Tampilkan postingan dengan label Tentang Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Gunung. Tampilkan semua postingan

19 Jul 2011

Kebaikan dan keburukan dari hobi mendaki gunung

Dari kurang lebih 8 tahun bergelut dengan hobi mendaki gunung dapat aku simpulkan tentang kebaikan dan keburukan dalam aktivitas mendaki gunung

Kebaikan mendaki gunung :

1. Menikmati keindahan alam ciptaan Allah.swt / Taffakur alam (merenungi tentang penciptaan alam)

2. Melatih kemandirian dan keberanian dalam menghadapi hidup

3. Melatih kesabaran untuk menggapai keberhasilan

4. Membentuk pribadi yang humanis (saling peduli terhadap alam maupun sesama manusia)

5. Membentuk manusia yang sehat dan kuat (dengan berolahraga)

6. Merefresh kembali pikiran yang suntuk atau melepas kebosanan dalam aktivitas keseharian

7. Mengendalikan ego atau keinginan di dalam hati

Keburukan mendaki gunung :

Seringnya melalaikan ibadah sholat yang telah diwajibkan sebagai seorang muslim saat melakukan pendakian (sebagian besar seperti itu) menurutku ini adalah kesalahan yang sangat FATAL.

Jika di pandang dalam kacamata islam ada dua hal yang dilanggar yaitu ikhtilath (bercampurnya antara laki2 dan perempuan tanpa didampingi mahramnya) dan yang kedua adalah saling berjabat tangan terhadap wanita yang bukan muhrimnya. Yang ku tahu ini merupakan kebiasaan2 yang dilakukan para pendaki.

Ego yang tinggi akan bembahayakan diri sendiri maupun orang lain

Adanya rasa kebanggaan atau kesombongan tersendiri yang tertanam di hati para pendaki walaupun kadang kita tidak menyadarinya atau menganggap ini adalah sesuatu yang biasa2 saja.

Ada aktivitas2 yang lain yang lebih bermanfaat dari mendaki gunung dalam mengisi waktu yang kosong.

10 Mei 2010

gedepangrango.org

05.50 Sabtu pagi 08 mei kemaren, Diatas dua roda motor grand tua ku melaju menembus dinginnya udara pagi menuju Balai Taman Nasional Gede-Pangrango, Cibodas. Dengan membawa beberapa fotokopi KTP milikku dan milik teman-teman, untuk mendaftar boking pendakian untuk minggu depan.

Dengan berbekal coretan peta yang ku gambar sendiri tadi malam, kucoba jalan sendiri menuju Bogor-Puncak-Cibodas dengan siblack tuaku tentunya.

Ternyata jauh juga yah… bogor kemudian mulai memasuki daerah puncak jalan berliku dan hijau sungguh menakjubkan. Kunikmati udara pagi ini di puncak pas, namun sayang belum ada yang mendampingiku menikmati keindahan alam di depanku ini.. Subhanallah Allah.swt selalu memberikan katakjuban akan keindahan alam ciptaanNya kepada setiap orang yang dikehendakiNya.

Sambil menikmati tahu sumedang yang aku beli dari pedangang yang mengais rezeki pada pagi itu, hmm nikmat juga. Tak terlalu lama di puncak karena sang mentari mulai meninggi dan detik jam pun terus berjalan. Ku tancap gas dijalan yang kadang menanjak dan kadang menurun menikung tajam hingga akhirnya sampai juga di Kebun Raya Cibodas pukul 08.00.

Pagi itu cerah Gede-Pangrango terlihat jelas dan indahnya.. Nongkrong di warung mang iding sambil minum kopi hangat, sarapan pagi di udara nan sejuk hmmm… seger’e dab..

Balai Taman Nasional sudah ramai dengan para pendaki yang sudah siap untuk melakukan pendakian ataupun ada beberapa yang boking untuk akhir bulan.. waw ngantri..

Ternyata kini system boking sudah bisa secara online lewat situs www.gedepangrango.org trus datang ke TNGP untuk bayar dan ambil karcis masuk gak perlu waktu lama untuk mengisi lembaran data personal. Oooo… baru tau aku…!! Hehe dasar katro. Ngobrol2 dengan penjaga TNGP sedikit bertanya-tanya tentang kegiatan observasi apa aja dsb.

Dengan dicabutnya Keputusan harus pake guide saat pendakian kini gede pangrango mulai ramai lagi karena memang indah dan strategis, tempat pelarian dari kepenatan kota Jakarta yang bikin stress tiap hari L. Dan semoga saja alam Gunung Gede-Pangrango tetap lestari… keep Green

10 Mar 2010

Apa yang ku dapat dari mendaki gunung??


Aku merasa inilah salah satu hal yang bisa aku dapatkan di gunung "Kehangatan di tengan Kedinginan". Hanya di gununglah, kebersamaan dengan sesama terasa begitu dekat dan nikmat.

Aku mungkin tidak pernah mengenal orang yang berpapasan denganku di jalan, tapi kami saling menyapa, berkenalan, bahkan bercengkerama beberapa saat.

Aku mungkin tidak pernah mengenal orang-orang yang berada di camp, tapi kami saling berbagi kopi, kue dan supermi. Indah bukan. Disinilah letak kekutan itu, sedikit perjumpaan, namun ada intensitas dan kualitas dalam perjumpaan itu. Bahkan mungkin kita akan menjadi sahabat yang erat.

Coba bandingkan kalau kita pergi ke .. Mal. Jelas bukan, disana ada banyak perjumpaan, namun sedikit terjadi kontak. Mungkin saja kita berbincang dengan penjaga toko, tapi setelah itu, ingat sudah pernah berbincang2 saja tidak, kecuali kalau penjaganya cantik mungkin :p. Kita bertemu dengan orang banyak di Mal, namun pernahkah kita tersenyum ke semua orang itu, kalau pernah mungkin kita sudah dianggap gila. Jadi mengapa aku harus menjadi orang gila di Mal, kalau bisa menjadi manusia di Gunung :)

Yah itulah pendapat temen mendaki, di sebuah blog ia tuliskan. Dan aku pun sangat setuju dengan argument itu.

Kajian.Net
Koleksi Ceramah Islam MP3