  adalah nikmat Allah yang sangat besar. Kitab yang sarat dengan  keberkahan. Akan tetapi nikmat dan barokah itu tidak akan dapat kita  rasakan kecuali jika kita mau membaca, mempelajari dan merenungkannya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sungguh  merupakan suatu kerugian yang sangat besar, jika hari demi hari kita  lewatkan begitu saja tanpa dihiasi oleh bacaan Al-Qur’an. Bagaimana  mungkin seorang muslim tidak tertarik untuk membacanya, padahal di  dalamnya terdapat berbagai informasi yang sangat ia butuhkan. Informasi  dan petunjuk penting yang tak akan bisa didapat pada selain Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika  kita hidup di zaman yang penuh fitnah seperti sekarang ini, maka  kebutuhan terhadap Al-Qur’an menjadi lebih besar lagi. Amirul Mukminin  Ali bin Abi Thalib ra pernah berkata; &lt;em&gt;“Sesungguhnya nanti akan terjadi berbagai fitnah (cobaan)”&lt;/em&gt;. Maka ditanyakan kepadanya: &lt;em&gt;“Lalu apakah jalan keluarnya?”.&lt;/em&gt; Beliau menjawab; &lt;em&gt;“Kitabullah  (Al-Qur’an), di dalamnya terdapat berita (riwayat) orang-orang sebelum  kalian, khabar-khabar (peristiwa) yang terjadi setelah kalian dan  hukum-hukum (yang mengatur) urusan kalian. Ia adalah pemisah antara yang  hak dan yang bathil. Sekali-kali ia bukanlah senda gurau, siapa saja  orang sombong yang meninggalkannya pasti akan dibinasakan oleh Allah.  Siapa yang mencari petunjuk selain padanya, maka ia akan disesatkan oleh  Allah. Ia adalah tali Allah yang kokoh, peringatan yang bijak dan ia  adalah jalan yang lurus. Dengannya hawa nafsu tidak akan menyimpang.&lt;/em&gt;&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Dengannya  lisan tidak akan rancu (keliru). Keajaiban-keajaibannya tidak akan  pernah habis. Para ulama tidak akan pernah kenyang darinya. Barang siapa  yang bicara dengan berhujjah dengannya maka ia akan benar. Barang siapa  yang mengamalkannya maka ia akan memperoleh pahala. Barang siapa yang  berhukum dengannya maka ia akan adil. Barang siapa yang menyeru  kepadanya maka ia akan terbimbing ke jalan yang lurus”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al-Qur’an  bagaikan air yang menyirami tanaman iman. Iman yang selalu dirawat dan  disirami dengan bacaan Al-Qur’an, niscaya akan tumbuh subur.&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun sebaliknya, hati yang jauh dari bacaan Al-Qur’an, niscaya akan gersang.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tanaman  iman menjadi layu. Tidak ada musibah yang lebih besar daripada hati  yang beku dan iman yang layu. Sungguh itu merupakan musibah besar bagi  agama seorang hamba Allah. Rasulullah senantiasa berdo’a, &lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Dan janganlah Engkau jadikan musibah kami menimpa pada agama kami”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Tirmidzi dan Al Hakim).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sudahkan  kita menjadikan membaca al Qur’an sebagai sebuah kebutuhan? Tahukah  anda, bahwa al Qur’an adalah sekumpulan surat yang dikirim oleh Tuhan  penguasa sekalian alam kepada kita sebagai hamba-hamba-Nya? Seorang yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;gemar  membaca Al-Qur’an akan bercahaya haitnya, lapang dadanya, rahmat Allah  melimpah kepadanya, dan setiap huruf yang dibacanya akan dibalas dengan  sepululuh kali lipat pahala yang baik.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidakkkah Rusulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berpesan: &lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Bacalah Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi shahabatnya”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Muslim).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-indent: 18pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadikanlah Al-Qur’an sebagai sahabat kita, niscaya syafa’atnya kan kita dapatkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;http://bacagerimis.wordpress.com/2005/08/01/jadikanlah-al-quran-sebagai-sahabat/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-2762210609228299097?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/2762210609228299097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/10/jadikanlah-al-quran-sebagai-sahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/2762210609228299097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/2762210609228299097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/10/jadikanlah-al-quran-sebagai-sahabat.html' title='Jadikanlah Al-Qur’an Sebagai Sahabat'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-7291589237676910648</id><published>2010-10-22T16:53:00.000+07:00</published><updated>2010-10-22T17:06:24.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Menundukkan Pandangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Allahumma inni audzubika min fitnatin nisaa.  Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah wanita." Seorang teman  mengajarkan doa tersebut kepada saya. Ia memaparkan bahwa doa tersebut  merupakan perisai yang ampuh bagi para pria saat melihat wanita yang  membuatnya tergoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu senantiasa bergejolak apalagi saat  stimulan bermunculan. Perkara menundukkan nafsu itu yang menjadi sebuah  kreativitas. Saat manusia melihat apa yang diharamkan Allah SWT, maka  boleh jadi ia tergoda oleh bisik rayu setan dan pandangan liar yang  haram menjadi pintu masuk maksiat yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya  sekilas pandang, namun bila tidak segera ditundukkan maka pandangan akan  menyerang pikiran dan membuat jiwa gelisah. Bila tak mampu ditundukkan,  maka nafsu akan mendorong diri untuk berlaku maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT  mencegah pandangan liar di kalangan Mukminin, baik pria maupun wanita.  Dalam surah an-Nuur ayat 30, Allah SWT berfirman,  "Katakanlah kepada  laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan  memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,  sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat'."Pada ayat  31 surah yang sama, Allah SWT pun memerintahkan hal yang sama kepada  kaum wanita, yakni menahan pandangan dan menjaga kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan,  Rasulullah SAW pun mencegah sahabat secara langsung begitu tak mampu  menundukkan pandangan. Alkisah, salah seorang sahabat bernama  Al Fadhl  bin Abbas sedang berdiri di samping Rasulullah SAW saat berhaji. Lalu  datanglah seorang wanita ke arah Nabi Muhammad SAW untuk bertanya  tentang suatu hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Fadhl melempar pandang kepada wanita  tersebut, dan wanita itu pun melihat kepadanya. Saat Rasulullah SAW  mengetahuinya, maka beliau  memalingkan wajah Al Fadhl ke arah lain agar  terhindar dari dosa. (Hadis Muttafaq Alaihi, Bulughul Maram hadis 732).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya  kemunculan maksiat tak melihat tempat dan suasana. Dalam kondisi haji  dan berdiri di samping Rasulullah SAW sekalipun,  pandangan liar  berpotensi dosa dapat bermunculan.Marilah saudaraku seiman kita mencoba  ikut ambil bagian dalam perintah Allah SWT dan Rasul-Nya ini.   Menundukkan pandangan, itulah latihan yang perlu kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  Anda belum mengetahui maksud dan manfaat dari menundukkan pandangan  seperti yang diperintahkan, namun yakinlah bahwa kebaikan itu akan  berpulang pada dirimu. Paling tidak doa kita mendapat ijabah, shalat  kita khusyuk, sujud dan tadharru kita akan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab  Rasulullah SAW bersabda, "Setiap Muslim yang melihat kecantikan seorang  wanita pada kali pertama kemudian ia berusaha untuk menundukkan  pandangannya, maka pasti Allah akan menggantikan untuknya sebuah ibadah  yang dapat ia rasakan kenikmatannya." (HR Ahmad).Bila Anda ingin  mendapati kekhusyukan serta kenikmatan beribadah kepada Sang Khalik,  maka mulailah melakukannya dari sesuatu yang kecil, yakni menundukkan  pandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-7291589237676910648?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/7291589237676910648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/10/menundukkan-pandangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/7291589237676910648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/7291589237676910648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/10/menundukkan-pandangan.html' title='Menundukkan Pandangan'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-3487459386774844228</id><published>2010-10-08T06:44:00.000+07:00</published><updated>2010-10-08T06:47:59.316+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah-renungan'/><title type='text'>Mereka yang Menangis</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana; text-align: center;" class="entry"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang Telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya Telah diturunkan Al Kitab kepadanya, Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;hr style="height: 3px; margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku… tahukah kamu bila Allah swt telah berfiman ketika mensifati hamba-hamba-Nya yang beriman yaitu apabila “Apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”… Dan bukankah pernah Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan tersentuh oleh api neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu kembali ke tempat asalnya. Dan tidak akan berkumpul debu jihad fi sabilillah dengan asap neraka Jahannam”. Bahkan Daud alaihissalam bermunajat kepada Rab-nya; “ya Tuhanku, apakah balasan bagi orang yang menangis karena takut kepada-Mu hingga air matanya mengalir membasahi kedua pipinya”. Lantas apa jawabannya..? Jawabannya adalah: “Balasan baginya adalah akan Aku haramkan wajahnya dari jilatan api neraka, dan akan Aku amankan dia pada hari kiamat”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu sahabatku… jika kita renungkan bersama… ternyata tangisan adalah buah syar’i dari sebuah peribadatan. Dan menangis karena takut kepada Allah adalah kunci bagi rahmat-Nya. Dan aku berbicara seperti ini bukan berarti kita tidak boleh menangis… tidak dan seribu kali aku katakan tidak… tetapi kita memang harus menangis… hanya saja pertanyaannya adalah pada hal apa kita menangis.??.. apakah kita menangisi musibah-musibah dan penderitaan-penderitaan yang menimpa kita?… di luar sana… ada orang menangisi ayah… menangisi ibu… menangisi sanak saudaranya… atau bahkan menangisi teman, sahabat, dan kekasihnya…juga ada sebagian orang yang menangisi kerugian harta bendanya… dan di luar sana… di luar sana… di tengah hiruk pikuknya anak adam, ada orang yang menangisi panggung-panggung sandiwara dan sinetron-sinetron asmara… jauh… jauh sekali… sahabatku!!! Demi Allah, antara air mata kita dan air mata mereka…sangatlah jauh… bila kita lihat kisah perjalanan orang-orang mulia…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku… sungguh telah menangis Ummu Aiman… telah menangis ummu Aiman di saat Abu Bakar dan Umar mengunjunginya setelah kematian Rasulullah saw. Maka mereka berdua bertanya kepadanya; “Apa yang telah membuatmu menangis wahai ibu?… Apa yang telah membuatmu bersedih wahai ummu Aiman ? bukankah engkau tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik bagi Rasul-Nya? Ummu Aiman terdiam sejenak, kemudian beliau berkata lirih; “ Ya.. benar, aku tahu apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi Rasul-Nya, akan tetapi aku menangis karena terputusnya wahyu dari langit”… Subhanallah seorang Ummu Aiman menangis sedih, takut, dan khawatir akan ummat ini sepeninggal nabinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku… apa yang aku harus aku katakan tentang mereka dan tentang kisah perjalanan hidup mereka..? diantara mereka ada yang membasahi bumi ini dengan air matanya… diantara mereka ada yang tersungkur wajahnya ketika dibacakan ayat-ayat tentang neraka… bahkan diantara mereka apabila mendengar adzan segera melompat dari ranjangnya…diantara mereka ada yang apabila berwudhu untuk shalat berubah merah wajahnya dan menetes airmatanya… sahabatku… dengarlah.. dan bukalah hati… sebelum engkau membuka telinga ini….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku… suatu ketika isteri imam al ‘Auzai menemui suaminya di tempat shalatnya dan dia mendapati sang suami dalam keadaan pakaiannya basah. Melihat isterinya datang menghampiri, maka sang imam pun berkata; “Sungguh kamu lalai terhadap anak-anakmu wahai isteriku, hingga mereka kencing di tempat shalatku. Sang isteripun menjawab; “Celakalah aku duhai suamiku, sungguh ini adalah bekas air matamu di atas tempat shalatmu…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah… betapa mahal airmata itu… betapa mahal harganya… dan sungguh sahabatku, hati ini akan semakin hidup dengan mendengar kisah dan perjalanan orang-orang shalih… bahkan merasakan kebahagian dengan menelusuri jejak langkah mereka…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku… janganlah-sekali-kali… kau mengatakan bahwa menangis adalah tanda dari jiwa yang lemah… atau kau katakan kalau tangisan tidaklah pantas bagi seorang pemberani dan perkasa. Memang benar… kita tidak pantas menangis dihadapan musuh-musuh kita… dan tidak pantas bagi kita menangis saat mendengar ringkikan kuda perang, dentingan pedang dan anak panah yang berterbangan… karena semua itu adalah sifat sorang pengecut… wahai sahabatku!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun tangisan yang kumaksudkan adalah.. tangisan ketakutan… kerinduan.. ketundukkan… dan kehinaan… bahkan peribadatan kepada Allah Rab Semesta Alam… dia adalah tangisan penuh kerendahan dan kehinaan di hadapan Rab Yang Maha Kuasa dan Perkasa… dia adalah tangisan penuh ketakutan kepada Dzat Yang Maha Hidup dan tak pernah mati…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku…adalah Rasullah saw, beliau shalat sedangkan dadanya bergejolak bagaikan bejana yang mendidih karena tangisannya… sedang dia adalah penghulunya para pemberani… adalah Abu bakar shiddiq radiallhu’anhu… bila berdiri menjadi imam suaranya tak terdengar karena penuh dengan tangisan… namun orang-orang yang murtad sepeninggal Rasulullah saw hancur lebur melalui tangannya yang perkasa… dan tentu saja sahabatku… adalah Umar bin khattab radiallhu’anhu sang Pemisah… dikenal keras dan juga pemberani… namun dengan hati yang lembut dan mata yang berlinangan dalam shalatnya beliau membaca… “Sesungguhnya aku mengadukan keadaanku dan kesedihanku hanya kepada Allah”… &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidakkah ayat-ayat qur’an membuatmu menangis.. wahai sahabatku…? Tidakkah ayat-ayat qur’an membuatmu menangis… sedangkan ia telah memberitahukan kita… tentang jannah dan kenikmatannya… tentang neraka dan kepedihannya… tidakkah ayat-ayat qur’an menjadikan kulit tubuhmu merinding takut kepada Allah… bukankah Allah yang telah berfirman kepada engkau dan aku… wahai sahabatku; “Allah Telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku… kepadanya Rasulullah saw -lah qur’an ini diturunkan… namun, setiapkali beliau mendengar qur’an dibacakan kepadanya… beliau menangis… beliau menangis tatkala dibacakan kepadanya… “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun”. Beliau menangis… Rasulullah saw menangis… menangis berlinangan air mata dan takut… takut kepada Rab Yang Maha Perkasa…. dan berlinangan air mata karena cinta dan belas kasihan terhadap kita ummatnya…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ya Allah… tidakkah engkau menangis rindu kepada Allah wahai sahabatku… tidakkah engkau menangis rindu kepada Allah… rumah kita kelak adalah jannah yang menanti di sisi-Nya… tidakkah engkau menangis takut tersungkur ke dalam neraka dan di haramkan dari melihat Sang Raja Diraja…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabat… dengarlah apa yang dikatakan Rab kita; “Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. Sekali-kali tidak, Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (melihat) Tuhan mereka”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demi Allah… demi Allah… sahabatku, tidak ada di jannah yang paling indah, lezat dan paling agung selain memandang Dzat Yang Maha Pengasih lagi Penyayang… dan demi Allah… demi Allah… tidak ada azab yang paling pedih dan keras di dalam neraka selain diharamkannya kita dari memandang Wajah Allah Azza wa Jalla… sungguh sahabatku, hati yang salimah tentunya akan terpuruk pedih dan terenyuh takut ketika ia membaca Kalamullah Ta’ala; “Dan bertakwalah kepada Allah dan Ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku… adakah kegembiraan yang lebih besar selain bertemu sang kekasih… setiap yang mencinta pasti merindukan kekasihnya… sahabatku… benar bila Ka’ab al Akhbar berkata; “Barangsiapa yang menangis takut dari dosa, maka dia akan diampuni… dan barangsiapa yang menangis rindu kepada Allah, maka dia akan dibolehkan untuk memandang-Nya kapan saja dia mau… sahabatku… barangsiapa yang takut akan api neraka, maka Allah akan melindungi darinya… dan barangsiapa yang menangis rindu kepada jannah, maka Allah akan menempatkannya di dalamnya… ya Allah janganlah kau haramkan kami dari fadhilah-Mu…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku…tidakkah kau ingat pesan al musthafa ? “Jangan kalian lupakan al ‘adzimataini!!.. Apakah al ‘adzimatani itu wahai Rasulullah saw? … dia adalah jannah dan neraka… demi jiwa Muhammad yang ada dalam genggaman-Nya, seandainya kalian tahu apa yang aku ketahui tentang akhirat… niscaya kalian akan berjalan mendaki bukit pasir dan akan menutupi kepala kalian dengan debu… beliau pun menangis hingga airmata mengalir di sela-sela janggutnya yang mulia…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menagislah… akan dosa-dosamu wahai sahabatku… sebelum menangis itu tidak lagi bermanfaat bagimu… tahukah..kamu? bila menangis adalah termasuk dari kunci-kunci taubat… tidakkah kau lihat hati menjadi lembut disaat menangis hingga tumbuh penyesalan… dua mata yang tidak akan pernah tersentuh oleh apai neraka… mata yang senantiasa menangis takut kepada Allah… dan mata yang berjaga-jaga fi sabilillah… &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku… Di antara pendahulu umat mulia ini ada yang menangis selama 20 tahun karena rindu kepada Rasulullah saw… Ya, menangis selama 20 tahun karena rindu kepada beliau hingga akhirnya bermimpi melihat beliau dalam tidurnya… Sedangkan engkau dan saya, apakah benar kita pernah menangis karena musibah kematian dan kehilangan beliau?… Padahal, Ia adalah musibah yang membuat mata bercucuran dan akal kebingungan. Apakah engkau pernah berangan-angan dan rindu untuk melihat beliau, wahai sahabatku…? Apakah jiwamu sungguh-sungguh berharap dapat mampir ke telaga beliau dan minum dari tangan beliau? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sementara mereka…mereka orang-orang yang mencintai beliau berkata: “Orang-orang bersenang-senang di dunia, sementara kami, demi Allah, tidak pernah bersenang-senang sepeninggalmu. Dan jika pertemuan di dunia tidak dimungkinkan maka di padang mahsyarlah kami menjumpaimu dan cukuplah itu bagi kami.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku… Renungkanlah peristiwa yang sangat menyentuh hati yaitu kisah orang-orang yang mencintai beliau dengan jujur… Tatkala kaum muslimin usai dari perang Hunain dalam keadaan menang dan meraih ghanimah yang banyak, Rasulullah saw membagi-bagikan ghanimah kepada para muallaf agar keislaman mereka kian teguh… Sementara orang-orang Anshar yang memang telah teguh imannya, Rasulullah saw tidak memberi mereka sedikitpun… Mereka pun bertanya-tanya, kenapa Rasulullah saw tidak membagi mereka dari ghanimah tersebut? Akhirnya mereka saling berbisik satu sama lain. Sa’ad bin Ubadah radhiallahu’anhu mendengar bisikan mereka lalu segera menghadap Rasulullah saw dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya satu kelompok dari kalangan anshar ini merasa tidak puas terhadapmu karena masalah pembagian ghanimah. Engkau telah membagi kepada kaummu dan memberi kepada kabilah-kabilah arab lain pemberian yang banyak. Sementara engkau tidak memberi sedikitpun untuk kalangan anshar.” Maka Rasulullah saw pun bertanya, “Sedangkan engkau sendiri bagaimana wahai Sa’ad?” Ia menjawab dengan terus terang, “Aku tidak lain adalah salah seorang dari kaumku.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemudian Rasulullah saw berkata kepadanya, “Kalau begitu kumpulkanlah seluruh kaummu!” Setelah mereka berkumpul, Rasulullah saw mendatangi mereka seraya memandang kepada wajah-wajah mereka. Beliau tersenyum pada wajah-wajah mereka dengan senyuman yang berseri-seri. Senyuman yang mengandung pengakuan terhadap jasa-jasa mereka. Kemudian bersabda, “Wahai kaum anshar, telah sampai kepadaku perkataan kalian. Kalian merasa tidak puas dan kecewa terhadapku. Tetapi, bukankah aku datang kepada kalian sementara kalian dalam keadaan tersesat lalu Allah memberi hidayah kepada kalian lewatku? Kalian dalam keadaan miskin lalu Allah membuat kalian kaya denganku? Kalian dalam keadaan saling bermusuhan lalu Allah menyatukan hati-hati kalian denganku?!” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka menjawab, “Benar. Allah dan Rasul-Nya lebih berjasa dan memberi karunia.” Maka Rasulullah saw bersabda, “Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaanku wahai kaum anshar?” Mereka berkata, “Dengan apa kami harus menjawab wahai Rasulullah? Bagi Allah dan Rasul-Nya karunia dan keutamaan.” Maka beliau berkata, “Demi Allah kalau kalian menghendaki kalian bisa berkata dan tentu kalian benar serta dipercaya: Bukankah engkau (wahai Nabi) datang kepada kami dalam keadaan didustakan lalu kami membenarkanmu? dalam keadaan ditelantarkan lalu kami menolongmu? Dalam keadaan miskin lalu kami membantumu? Dalam keadaaan terusir lalu kami melindungimu?…..Wahai kaum anshar, apakah kalian merasa kecewa karena sekelumit dari dunia yang dengannya aku hendak menjinakkan hati suatu kaum agar mereka teguh dalam Islam, sementara aku percayakan kalian terhadap keislaman kalian? Apakah kalian tidak ridha wahai kaum anshar ketika manusia pulang dengan membawa kambing dan onta sementara kalian pulang dengan membawa Rasulullah?! Apakah kalian tidak ridha wahai kaum anshar ketika manusia pulang dengan membawa kambing dan onta sementara kalian pulang dengan membawa Rasulullah?! Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, kalau bukan karena hijrah tentulah aku salah seorang dari kaum anshar. Seandainya orang-orang menempuh satu lereng kemudian kaum anshar menempuh lereng yang lain, tentulah aku akan menempuh lereng kaum anshar. Ya Allah rahmatilah kaum anshar…. Ya Allah rahmatilah kaum anshar…. Ya Allah rahmatilah anak-anak kaum anshar…. Ya Allah rahmatilah cucu-cucu kaum anshar….”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku… Mendengar itu semua… kaum anshar pun menangis hingga membasahi janggut-janggut mereka. Air mata mereka bercampur dengan air mata kekasih mereka. Mereka pun berseru disertai Sa’ad bersama mereka, “Kami ridha dengan Rasulullah sebagai bagian dan jatah kami.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Subhanallah, alangkah mempesonanya pemandangan tersebut. Alangkah mengagumkannya ketika orang-orang yang jujur itu mengungkapkan mahabbah mereka dengan cucuran air mata. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku… demi Allah Aku bertanya kepadamu, apakah engkau pernah merasa rindu untuk melihat beliau? Apakah engkau pernah menangis karena sedih ditinggal beliau? Jika engkau seorang pecinta yang jujur, maka sunnah beliau ada di hadapanmu. Inilah jalan hidup beliau (Islam). Laksanakanlah dengan sungguh-sungguh dan jangan engkau remehkan. Jangan engkau kira bahwa sekedar linangan air mata cukup sebagai bukti mahabbah. Bukankah ada air mata-air mata yang dusta seperti halnya saudara-saudara Yusuf telah datang kepada ayah mereka di waktu Isya’ dalam keadaan menangis setelah mereka berbuat kejam terhadap Yusuf dan menuduh serigala sebagai pembunuhnya padahal serigala itu bebas dari tuduhan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sahabatku…, aku tahu bahwa engkau pada hari ini atau hari-hari yang lewat tidak menunaikan shalat subuh berjama’ah di mesjid. Akan tetapi, ketika engkau terbangun dan shalat jama’ah telah usai, apakah engkau menangis serta menyesal? Apakah engkau bertekad untuk merubah cara hidupmu?! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesungguhnya perbedaan antara kita dengan orang-orang shaleh sebelum kita adalah air mata mereka itu hangat sementara air mata kita dingin. Air mata yang hangat akan mampu meninggalkan bekas dan merubah jalan hidup. Mereka menangis karena ketinggalan amal-amal shaleh. Sementara air mata yang dingin, bekas hanya sesaat, setelah itu lenyap. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maha Suci Allah yang telah memuji para pemilik air mata hangat dan menegaskan kejujuran mereka. Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw menyuruh manusia untuk berangkat berperang bersamanya. Kemudian datanglah sekumpulan shahabat yang mereka itu kurang mampu. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah angkutlah kami bersamamu!” Tapi beliau menjawab, “Demi Allah, aku tidak mendapati kendaraan untuk mengangkut kalian.” Mendengar itu mereka berlalu seraya menangis. Berlalu seraya menangis! Terasa berat bagi mereka untuk duduk meninggalkan jihad. Mereka tidak memiliki dana dan kendaraan. Ketika Allah swt melihat keseriusan mereka dalam mahabbahnya terhadap Allah dan Rasul-Nya, Dia-pun menurunkan pemberian maaf untuk mereka dan menjelaskan kejujuran mereka. Maka Allah swt berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; “Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk mengalahkan orang-orang yang berbuat baik, Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata:”Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”, lalu mereka kembali, sedang mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta ijin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang yang kaya. Mereka rela berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka menangis karena tidak mampu ikut berjihad dan mencari syahadah (kematian sebagai syahid). Sementara saya dan engkau, apakah yang membuat kita menangis? Apakah engkau pernah menangis karena penderitaan kaum muslimin di Filipina, Thailan, India, Cina, Palestina???&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bukankah Rasulullah saw pernah bersabda bahwa kita ini bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggota tubuh tersebut sakit niscaya sekujur tubuh tidak bisa tidur dan demam?! Tidakkah membuatmu menangis suara para janda dan orang-orang tua serta anak-anak yatim?! Tidakkah engkau mendengar seruan dan teriakan Fathimah, seorang perempuan Irak yang dinodai kehormatannya oleh para penyembah salib?! Maka siapakah yang merespon seruannya?! Yang mendengar teriakannya?! Siapakah yang merespon seruan Fathimah, seorang perempuan Palestina dan Fathimah seorang perempuan Chechnya serta Fathimah seorang perempuan Afghan?! Siapakah yang merespon seruan perempuan-perempuan muslimah?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demi Allah seandainya engkau merasakan apa yang berjalan di sekitarmu maka engkau tidak akan susah-susah untuk menangis. Karena hati-hati umat Islam yang dizhalimi telah dipenuhi oleh berbagai beban kesusahan dan kezhaliman para penjajah serta kemunafikan para musuh dalam selimut. Ketika engkau merasa bahwa engkau tidak berbuat sesuatu atau tidak mampu untuk berbuat sesuatu maka engkau pasti merasa wajib untuk menangis. Tidak ada yang bisa meringankan membaranya hati selain air mata dan doa. Air mata dzikir, air mata syukur, air mata khasyyah (takut terhadap Allah), air mata al-wala wal bara’ (loyalitas dan benci karena Allah), air mata keterikatan dengan agama yang agung ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demi Allah hati-hati kami tidak akan pernah merasa gembira kecuali apabila al-Aqsha kami telah dibebaskan dan tawanan-tawanan kami telah dilepaskan serta anjing-anjing kotor telah dienyahkan dari Irak kami dan segenap tanah air kaum muslimin dalam keadaan hina dan rendah…!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, tolonglah agama dan kitab-Mu, sunnah nabi-Mu dan hamba-hamba-Mu yang bertauhid. Ya Allah, tolonglah siapa yang menolong ad-Din, kalahkanlah siapa yang menelantarkan hamba-hamba-Mu yang bertauhid. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kecintaan terhadap-Mu, terhadap orang-orang yang mencintai-Mu, dan terhadap amal-amal yang mengantarkan kami kepada cinta-Mu. Ya Allah, buatlah kami mencintai iman, dan hiasilah ia dalam hati-hati kami. Ya Allah, jadikanlah loyalitas kami terhadap orang-orang yang takut dan bertaqwa kepada-Mu, ya Rabbal ‘alamin.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="postinfo"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;     DIarsipkan di bawah: &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/jendela-akhirat/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Jendela Akhirat" rel="category tag"&gt;Jendela Akhirat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://bacagerimis.wordpress.com/2008/10/30/mereka-yang-menangis/"&gt;http://bacagerimis.wordpress.com/2008/10/30/mereka-yang-menangis/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-3487459386774844228?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/3487459386774844228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/10/mereka-yang-menangis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/3487459386774844228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/3487459386774844228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/10/mereka-yang-menangis.html' title='Mereka yang Menangis'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-90119280439242852</id><published>2010-10-07T18:16:00.001+07:00</published><updated>2010-10-07T18:19:07.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah-renungan'/><title type='text'>Kisah Mati suri Aslina</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi saya ini sangat Penting, kisah ini menceritakan pengalaman mati suri, saya copast dari kaskus, yang di ambil dari kick andy, dan dialami oleh Aslina:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak orang. Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti fenomena ini. Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama. Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quran yang menjelaskan orang yang mati itu ingin dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond. dan hasil penelitian Raymond tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid). Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia. Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,” jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak.Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir,” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. ”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.” Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.” Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akulah (amal) kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya.”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar Ka’bah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat) baik, red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya. ”Saya mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.” Manusia-manusia itu juga memohon. ”Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah. Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ) menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah diteliti ilmuan Barat. Legisan mengemukakan pula, mungkin di antara alumni ESQ yang hadir pada Ahad (24/9) malam itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian Aslina. Tapi yang jelas, lanjutnya, rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat hal yang hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua,” ujarnya. Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang mati suri. Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana ia melihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang mati suri itu berkata: ”Dan aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).”(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.(100).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan. Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan kesaksiaannya saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan senantiasa mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Setelah acara, banyak di antara alumni yang bersimpati dan ingin membantu pengobatan sakit gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto bersama Aslina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-90119280439242852?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/90119280439242852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/10/kisah-mati-suri-aslina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/90119280439242852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/90119280439242852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/10/kisah-mati-suri-aslina.html' title='Kisah Mati suri Aslina'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-1642587439068849279</id><published>2010-09-22T19:42:00.000+07:00</published><updated>2010-09-22T19:44:33.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Menguatkan Komitmen pada Alquran</title><content type='html'>&lt;div class="img-detail-berita"&gt;       &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/alquran_100922120256.jpg" alt="Menguatkan Komitmen pada Alquran" title="Alquran" width="360" height="260" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;       &lt;div class="img-title"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alquran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;    &lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="arial13"&gt;                            &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan, yaitu Alquran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang; gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian kulit dan hati mereka menjadi tenang pada waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang mampu memberikan petunjuk kepadanya." (QS az-Zumar [39]: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Allah menjadikan Alquran sebagai rujukan kaum Muslimin dalam meniti hidup. Guna mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Selain itu, Alquran juga menjadi obat (penawar) bagi penyakit hati, yang terus mewabah di tengah masyarakat modern. (QS Al-Israa [17]: 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, setiap Muslim hendaknya menguatkan kembali komitmen kepada Alquran.  Mengimani, membenarkan, mencintai, menghormati, dan mengagungkannya. Setiap saat, seorang Muslim hendaknya terus berkomitmen mengamalkan Alquran. Untuk itu, diperlukan langkah padu dan konsisten agar komitmen ini terus terjaga. Sedikitnya ada lima langkah yang perlu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, meyakini dengan sepenuh hati bahwa Alquran adalah kalamullah yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. Kita wajib mengimani semua ayat yang dibaca. Baik yang berupa hukum-hukum maupun kisah-kisah. Baik yang menurut kita terasa masuk akal maupun yang belum dapat dipahami. Yang nyata maupun gaib. (QS Al-Maidah [5]: 83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menjadikan Alquran sebagai kawan akrab dalam kehidupan, yakni sebagai bahan bacaan terbaik dalam perjalanan umat manusia. (QS Al-Baqarah [2]: 121).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, berupaya memahami setiap kata dan kalimat indah yang tertera dalam kitab mulia ini. Tadabbur Alquran dilakukan dengan mengulangi ayat-ayat yang dibaca dan merepasinya dalam hati. (QS An-Nisa' [4]: 82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, mencoba menghafalkan dan menjaga hafalan ayat demi ayat dengan sepenuh jiwa. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang di dalam rongga tubuhnya tidak ada sedikit pun Alquran, tak ubahnya bagaikan rumah yang bobrok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, mengamalkannya dalam hidup keseharian dan berpegang teguh pada hukum-hukumnya. Senantiasa berusaha menyelaraskan hidup dan tingkah laku, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Karena, sesungguhnya akhlak Rasul SAW adalah gambaran aplikatif dari Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita menjadi Alquran sebagai teman sejati. Ke mana dan di manapun berada, Alquran selalu menjadi tuntunan. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dari Hudzaifah, "Hendaklah kalian sekalian beredar bersama kitab Allah ke mana saja dia beredar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah demikian, tak ada lagi kekhawatiran menghadapi berbagai himpitan. Bahkan, saat puncak kesulitan menerpa setiap diri di hari perhitungan kelak, Alquran akan menjadi syafaat. Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-1642587439068849279?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/1642587439068849279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/menguatkan-komitmen-pada-alquran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/1642587439068849279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/1642587439068849279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/menguatkan-komitmen-pada-alquran.html' title='Menguatkan Komitmen pada Alquran'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-3606480246254328330</id><published>2010-09-17T15:25:00.007+07:00</published><updated>2010-09-17T16:06:08.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan perjalanan'/><title type='text'>PUNCAK GARUDA (Gn. Merapi) TELAH RUNTUH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seperti tahun-tahun sebelumnya saat libur lebaran datang ku luangkan sedikit waktu tuk berbagi dengan alam, sekaligus melepas rindu akan dinginnya kabut pegunungan. Rencana semula kami sangat ingin sekali mendaki gunung lawu tapi akhirnya dialihkan ke gunung merapi karena waktu libur yang terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lebaran H+3 minggu sore setelah mengikuti acara kumpul keluarga, sore yang mendung dan hujan rintik-rintik mengawali perjalanan besama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;laju roda dua yang kunaiki. Perjalanan ini tak sendiri ku ditemani dengan sahabat Topik dan Yudhi, dan kita ketemuan di lampumerah bendogantungan klaten.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Minggu 12 september 2010 20:00 wib. Hujan belum juga reda namun tekad sudah bulat, kami meneruskan perjalanan menuju basecamp lewat kota boyolali dan seperti biasa mampir di angkringan pinggir jalan makan nasi kucing, minum susu jahe , dan membeli nasi tuk perbekalan. Malam semakin larut sementara jam menunjukkan pukul 22:00, kita melanjutkan perjalanan ke basecamp. Deru 2 sepedamotor honda grand memecah kegelapan dan kesunyian, melaju di atas aspal hitam yang berkelok-kelok tajam hingga sampai basecamp 22:30. Istirahat sejenak memejamkan mata merehat raga yang lelah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Basecamp Merapi, Senin 02:00 Start mendaki walau langkah terseyok-seyok karena mata masih belum 100% terbuka.. alias masih ngantuk, namun semangat tuk menggapai puncak tetap berkobar. Hujan telah reda meninggalkan bekas aliran-aliran air di jalur pendakian, sunyi senyap hanya suar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a alam dan saura canda tawa dari ketiga manusia memecah kesunyian selama perjalanan hingga akhirnya bertemu dengan kelompok pendaki lain yang sedang beristirahat di tengah perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pos 1 menjadi tempat istirahat p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ertama untuk mengisi perut yang sudah mulai melilit. Telo munthul menjadi santapan utama pagi itu, walau sebenernya telo munthul ini mempunyai efek negatif yaitu menimbulkan&lt;i style=""&gt; munthul sickness&lt;/i&gt; yaitu mengeluarkan gas amoniak yang tak henti2nya alias bikin ketut terus. Lumayan ketela manis ini bisa mengganjal perut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Waktu terus berjalan seiring langkah kaki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; yang menapaki jalur yang semakin terjal, telo munthul didalam perutpun mulai bekerja menghasilkan tenaga dan gas...&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maap sobat jika berjalan di belakangku sering mencium bau gas amonia hehehe... efek munthul.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semburat merah memancar terang di ufuk timur, Sebagai seorang muslim kami menunaikan sholat subuh berjamaah di tengah jalur menuju pos pasar bubrah. Sambil menungu sang mentari muncul dari balik tabir awan kami melajutkan perjalanan menuju pos pasar burah. Sesekali bertemu dengan kelompok pendaki yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Alhamdulillah, Pagi yang cerah ....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMoegKZg-I/AAAAAAAAAUM/_sczN7q1sGI/s1600/IMG_0183.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMoegKZg-I/AAAAAAAAAUM/_sczN7q1sGI/s400/IMG_0183.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517798472953725922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMoe_orsXI/AAAAAAAAAUU/xr7VXpgM_PU/s1600/IMG_0185.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMoe_orsXI/AAAAAAAAAUU/xr7VXpgM_PU/s400/IMG_0185.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517798481402245490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMpIrvsoQI/AAAAAAAAAUc/bCTHiNfsCn4/s1600/IMG_0186.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMpIrvsoQI/AAAAAAAAAUc/bCTHiNfsCn4/s400/IMG_0186.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517799197617463554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMpJDSf1zI/AAAAAAAAAUk/qN6Yb_LAjyo/s1600/IMG_0188.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMpJDSf1zI/AAAAAAAAAUk/qN6Yb_LAjyo/s400/IMG_0188.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517799203937441586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" style="'width:170.25pt;height:127.5pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\In'Net\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image004.jpg" title="IMG_0188"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; font-weight: bold; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Antara Topik, munthul dan merapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMqpGiVKUI/AAAAAAAAAU8/5vaFeszlDA0/s1600/IMG_0191.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMqpGiVKUI/AAAAAAAAAU8/5vaFeszlDA0/s320/IMG_0191.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517800854076598594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada cerita tersendiri dengan sahabat yang satu ini, yaitu seorang pecinta telo munthul. Setiap naik gunung sering sekali ada munthul didalam tasnya. Meskipun punya efek negatif sering mengeluarkan gas amonia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; font-weight: bold; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Antara Yudhi, nasi kucing dan merapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; font-weight: bold; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMqpc6Zd_I/AAAAAAAAAVE/WogbKwNPNOU/s1600/IMG_0204.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMqpc6Zd_I/AAAAAAAAAVE/WogbKwNPNOU/s320/IMG_0204.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517800860083124210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yudhi ini merupakan sahabat baru dari kebumen yang kemarin sempat mencetuskan istilah gili manuk, gili bahasa kebumen artinya jalan nah kalo manuk artinya burung nak kalo gli manuk di gabungkan trus artinya apa ya??? Hehe coba di artikan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yudhi bilang sudah 3 tahun tak makan nasi kucing, untungnya tadi malam mbungkus nasi kucing 3 biji. Akhirnya kesampaian juga makan nasi kucing di lereng merapi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: verdana; font-weight: bold; text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Antara aku,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;puncak garuda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan merapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMqqOn5U8I/AAAAAAAAAVM/bGcZr6zkRE8/s1600/IMG_0194.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMqqOn5U8I/AAAAAAAAAVM/bGcZr6zkRE8/s320/IMG_0194.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517800873427293122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pos pasar bubrah 06:00 wib, Pagi ini alhamdulillah cuaca cerah namu sang mentari masih tertutup awan sehingga cahayanyapun tidak begitu terik, berlahan kabut tebal berjalan dari arah timur &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;sesekali sang mentari tak terlihat pancaran sinarnya. Dingin, angin berhembus sepoi-sepoi menyelimuti kami yang sedang bercengkrama. Kopi hangat dan mi rebus menjadi menu utama di pagi itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ku lihat ke atas kubah, tak seperti biasanya kulihat asap yang sangat tebal dan pekat membumbung tinggi ke atas. Sekali kurasakan gempa lokal dan suara gemuruh, ini pengalaman pertamaku merasakan gempa lokal gunung merapi yang kemungkinan berasal dari perut gunung merapi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMsgqSyUnI/AAAAAAAAAVs/uJ3694nMFrU/s1600/IMG_0196.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMsgqSyUnI/AAAAAAAAAVs/uJ3694nMFrU/s400/IMG_0196.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517802908079510130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ah rasanya tidak lengkap kalo kita nggak mendaki sampai puncak sekaligus mengupdate keadaan puncak merapi, karena struktur puncak merapi ini kadang bisa berubah ubah. Sahabat topik memilih untuk tetap tinggak di pos pasar bubrah karena dia lebih berat tidur dari pada jalan lagi ke atas. Sementara aku dan yudhi mulai berangkat menuju puncak merapi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMsg8L4r5I/AAAAAAAAAV0/-JytNqEqxJo/s1600/IMG_0213.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMsg8L4r5I/AAAAAAAAAV0/-JytNqEqxJo/s400/IMG_0213.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517802912882405266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMshJUO6ZI/AAAAAAAAAV8/UiCHuZy7at4/s1600/IMG_0221.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMshJUO6ZI/AAAAAAAAAV8/UiCHuZy7at4/s400/IMG_0221.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517802916407077266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMshY7WECI/AAAAAAAAAWE/smJHrBgwcqU/s1600/IMG_0222.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMshY7WECI/AAAAAAAAAWE/smJHrBgwcqU/s400/IMG_0222.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517802920597655586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMshzVIw7I/AAAAAAAAAWM/q5-fDMy2REc/s1600/IMG_0228.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMshzVIw7I/AAAAAAAAAWM/q5-fDMy2REc/s400/IMG_0228.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517802927685157810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan kini Puncak garuda pun tlah runtuh ...... puncak tertinggi gunung merapi kini tak dapat digapai lagi karena puncak tertinggi saat ini adalah kubah baru sisa letusan tahun 2006 dan yang tersisa adalah pelataran disamping kubah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1037" type="#_x0000_t75" style="'width:190.5pt;height:143.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\In'Net\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image017.jpg" title="IMG_0230"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMuWtPunCI/AAAAAAAAAWU/FPPgh4ycTBo/s1600/IMG_0230.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMuWtPunCI/AAAAAAAAAWU/FPPgh4ycTBo/s400/IMG_0230.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517804936096554018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMuW1ig6qI/AAAAAAAAAWc/LmPcLGWWPaQ/s1600/IMG_0240.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMuW1ig6qI/AAAAAAAAAWc/LmPcLGWWPaQ/s400/IMG_0240.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517804938322832034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1039" type="#_x0000_t75" style="'width:185.25pt;height:139.5pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\In'Net\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image019.jpg" title="IMG_0240"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-3606480246254328330?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/3606480246254328330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/puncak-garuda-gn-merapi-telah-runtuh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/3606480246254328330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/3606480246254328330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/puncak-garuda-gn-merapi-telah-runtuh.html' title='PUNCAK GARUDA (Gn. Merapi) TELAH RUNTUH'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TJMoegKZg-I/AAAAAAAAAUM/_sczN7q1sGI/s72-c/IMG_0183.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-8458929964985193780</id><published>2010-09-17T15:19:00.000+07:00</published><updated>2010-09-17T15:25:37.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="arabic"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Filosofi pahala puasa 6 hari di bulan Syawal setelah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan sama dengan puasa setahun, karena setiap hasanah (kebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;1. Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;2. Puasa Syawal dan Sya’ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;3. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Taala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: “Pahala amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya.” Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;4. Puasa Ramadhan – sebagaimana disebutkan di muka – dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lain. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya ‘ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah ‘Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;5. Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebaiknya orang yang memiliki utang puasa Ramadhan memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan utangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal, dengan demikian ia telah melakukan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan perlu diingat pula bahwa shalat-shalat dan puasa sunnah serta sedekah yang dipergunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Taala pada bulan Ramadhan adalah disyariatkan sepanjang tahun, karena hal itu mengandung berbagai macam manfaat, di antaranya: ia sebagai pelengkap dari kekurangan yang terdapat pada fardhu, merupakan salah satu faktor yang mendatangkan mahabbah (kecintaan) Allah kepada hamba-Nya, sebab terkabulnya doa, demikian pula sebagai sebab dihapusnya dosa dan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan ditinggikannya kedudukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan, shalawat dan salam semoga tercurahkan selalu ke haribaan Nabi, segenap keluarga dan sahabatnya.&lt;/p&gt; &lt;!-- Social Buttons Shared Counts Generated by Digg Digg plugin v4.2.2.2,      Author : Yong Mook Kim     Website : http://www.mkyong.com/blog/digg-digg-wordpress-plugin/ --&gt;   &lt;!-- If the post is in Photo Gallery --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-8458929964985193780?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/8458929964985193780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/keutamaan-puasa-enam-hari-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/8458929964985193780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/8458929964985193780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/keutamaan-puasa-enam-hari-di-bulan.html' title='Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-2067231008727733691</id><published>2010-09-06T06:25:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T06:34:43.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Pacaran</title><content type='html'>&lt;table  border="0" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;SAYA INGIN BERTANYA APAKAH PACARAN ITU DILARANG.&lt;br /&gt;TOLONG BERI PENJELASAN  ?&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2"&gt; &lt;hr style="height: 3px;"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil  mursalin, wa ba`du,&lt;br /&gt;Islam sudah memperingatkan laki-laki dan wanita yang bukan mahram untuk tidak menyepi berduaan karena yang ketiganya adalah setan. Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan&lt;/em&gt;." (Riwayat  Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri  dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53, yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih dapat membersihkan hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu,"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;mengatakan: maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap orang perempuan, dan perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni cara seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan lebih dapat menjauhkan dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif untuk melindungi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal tersebut akan lebih baik dan lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian dan batasannya tidak sama buat setiap orang dan sangat mungkin bebeda dalam setiap budaya. Karena itu kami tidak akan menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini, agar tidak salah konotasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas Islam itu mengakui adanya rasa CINTA yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik . ?(QS. Ali Imran :14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejawantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semau itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab ini tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi ikrar dan pernyataan tanggung-jawab ini harus disaksikan oleh orang banyak termasuk yang paling utama adalah dari ayah kandung (wali) wanita. Kepada ayah kandung wanita itu, seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `the real gentleman`. Karena dia telah menjadi SUAMI dari seorang wnaita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi the real man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Kecuali memang ada hubungan `mahram` (keharaman untuk menikahi). Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pemandangan yang terlihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama.&lt;br /&gt;Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wassalamu `Alaikum  Wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syariahonline.com/v2/aqidah/353-pacaran"&gt;http://syariahonline.com/v2/aqidah/353-pacaran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-2067231008727733691?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/2067231008727733691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/pacaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/2067231008727733691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/2067231008727733691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/pacaran.html' title='Pacaran'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-4640968321830559065</id><published>2010-09-06T06:18:00.000+07:00</published><updated>2010-09-06T06:20:17.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Berbagai Pertanyaan di Pengujung Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kualitas amaliah kita kepada Allah SWT tidak diukur melalui jumlah, kuantitas, berat, dan ringannya ibadah. Akan tetapi, diukur oleh jiwa yang ikhlas. Keikhlasan itu hanya muncul dari jiwa yang zuhud, hati yang tidak dipenuhi oleh hasrat, kecuali hanya kepada Allah. Karena itu, walaupun kecil, sedikit, dan barangkali sepele, jika amaliah itu muncul dari jiwa yang zuhud, nilainya justru besar dan banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebaliknya, jika amaliah itu dihitung dengan kuantitas, bahkan dilakukan oleh ribuan orang, tapi keikhlasan dan kezuhudan tidak tertanam dalam hatinya, sebanyak apa pun amaliah itu tetap dinilai kecil. Bagi seorang zahid, amaliah adalah sesuatu yang muncul dari jiwa yang kosong dan dari kepentingan nafsu duniawi. Karena itu, "Dua rakaat dari seorang alim yang zahid itu lebih dicintai oleh Allah daripada ibadah orang yang beribadah, tapi penuh ambisi duniawi," terang Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan melalui Ibnu Mas'ud RA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan demikian, ukuran kualitas amal kita terletak dari keikhlasan dan kezuhudan meraih ridha Allah SWT dan surga-Nya. Nah, Ramadhan sebenarnya datang untuk meletakkan pemahaman kita dalam 'halte' ini. Kita berpuasa lalu berbuka. Kita tegakkan yang wajib, bahkan ditambah dengan yang sunah, tangan kita terbuka dan membentang sedekah, yang semua itu harus dikendarai dengan penuh keikhlasan dan kezuhudan sehingga akan mudah sampai pada terminal ridha dan surga-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kini, secara perlahan, Ramadhan yang agung akan meninggalkan kita. Tinggal menghitung hari, kita akan menyelesaikan ibadah puasa dan setelah itu berlebaran. Lantas muncul pertanyaan, apa yang telah kita dapat selama bulan penuh rahmat dan ampunan ini? Apakah ada sesuatu yang baru dapat kita petik dari hikmah puasa yang bakal kita terapkan dalam kehidupan kita setelah Ramadhan? Apakah puasa kita kali ini tidak jauh beda dengan puasa-puasa sebelumnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Berbagai pertanyaan itu patut kita sampaikan dalam rangka merenungkan kembali apa yang telah kita lakukan selama menjalankan ibadah Ramadhan. Banyak yang mengatakan, kecenderungan kita lebih banyak melaksanakan ibadah puasa sebagai ritual rutin karena bulan Ramadhan akan selalu ditemui setiap tahun. Banyak orang berpuasa karena memang waktunya berpuasa. Kita berpuasa malah karena kebanyakan orang berpuasa. Artinya, puasa tidak lebih karena mengikuti tradisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tentu saja kita semua tidak mau dituduh berpuasa karena mengikuti tradisi. Bagaimanapun, ada juga dalih bahwa kita berpuasa karena benar-benar mau mengikuti ajaran agama. Ada yang ingin kita kejar yaitu kesucian diri dan kemenangan. Ada yang ingin kita incar, yaitu menjadi manusia ikhlas, zuhud, dan istikamah dalam merangkai ketakwaan. Dalam takwa, ada keseriusan dan ketaatan. Berarti Ramadhan menempa kita untuk menjadi manusia yang serius dalam ketaatan kepada-Nya. Dengan demikian, kesucian diri itu akan kita dapatkan dan kemenangan pun bisa kita raih, yaitu kembali kepada kesucian dan meraih kemenangan di hari yang fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-4640968321830559065?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/4640968321830559065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/berbagai-pertanyaan-di-pengujung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/4640968321830559065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/4640968321830559065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/berbagai-pertanyaan-di-pengujung.html' title='Berbagai Pertanyaan di Pengujung Ramadhan'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-2383908866929074514</id><published>2010-09-02T06:17:00.003+07:00</published><updated>2010-09-02T06:25:35.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Lailatul Qadr (Malam Kemuliaan)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Allah Ta ‘ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/malam-bulan-sabit.jpg" rel="shadowbox[post-7177];player=img;" title="malam-bulan-sabit"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-7179" style="margin: 5px; float: right;" title="malam-bulan-sabit" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/malam-bulan-sabit-250x205.jpg" alt="Ilustrasi (photobucket.com)" width="250" height="205" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢﴾ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿٣﴾ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Qadr: 1-5)&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Allah SWT memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi.” (QS. Ad-Dukhaan: 3). Dan malam itu berada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah Ta ‘ala: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah: 185).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhu- berkata:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;“Allah menurunkan Al-Qur’anul Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sesuai dengan konteks berbagai peristiwa selama 23 tahun.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah Ta ‘ala. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rezki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Allah: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Ad-Dukhaan: 4). Kemudian, Allah berfirman mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yang Dia khususkan untuk menurunkan Al-Qur’anul Karim: “Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?” Selanjutnya Allah menjelaskan nilai keutamaan Lailatul Qadar dengan firman-Nya: “Lailatul Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan.”&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, tilawah, dzikir, doa dsb sama dengan beribadah selama seribu bulan di waktu-waktu lain. Seribu bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan. Lalu Allah memberitahukan keutamaannya yang lain, juga berkahnya yang melimpah dengan banyaknya malaikat yang turun di malam itu, termasuk Jibril ‘alaihis salam. Mereka turun dengan membawa semua perkara, kebaikan maupun keburukan yang merupakan ketentuan dan takdir Allah. Mereka turun dengan perintah dari Allah. Selanjutnya, Allah menambahkan keutamaan malam tersebut dengan firman-Nya: &lt;em&gt;“Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar” &lt;/em&gt;(QS. Al-Qadar: 5)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Maksudnya, malam itu adalah malam keselamatan dan kebaikan seluruhnya, tak sedikit pun ada kejelekan di dalamnya, sampai terbit fajar. Di malam itu, para malaikat -termasuk malaikat Jibril mengucapkan salam kepada orang-orang beriman. Dalam satu hadits shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan keutamaan melakukan qiyamul lail di malam tersebut. Beliau bersabda: &lt;em&gt;“Barangsiapa melakukan shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena iman dan&lt;/em&gt; &lt;em&gt;mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” &lt;/em&gt;(Hadits Muttafaq ‘Alaih)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tentang waktunya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: &lt;em&gt;“Carilah Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Yang dimaksud dengan malam-malam ganjil yaitu malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dan malam dua puluh sembilan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Adapun qiyamul lail di dalamnya yaitu menghidupkan malam tersebut dengan shalat tarawih, shalat tahajjud, membaca Al-Qur’anul Karim, dzikir, doa, istighfar dan taubat kepada Allah Ta ‘ala. Beberapa pelajaran dari surat Al-Qadr:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;1. Keutamaan Al-Qur’anul Karim serta ketinggian nilainya, dan bahwa ia diturunkan pada Lailatul Qadar (malam kemuliaan).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;2. Keutamaan dan keagungan Lailatul Qadar, dan bahwa ia menyamai seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;3. Anjuran untuk mengisi kesempatan-kesempatan baik seperti malam yang mulia ini dengan berbagai amal shalih.&lt;/p&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-2383908866929074514?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/2383908866929074514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/lailatul-qadr-malam-kemuliaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/2383908866929074514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/2383908866929074514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/09/lailatul-qadr-malam-kemuliaan.html' title='Lailatul Qadr (Malam Kemuliaan)'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-5422857556333509672</id><published>2010-08-28T07:02:00.005+07:00</published><updated>2010-08-28T07:08:55.096+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Teman Setia Orang Beriman Saat Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/THhShiMYETI/AAAAAAAAAT8/36M0asW4CL8/s1600/alquran_100813144712.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/THhShiMYETI/AAAAAAAAAT8/36M0asW4CL8/s400/alquran_100813144712.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510244880155676978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Padanya diturunkan Alquran. Karena itu,  Ramadhan disebut pula dengan bulannya Alquran (Syahrul Qur'an). Momentum Ramadhan hendaknya menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk membaca dan mengamalkan Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat kepada seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata, ”Wahai Tuhanku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat kepadanya.” Sedangkan Alquran berkata, ”Aku telah mencegahnya dari tidur malam, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat kepadanya.” (HR Ahmad dan Al-Hakim).&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas menjelaskan kepada kita bahwa shaum (puasa) dan Alquran dapat memberikan syafaat. Puasa memberikan syafaat karena dapat membendung syahwat seorang hamba, sedangkan Alquran memberikan syafaat karena ia telah mencegah seorang hamba dari tidur malam untuk bercengkrama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ramadhan seakan menjadi tempat untuk keduanya. Diwajibkan puasa satu bulan penuh sebagai madrasah untuk memperbaiki diri setelah sebelas bulan disibukkan oleh rutinitas dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Alquran adalah bacaan yang menjadi teman setia bagi orang-orang beriman di saat-saat menjalankan ibadah puasa. Karenanya, Ramadhan adalah Syahrul Qur'an, bulan diturunkannya Alquran untuk pertama kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika melihat sejarah salafus saleh dalam berinteraksi dengan Alquran, akan didapati bahwa kita sangat jauh dibandingkan dengan mereka. Dalam sebuah riwayat disebutkan, Imam Abu Hanifah dalam hidupnya mampu mengkhatamkan Alquran sebanyak enam ribu kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Umar ibn Khathab mampu mengkhatamkan Alquran pada setiap malam, sampai-sampai putra beliau yang bernama Abdullah berkata, “Ayahkulah yang menjadi sebab turunnya ayat Allah. Ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?” Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az-Zumar [39]: 9).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Usman ibn Affan mampu mengkhatamkan Alquran setiap harinya. Imam Syafii mengkhatamkan Alquran selama Ramadhan sebanyak enam puluh kali. Imam Qatadah mengkhatamkan Alquran setiap tujuh malam pada hari biasa dan setiap tiga malam pada bulan Ramadhan, sedangkan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan beliau mengkhatamkan Alquran setiap malam. Imam Ahmad mengkhatamkan Alquran setiap pekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Itulah gambaran hidup para salafus saleh yang hari-harinya tidak pernah lepas dari Alquran. Semoga kita mampu mencontoh apa yang telah mereka lakukan, yakni dengan menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Qur'an. “Sebaik-baiknya orang di antara kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari). “Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk itu.” (QS Al-An'am [6]: 90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Oleh Shohib Khoiri Lc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-5422857556333509672?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/5422857556333509672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/08/teman-setia-orang-beriman-saat-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/5422857556333509672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/5422857556333509672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/08/teman-setia-orang-beriman-saat-ramadhan.html' title='Teman Setia Orang Beriman Saat Ramadhan'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/THhShiMYETI/AAAAAAAAAT8/36M0asW4CL8/s72-c/alquran_100813144712.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-120002633613528588</id><published>2010-08-27T06:46:00.002+07:00</published><updated>2010-08-28T06:40:24.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Ramadhan, janganlah cepat berlalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/THhMmDmxwwI/AAAAAAAAAT0/sUNYfmDk-y4/s1600/2a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 294px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/THhMmDmxwwI/AAAAAAAAAT0/sUNYfmDk-y4/s400/2a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510238360774492930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKI07237%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKI07237%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKI07237%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pagi tadi seusai menunaikan shalat subuh di mushola &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pagi itu begitu terang... ku lihat langit bertabur bintang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Disisi barat sang bulan bersinar sangat terangnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ku ingat hari ini adalah hari ke 16 di bulah ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Detik demi detik yang sangat berharga kini telah berlalu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ya Rabbi ... berilah hamba petunjuk dan hidayahmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Agar aku bisa memaksimalkan hari-hari ramadhan yang tersisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Karena ku tak tahu Apakah aku masih Engkau beri kesempatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bertemu ramadhan pada tahun yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Alhamdulillah ya Rabbi,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Aku rasakan Ramadhan tahun ini sangat banyak kemajuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semangat untuk meniti ilmu islam lebih mendalam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berusaha menjadikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alqur’an dan Sunah Rosulullah saw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebagai pedoman hidup dan amalan di kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan aku mohon ya Rabbi, Tuntunlah hamba-Mu ini di jalan yang lurus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di Sirotul mustaqin menuju jannah Surga-Mu. Amiin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-120002633613528588?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/120002633613528588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/08/ramadhan-janganlah-cepat-berlalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/120002633613528588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/120002633613528588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/08/ramadhan-janganlah-cepat-berlalu.html' title='Ramadhan, janganlah cepat berlalu'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/THhMmDmxwwI/AAAAAAAAAT0/sUNYfmDk-y4/s72-c/2a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-7851933240249004055</id><published>2010-08-23T06:58:00.003+07:00</published><updated>2010-08-23T07:33:09.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>IFTOR JAMA’I  FAJRI 91.4 FM, 21-08-10</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/THHBH2-yimI/AAAAAAAAATs/qZ7KJDeE-Ks/s1600/Image0257.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/THHBH2-yimI/AAAAAAAAATs/qZ7KJDeE-Ks/s400/Image0257.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508396160012946018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Fajri fm adalah merupakan radio yang berada di bogor, media dakwah yang menyiarkan  kajian-kajian bermanhaj Ahlus sunnah wal jamaah, yaitu kajian kajian yang diambil berdasarkan dalil-dalil Alqur’an dan hadist yang sohih rubriknya pun bermacam2 ada kajian pagi, kajian siang dan kajian malam, bunayati, muslimah, fikih dsb.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dilatarbelakangi keterpurukan masyarakat islam yang sudah banyak keluar dari pemahaman Alqur’an dan sunah rasulullah untuk itulah fajri fm menyuarakan kebangkitan untuk umat islam.&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sejarah singkat pertemuanku dengan fajri fm&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berawal dari kurangnya pengetahuan tentang islam secara mendalam, kehidupanku pun mengalir begitu saja seperti layaknya teman-teman  tak terpikirkan untuk mempelajari hadis maupun pengetahuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Alhamdulillah disela doa yang ku panjatkan, ku memohon pada Allah agar di tuntun pada jalan yang lurus  yang diridhoi yang akan menghantarkan ku ke dalam jannah-Nya. Perlahan jalan itu terbuka ada seorang teman kerjaku yang sering mengajak untuk mengikuti kajian yang diadakan di masjid dimana tempat ku berkerja, ada kajian tahsinul qur’an, kajian fikih dan kajian tentang ilmu tauhid yang mana kajian itu dilaksanakan setiap hari senin sepulang jam kerja. Perumpamaan sebagai penyelam di laut, yang sebelumnya aku hanya biasa berenang di permukaan kini aku pun sudah mulai menyelam di bawah permukaan. Semangat spiritual pun bertambah , keinginan mendalami islam pun kian kuat.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Suatu hari temanku bertanya “ mas, sering denger radio nggak??”&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku jawab “nggak pak.” ( dalam hatiku berkata: hari gini masih denger radio?, sekarangkan sudah ada mp3 yang bisa buat dengerin musik-musik yang kita suka)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akupun kembali bertanya “ mang knapa pak”&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Temanku menjawab “ coba denger radio dakta atau fajri fm, disana kita bisa denger kajian-kajian yang bagus buat nambah ilmu!!”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Suatu hari akupun mencari radio tape ku yang telah usang, kucoba mencari gelombang yang telah di sebutkan. Sambil tiduran di kamar kucoba mendengarkan siaran radio fajri 91.4fm. pas pada waktu itu adalah kajian malam kemudian dilanjutkan denga rubrik kisah menggugah kholbu kemudian dilanjutkan dengan rubrik  jendela akhirat dan di tutup dengan doa dan zikir sebelum tidur sesuai dengan sunah rosulullah saw. Hmm memang sangat bagus, di antara kesibukan kita dengan bekerja telah melupakan kita akan ilmu yang bermanfaat untuk menyongsong kehidupan yang akan datang yaitu akhirat. Dengan radio ini kita bisa memperoleh banyak ilmu islam dengan mendengar sembari tiduran, yah  Allah telah memberikan kemudahan kita untuk mencari ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sejak itulah kini hati ini mulai terbuka dengan adanya peningkatan ilmu, yang tadinya kita tidak peduli dengan sunah rosulullah sekarang aku pun mulai menjalankan sunah-sunahnya yang tentunya didasari oleh hadist-hadist yang sohih yang diriwayatkan oleh para sahabat rosulullah saw. &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Alhamdulillah ya Rabb engkau telah tunjukkan jalan ini semoga hamba-Mu ini tetap istiqomah di jalan yang lurus yang telah engkau tunjukkan dalam Aqur’an dan Sunnah Rosulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Alhamdulillah kemarin aku sempat menghadiri acara iftor jama’i yang di adakan fajri fm, manjadi lebih tau tentang visi dan misinya dan program-program yang sedang di jalankan dan tentunya bertemu dengan kru-kru penyiar maupun manajemen fajri fm. Semoga dakwah –dakwah yang disiarkan melalui fajri fm bisa mengentaskan keterpurukan umat islam di akhir zaman ini. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jazzakumullah khoiron atas perjuangannya menyerukan suara kebangkitan islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-7851933240249004055?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/7851933240249004055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/08/iftor-jamai-fajri-914-fm-21-08-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/7851933240249004055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/7851933240249004055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/08/iftor-jamai-fajri-914-fm-21-08-10.html' title='IFTOR JAMA’I  FAJRI 91.4 FM, 21-08-10'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/THHBH2-yimI/AAAAAAAAATs/qZ7KJDeE-Ks/s72-c/Image0257.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-309284582114659278</id><published>2010-08-18T07:10:00.003+07:00</published><updated>2010-08-23T06:58:23.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>Tujuh golongan manusia dalam naungan-Nya</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKI07237%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKI07237%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKI07237%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nabi saw telah bersabda : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ada tujuh golongan manusia yang akan di naungi oleh Allah di bawah naungan-Nya. Hari tersebut tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Golongan tersebuat ialah&lt;/span&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt; pemimpin yang adil&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah sewaktu hidupnya&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid-masjid&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;dua orang yang saling mengasihi karena Allah&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;seorang laki-laki yang diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yang elok untuk melakukan&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;kejahatan tapi ia berkata : aku takut kepada Allah!&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;seorang yang memberikan sedekah tapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yang telah diberikan oleh tangan kirinya&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;dan seseorang yang mengingati Allah diwaktu yang sunyi hingga mengalirkan airmata dari&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;kedua matanya&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(HR. Muslim-Bukhori)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5117905216425379711-309284582114659278?l=jejakpetualanganku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/feeds/309284582114659278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/08/tujuh-golongan-manusia-dalam-naungan_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/309284582114659278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5117905216425379711/posts/default/309284582114659278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jejakpetualanganku.blogspot.com/2010/08/tujuh-golongan-manusia-dalam-naungan_18.html' title='Tujuh golongan manusia dalam naungan-Nya'/><author><name>dedy h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09931725665570783403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-H0JUCLY7QKA/TfGzFiSFHiI/AAAAAAAAAZU/4AhlD3FR0jQ/s220/IMG_0205.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5117905216425379711.post-3885316510968214358</id><published>2010-08-12T06:52:00.002+07:00</published><updated>2010-08-12T07:09:20.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Islam'/><title type='text'>MARHABAN YA RAMADHAN 1431 H</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TGM7YlpJW5I/AAAAAAAAATk/1YA38NlCSF4/s1600/ramadhan_100729064102.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DW7pr9CctUc/TGM7YlpJW5I/AAAAAAAAATk/1YA38NlCSF4/s400/ramadhan_100729064102.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504308463184468882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKI07237%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKI07237%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKI07237%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority=
