28 Agu 2010

Teman Setia Orang Beriman Saat Ramadhan


Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Padanya diturunkan Alquran. Karena itu, Ramadhan disebut pula dengan bulannya Alquran (Syahrul Qur'an). Momentum Ramadhan hendaknya menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk membaca dan mengamalkan Alquran.

“Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat kepada seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata, ”Wahai Tuhanku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat kepadanya.” Sedangkan Alquran berkata, ”Aku telah mencegahnya dari tidur malam, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat kepadanya.” (HR Ahmad dan Al-Hakim).

Hadis di atas menjelaskan kepada kita bahwa shaum (puasa) dan Alquran dapat memberikan syafaat. Puasa memberikan syafaat karena dapat membendung syahwat seorang hamba, sedangkan Alquran memberikan syafaat karena ia telah mencegah seorang hamba dari tidur malam untuk bercengkrama dengannya.

Ramadhan seakan menjadi tempat untuk keduanya. Diwajibkan puasa satu bulan penuh sebagai madrasah untuk memperbaiki diri setelah sebelas bulan disibukkan oleh rutinitas dunia.

Alquran adalah bacaan yang menjadi teman setia bagi orang-orang beriman di saat-saat menjalankan ibadah puasa. Karenanya, Ramadhan adalah Syahrul Qur'an, bulan diturunkannya Alquran untuk pertama kali.

Jika melihat sejarah salafus saleh dalam berinteraksi dengan Alquran, akan didapati bahwa kita sangat jauh dibandingkan dengan mereka. Dalam sebuah riwayat disebutkan, Imam Abu Hanifah dalam hidupnya mampu mengkhatamkan Alquran sebanyak enam ribu kali.

Umar ibn Khathab mampu mengkhatamkan Alquran pada setiap malam, sampai-sampai putra beliau yang bernama Abdullah berkata, “Ayahkulah yang menjadi sebab turunnya ayat Allah. Ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?” Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az-Zumar [39]: 9).

Usman ibn Affan mampu mengkhatamkan Alquran setiap harinya. Imam Syafii mengkhatamkan Alquran selama Ramadhan sebanyak enam puluh kali. Imam Qatadah mengkhatamkan Alquran setiap tujuh malam pada hari biasa dan setiap tiga malam pada bulan Ramadhan, sedangkan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan beliau mengkhatamkan Alquran setiap malam. Imam Ahmad mengkhatamkan Alquran setiap pekannya.

Itulah gambaran hidup para salafus saleh yang hari-harinya tidak pernah lepas dari Alquran. Semoga kita mampu mencontoh apa yang telah mereka lakukan, yakni dengan menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Qur'an. “Sebaik-baiknya orang di antara kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari). “Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk itu.” (QS Al-An'am [6]: 90).

Oleh Shohib Khoiri Lc

27 Agu 2010

Ramadhan, janganlah cepat berlalu


Pagi tadi seusai menunaikan shalat subuh di mushola

Pagi itu begitu terang... ku lihat langit bertabur bintang

Disisi barat sang bulan bersinar sangat terangnya

Ku ingat hari ini adalah hari ke 16 di bulah ramadhan.

Detik demi detik yang sangat berharga kini telah berlalu


Ya Rabbi ... berilah hamba petunjuk dan hidayahmu

Agar aku bisa memaksimalkan hari-hari ramadhan yang tersisa

Karena ku tak tahu Apakah aku masih Engkau beri kesempatan

Bertemu ramadhan pada tahun yang akan datang.


Alhamdulillah ya Rabbi,

Aku rasakan Ramadhan tahun ini sangat banyak kemajuan

Semangat untuk meniti ilmu islam lebih mendalam.

Berusaha menjadikan Alqur’an dan Sunah Rosulullah saw

Sebagai pedoman hidup dan amalan di kehidupan.


Dan aku mohon ya Rabbi, Tuntunlah hamba-Mu ini di jalan yang lurus

Di Sirotul mustaqin menuju jannah Surga-Mu. Amiin

Kajian.Net
Koleksi Ceramah Islam MP3